Edukasi

Berikut empat poin utama dari Kemendikdasmen soal formasi ASN guru tahun 2026 yang perlu diperhatikan honorer

Retno Ayuningrum
×

Berikut empat poin utama dari Kemendikdasmen soal formasi ASN guru tahun 2026 yang perlu diperhatikan honorer

Sebarkan artikel ini
Berikut empat poin utama dari Kemendikdasmen soal formasi ASN guru tahun 2026 yang perlu diperhatikan honorer

Harapan baru mulai terbentang buat para di seluruh Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menggelar langkah konkret terkait rencana pengadaan ASN guru tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menutup kekosongan guru di berbagai daerah, sekaligus meningkatkan pendidik non-PNS yang selama ini bekerja tanpa kepastian status.

Rencana ini bukan sekadar angan-angan. Kemendikdasmen telah merespons dari Kemenpan RB tentang pengadaan Calon ASN 2026 dengan serangkaian poin penting. Poin-poin ini menjadi dasar dalam menentukan guru di tahun depannya. Bagi para honorer, ini bisa jadi angin segar yang selama ini ditunggu-tunggu.

Poin-Poin Penting Kemendikdasmen Terkait Formasi ASN Guru 2026

Sebelum terjun lebih dalam, penting untuk memahami bahwa rencana pengadaan ASN guru 2026 bukan dilakukan sembarangan. Ada aturan dan pertimbangan matang di baliknya. Berikut ini adalah empat poin penting yang dirilis oleh Kemendikdasmen terkait formasi ASN guru tahun depan.

1. Prinsip Zero Growth dalam Pengadaan ASN

Pertama, Kemendikdasmen menerapkan prinsip zero growth dalam pengadaan ASN. Artinya, ASN baru yang direkrut tidak boleh melebihi jumlah ASN yang akan pensiun atau keluar dari sistem. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan jumlah pegawai negeri sipil di tiap unit kerja.

Prinsip ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang ingin menghindari pembengkakan anggaran pegawai. Jadi, pengadaan ASN guru di 2026 akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan dan jumlah ASN yang akan pensiun.

2. Mengacu pada Peta Jabatan dan Kebutuhan ASN yang Akan Pensiun

Kedua, Kemendikdasmen akan mengacu pada peta jabatan yang telah ditetapkan. Peta ini mencakup posisi dan jumlah ASN yang dibutuhkan di tiap satuan pendidikan. Selain itu, juga mempertimbangkan jumlah ASN yang memasuki usia pensiun pada tahun 2026.

Dengan begitu, formasi yang dibuka akan lebih tepat sasaran. Tidak ada lagi perekrutan yang asal-asalan. Setiap posisi yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual di daerah masing-masing.

3. Mempertimbangkan Pola Karier ASN yang Sudah Ada

Ketiga, Kemendikdasmen juga memperhatikan pola karier bagi ASN yang sudah bekerja. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih atau ketidakseimbangan dalam struktur kepegawaian. Pola karier ini mencakup jalur promosi, mutasi, dan pengembangan kompetensi ASN yang sudah ada.

Dengan mempertimbangkan pola karier, Kemendikdasmen berharap ASN baru bisa langsung menempati posisi yang sesuai. Ini juga membuka peluang bagi ASN lama untuk naik jabatan atau mendapat pengakuan kompetensi lebih tinggi.

4. Formasi Hanya untuk CPNS, Bukan PPPK atau Honorer Langsung

Terakhir, formasi yang dibuka di tahun 2026 hanya ditujukan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ini berarti guru honorer yang ingin menjadi ASN harus mengikuti CPNS secara resmi. PPPK atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tidak termasuk dalam formasi ini.

Meski begitu, ini tetap menjadi peluang besar bagi honorer yang selama ini menunggu kesempatan menjadi ASN. Seleksi CPNS tahun 2026 diprediksi akan lebih terbuka dan transparan, terutama untuk posisi guru di daerah pelosok.

Perbandingan Jalur Pengangkatan ASN: CPNS vs PPPK

Sebelum mempersiapkan diri mengikuti seleksi, penting untuk memahami antara CPNS dan PPPK. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut tabel perbandingannya:

Aspek CPNS PPPK
Status Kepegawaian Pegawai Negeri Sipil Pegawai Kontrak
Kepastian Masa Kerja Seumur Hidup Sesuai Kontrak
Tunjangan Lengkap (TKD, THR, pensiun, dll.) Terbatas
Kesempatan Karier Lebih Terbuka Terbatas
Seleksi Ketat dan Bersaing Relatif Lebih Mudah

Bagi honorer yang ingin mendapatkan status kepastian dan tunjangan lengkap, CPNS adalah pilihan utama. Meski persaingannya ketat, peluang ini tetap terbuka selama masih memenuhi syarat.

Tips Persiapan Seleksi CPNS bagi Guru Honorer

Mengingat seleksi CPNS sangat kompetitif, persiapan matang sangat diperlukan. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

1. Pahami Materi Tes dan Sistem Seleksi

Mulailah dengan memahami materi tes yang akan diujikan. Biasanya tes CPNS mencakup TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensia Umum), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi). Selain itu, ada tes kompetensi teknis sesuai bidang.

2. Ikuti Tryout dan Simulasi Tes

Semakin sering berlatih, semakin besar peluang lolos. Ikuti tryout online atau simulasi tes yang tersedia. Ini akan membantu mengukur kemampuan sekaligus mengenali kelemahan.

3. Siapkan Berkas Administrasi dengan Rapi

Persiapkan dokumen administrasi seperti ijazah, transkrip nilai, SKCK, dan sertifikat pendukung lainnya. Pastikan semua sesuai dengan dan tidak kedaluwarsa.

4. Tingkatkan Kompetensi dan Sertifikasi

Bagi guru yang belum memiliki , segera daftarkan diri mengikuti program sertifikasi guru. Sertifikasi menjadi salah satu syarat wajib dalam seleksi CPNS guru.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data dan kebijakan yang berlaku hingga saat ini. Namun, kebijakan pemerintah bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Oleh karena itu, selalu pantau informasi resmi dari Kemendikdasmen dan BKN untuk update terbaru terkait formasi ASN 2026.

Bagi para honorer, tahun 2026 bisa jadi momen penting untuk mengubah status kepegawaian. Dengan persiapan yang matang dan informasi yang akurat, peluang untuk lolos seleksi akan semakin terbuka lebar.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.