Pemerintah bakal kembali membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Ini tentu jadi kabar baik buat banyak orang yang ingin mendapatkan pekerjaan stabil dengan berbagai tunjangan yang ditawarkan. Namun, sebelum terburu-buru mendaftar, ada baiknya memahami dulu salah satu aspek penting yang sering diabaikan: rincian gaji PNS berdasarkan ijazah terakhir.
Gaji PNS ternyata nggak sama rata. Besaran penghasilan setiap pegawai tergantung pada golongan dan pangkatnya, yang juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan terakhir. Jadi, lulusan SMA punya gaji beda dengan lulusan sarjana. Beda lagi kalau sudah naik pangkat. Yuk, kita kupas tuntas rincian lengkapnya.
Gaji PNS 2026 Berdasarkan Golongan dan Tingkat Pendidikan
Sebelum masuk ke angka spesifik, perlu diketahui bahwa sistem penggajian PNS menggunakan struktur golongan dan ruang. Ada empat golongan utama, yaitu Golongan I hingga IV. Masing-masing golongan punya beberapa ruang yang menunjukkan perkembangan karier dan penghasilan.
Lulusan pendidikan rendah biasanya masuk ke golongan lebih rendah pula. Sedangkan mereka yang memiliki gelar akademik tinggi, seperti S1 atau S3, bisa langsung ditempatkan di golongan yang lebih tinggi. Semakin tinggi golongan, semakin besar pula gaji pokok yang diterima.
1. Golongan I (Juru): Untuk Lulusan SD hingga SMP
Golongan I biasanya ditempati oleh PNS dengan latar belakang pendidikan dasar. Meski begitu, masih ada peluang untuk naik pangkat dan mendapat gaji lebih tinggi dalam golongan ini.
- Golongan I/a: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
- Golongan I/b: Rp1.840.800 – Rp2.670.700
- Golongan I/c: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
- Golongan I/d: Rp1.999.900 – Rp2.901.400
2. Golongan II (Pengatur): Cocok untuk Lulusan SMA hingga D3
Bagi yang tamatan SMA atau lulusan Diploma (D3), kemungkinan besar akan ditempatkan di golongan ini. Ini jadi level awal yang umum bagi banyak CPNS baru.
- Golongan II/a: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
- Golongan II/b: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
- Golongan II/c: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
- Golongan II/d: Rp2.591.100 – Rp4.125.600
3. Golongan III (Penata): Khusus Lulusan Sarjana (S1 hingga S3)
Kalau sudah punya gelar sarjana, baik S1 sampai S3, maka biasanya langsung masuk ke golongan ini. Ini jadi titik awal yang lebih tinggi dibandingkan lulusan pendidikan vokasi atau menengah.
- Golongan III/a: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
- Golongan III/b: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
- Golongan III/c: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
- Golongan III/d: Rp3.154.400 – Rp5.180.700
4. Golongan IV (Pembina): Untuk Jabatan Tinggi dan Senior
Golongan ini biasanya ditempati oleh PNS senior atau yang menjabat di posisi strategis. Masuk ke golongan ini membutuhkan masa kerja dan prestasi tertentu.
- Golongan IV/a: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
- Golongan IV/b: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
- Golongan IV/c: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
- Golongan IV/d: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
- Golongan IV/e: Rp3.880.400 – Rp6.373.200
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji PNS Selain Ijazah
Selain tingkat pendidikan, ada faktor lain yang turut menentukan jumlah gaji yang diterima. Misalnya masa kerja, lokasi penugasan, serta jabatan fungsional atau struktural. Semua itu bisa membuat penghasilan bulanan seseorang bervariasi meskipun berada di golongan yang sama.
Misalnya, PNS yang ditempatkan di daerah terpencil atau 3T (tertinggal, tertinggi, terdepan) biasanya mendapat tunjangan khusus. Begitu juga dengan mereka yang menjabat sebagai kepala dinas atau pejabat eselon tertentu.
Perbandingan Gaji Awal Berdasarkan Pendidikan
| Tingkat Pendidikan | Golongan Awal | Gaji Pokok Awal |
|---|---|---|
| SD/SMP | I/a | Rp1.685.700 |
| SMA/D3 | II/a | Rp2.184.000 |
| S1/S2/S3 | III/a | Rp2.785.700 |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa semakin tinggi pendidikan, semakin besar pula gaji awal yang didapat. Ini jadi pertimbangan penting saat memilih jalur karier sebagai PNS.
Tips Memilih Jalur Karier sebagai PNS
Memilih menjadi PNS bukan cuma soal gaji. Stabilitas, tunjangan pensiun, fasilitas kesehatan, dan cuti tahunan juga jadi nilai tambah. Tapi, sebaiknya pertimbangkan juga prospek pengembangan diri dan kecocokan bidang kerja.
Kalau punya gelar sarjana, misalnya, bisa mencoba melamar posisi yang sesuai dengan jurusan. Ini akan memberi peluang lebih besar untuk berkembang dan naik pangkat lebih cepat.
Disclaimer
Angka-angka gaji yang disebutkan di atas merupakan estimasi berdasarkan ketentuan yang berlaku hingga tahun 2026. Besaran riil bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah, inflasi, dan faktor eksternal lainnya. Pastikan selalu cek informasi resmi dari situs SSCASN atau BKN untuk update terbaru.
Jadi, sebelum nekat mendaftar CPNS 2026, pastikan sudah mempertimbangkan semua aspek, termasuk proyeksi penghasilan berdasarkan latar pendidikan. Ini langkah cerdas agar tak menyesal di kemudian hari.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













