Program Keluarga Harapan (PKH) terus menjadi andalan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan keluarga tidak mampu. Tahun 2026, bansos PKH kembali menarik perhatian, terutama karena kabar bahwa pencairannya akan dimulai sejak Februari. Banyak pihak menunggu kepastian ini, terutama mereka yang terdaftar sebagai calon penerima manfaat.
Meski begitu, informasi resmi soal jadwal pencairan masih belum sepenuhnya jelas. Yang pasti, mekanisme penyaluran bansos PKH tetap mengacu pada data tunggal dari BPS dan Kemensos. Untuk itu, penting bagi calon penerima untuk mengecek statusnya secara berkala melalui saluran resmi.
Cara Cek Penerima Bansos PKH 2026
Sebelum membahas jadwal, langkah awal yang wajib dilakukan adalah memastikan apakah diri sendiri atau keluarga masuk dalam daftar penerima bansos PKH 2026. Proses pengecekan bisa dilakukan secara mandiri lewat laman resmi Kemensos.
1. Akses Situs Resmi Cek Bansos
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunjungi situs resmi cek bansos Kemensos di alamat berikut: https://cekbansos.kemensos.go.id/. Situs ini merupakan portal utama untuk mengecek berbagai jenis bansos, termasuk PKH.
2. Masukkan Data Wilayah Sesuai KTP
Setelah membuka situs, pengguna diminta mengisi data wilayah seperti provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan. Data ini harus sesuai dengan alamat yang tercantum di KTP agar pencarian bisa berjalan akurat.
3. Isi Nama Lengkap Penerima
Selanjutnya, masukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai dengan identitas kependudukan. Kesesuaian nama sangat penting karena sistem akan mencocokkan data secara otomatis.
4. Verifikasi dengan Kode Captcha
Sebelum melanjutkan, pengguna harus memasukkan kode verifikasi atau captcha yang muncul di layar. Ini untuk mencegah penggunaan sistem secara otomatis oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
5. Klik Tombol “CARI DATA”
Setelah semua data terisi, klik tombol “CARI DATA”. Jika nama dan data sesuai, maka sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima bansos PKH 2026, termasuk jumlah bantuan dan jadwal pencairan.
Alternatif Lain: Aplikasi Cek Bansos
Bagi yang lebih nyaman menggunakan ponsel, aplikasi Cek Bansos juga bisa menjadi pilihan. Aplikasi ini tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh secara gratis. Setelah instalasi, pengguna cukup login atau mendaftar, lalu masukkan data diri untuk mengecek status bansos.
Jadwal Penerimaan Bansos PKH 2026
Meski belum ada pengumuman resmi soal tanggal pasti pencairan bansos PKH 2026, beberapa sumber menyebut bahwa penyaluran akan dimulai sejak awal tahun, termasuk bulan Februari. Namun, jadwal ini bisa berbeda-beda di tiap daerah tergantung dari kesiapan administrasi dan logistik.
Penyaluran bansos PKH dilakukan secara bertahap sepanjang tahun. Umumnya, setiap keluarga penerima akan mendapatkan bantuan setiap tiga bulan sekali. Untuk tahun 2026, pembagian tahapannya diperkirakan akan mengikuti pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Berikut estimasi jadwal pencairan bansos PKH 2026 berdasarkan tahapan:
| Tahap | Perkiraan Bulan Pencairan |
|---|---|
| Tahap 1 | Februari – April 2026 |
| Tahap 2 | Mei – Juli 2026 |
| Tahap 3 | Agustus – Oktober 2026 |
| Tahap 4 | November 2026 – Januari 2027 |
Disclaimer: Jadwal di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan Kemensos dan BPS.
Syarat dan Ketentuan Penerima Bansos PKH
Tidak semua keluarga berhak menerima bansos PKH. Penerima dipilih berdasarkan kriteria tertentu, terutama dari hasil pemeringkatan desil yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Keluarga yang masuk dalam desil 1 hingga 3 biasanya menjadi prioritas.
1. Terdaftar dalam DTSEN
Calon penerima harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini merupakan acuan utama Kemensos dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan sosial.
2. Memenuhi Kriteria Kesejahteraan
Kemensos menggunakan berbagai indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan keluarga, seperti kepemilikan aset, pendidikan, dan kondisi rumah. Keluarga dengan skor terendah akan mendapat prioritas.
3. Tidak Menerima Bansos Lain secara Bersamaan
Satu keluarga tidak boleh menerima lebih dari satu jenis bansos bersyarat secara bersamaan. Misalnya, jika sudah menerima PKH, maka tidak bisa menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam waktu yang sama.
Jika Tidak Muncul dalam Daftar Penerima
Bagi keluarga yang merasa layak namun tidak muncul dalam daftar penerima, masih ada jalan untuk mengusulkan pembaruan data. Proses ini bisa dilakukan melalui dua saluran utama.
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos
- Login atau daftar akun baru
- Pilih menu “Usulkan Pembaruan Data”
- Jawab pertanyaan yang muncul terkait kondisi keluarga
- Petugas pendamping sosial akan melakukan verifikasi lapangan
2. Melalui Petugas Desa atau Dinas Sosial
- Datangi kantor desa atau kelurahan terdekat
- Ajukan permohonan pembaruan data DTSEN
- Petugas akan melakukan survei langsung ke rumah
- Hasil survei akan dibawa ke Dinas Sosial dan BPS untuk diproses lebih lanjut
Proses pembaruan data tidak langsung berdampak pada pencairan bansos. Perankingan ulang dilakukan BPS setiap tiga bulan sekali, jadi butuh kesabaran dan ketelitian dalam pengisian data.
Penutup
Bansos PKH 2026 memang menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu. Meski pencairan belum sepenuhnya pasti di Februari, proses pengecekan dan pembaruan data bisa dilakukan sekarang juga. Gunakan saluran resmi agar terhindar dari hoaks dan penyalahgunaan data.
Pastikan data diri sudah sesuai dengan DTSEN dan tetap pantau perkembangan informasi dari Kemensos secara berkala. Bansos yang tepat sasaran akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Catatan: Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk kepastian, selalu rujuk ke sumber resmi Kemensos dan BPS.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













