Kebijakan insentif untuk industri galangan kapal yang tengah dirancang pemerintah membuka peluang baru di sektor asuransi. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) melihat langkah ini sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem maritim nasional sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis asuransi yang terkait.
Namun, di balik peluang tersebut, tetap dibutuhkan pendekatan yang hati-hati. Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas industri pasti diikuti dengan lonjakan eksposur risiko. Maka dari itu, pengelolaan risiko yang baik menjadi kunci agar pertumbuhan bisa berjalan sehat dan berkelanjutan.
Potensi Asuransi Maritim Naik Daun
Industri asuransi, khususnya lini marine hull dan marine cargo, diprediksi bakal menjadi yang paling terdampak positif. Semakin banyak kapal yang dibangun dan dioperasikan, maka semakin besar pula kebutuhan perlindungan terhadap aset kapal, mesin, hingga barang dan penumpang yang dikirim melalui laut.
Selain itu, produk asuransi lain seperti builder’s risk dan liability juga mulai diminati. Perlindungan ini diperlukan bukan hanya saat kapal beroperasi, tapi juga selama proses konstruksi dan perbaikan di galangan.
- Marine Hull: Perlindungan terhadap badan kapal, mesin, dan perlengkapannya.
- Marine Cargo: Menjamin risiko kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman laut.
- Builder’s Risk: Mengamankan proyek konstruksi kapal selama masa pembangunan.
- Liability: Melindungi dari risiko tuntutan hukum selama operasional di galangan.
Strategi Jasindo Menyambut Peluang
Untuk bisa memanfaatkan peluang ini, Jasindo mengambil pendekatan end-to-end dalam manajemen risiko. Mulai dari penilaian risiko hingga penyusunan skema perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Pendekatan ini mencakup beberapa aspek penting:
- Risk Assessment: Evaluasi menyeluruh terhadap potensi risiko yang mungkin terjadi.
- Penyusunan Polis: Klausul dan cakupan yang fleksibel sesuai profil risiko nasabah.
- Penetapan Premi: Struktur berbasis tingkat risiko untuk memberikan nilai tambah.
Jasindo juga menerapkan strategi selective growth. Artinya, fokusnya bukan pada kuantitas, tapi kualitas risiko yang diambil. Langkah ini dilakukan agar portofolio tetap sehat dan seimbang.
Penguatan Kapabilitas Teknis
Menghadapi kompleksitas risiko di sektor galangan kapal, Jasindo terus memperkuat kapabilitas underwriting dan risk engineering. Dua elemen ini menjadi tulang punggung dalam memberikan perlindungan yang tepat sasaran.
Risiko teknis selama proses pembangunan kapal, hingga gangguan operasional, harus dikelola secara profesional. Jasindo menyadari bahwa hanya dengan pendekatan teknis yang kuat, pertumbuhan industri bisa berjalan optimal.
Data Pertumbuhan Premi Maritim Jasindo
Sejalan dengan tren industri, Jasindo mencatat pertumbuhan premi di segmen pengangkutan dan rangka kapal. Hingga Februari 2026, pendapatan premi tercatat sebesar Rp47,608 miliar, naik 10,31% secara year-on-year (YoY).
| Segmen | Pendapatan Premi (Februari 2026) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Pengangkutan dan Rangka Kapal | Rp47,608 miliar | 10,31% |
Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kebutuhan perlindungan di sektor maritim. Jasindo pun terus menjaga kualitas portofolio agar tetap seimbang antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko.
Sinergi Kebijakan dan Pertumbuhan Industri
Ke depan, Jasindo memandang bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah, pertumbuhan industri galangan kapal, dan penerapan manajemen risiko yang baik akan menjadi kunci keberhasilan. Khususnya di sektor asuransi maritim yang semakin strategis.
- Kebijakan Insentif: Mendorong investasi dan aktivitas di galangan kapal.
- Pertumbuhan Industri: Meningkatkan permintaan terhadap perlindungan asuransi.
- Manajemen Risiko: Menjaga keberlanjutan dan kesehatan pertumbuhan.
Dengan kombinasi ketiga faktor ini, Jasindo optimistis bahwa sektor maritim akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga Maret 2026. Angka dan kondisi industri dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah, dinamika pasar, serta faktor eksternal lainnya.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.









