PT Asuransi Central Asia (ACA) mencatat pencapaian menarik di sektor asuransi kendaraan bermotor sepanjang 2025. Perusahaan berhasil mengumpulkan premi sebesar Rp1,1 triliun, naik 10% dibanding tahun sebelumnya yang mencatat Rp998 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa bisnis asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi andalan bagi ACA di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Teguh Imanjaya, Kepala Divisi Asuransi Kendaraan Bermotor ACA, menjelaskan bahwa kontribusi premi kendaraan bermotor mencapai 18% dari total portofolio bisnis perusahaan. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari kinerja saluran distribusi yang menunjukkan peningkatan signifikan. Distribusi melalui agen naik 32%, broker melonjak hingga 239%, dan dealer naik 38%.
Strategi ACA Dongkrak Pertumbuhan Premi
Untuk menjaga momentum positif ini, ACA menerapkan sejumlah langkah strategis. Langkah-langkah ini dirancang agar produk tetap relevan dan layanan tetap responsif terhadap kebutuhan nasabah.
1. Menyusun Produk yang Relevan dan Kompetitif
ACA terus mengembangkan produk asuransi kendaraan bermotor yang sesuai dengan tren dan kebutuhan terkini. Tujuannya agar produk tidak hanya menarik, tapi juga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
2. Meningkatkan Efisiensi Proses Klaim
Infrastruktur yang memadai menjadi pilar utama dalam memperlancar proses klaim. ACA memastikan bahwa nasabah bisa merasakan kemudahan dan kecepatan saat mengajukan klaim, tanpa harus menghadapi birokrasi yang rumit.
3. Memperkuat Kolaborasi dengan Mitra Bisnis
ACA memperhatikan hubungan dengan mitra bisnis, termasuk dealer, broker, dan agen. Komunikasi yang rutin dan responsif menjadi kunci agar sinergi tetap terjaga dan distribusi premi terus meningkat.
Tren Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor
Selain pertumbuhan premi, ACA juga mencatat kenaikan klaim asuransi kendaraan bermotor sebesar 16% year on year (YoY) pada 2025. Nilai klaim yang dibayarkan mencapai Rp391 miliar. Lonjakan ini dipicu oleh sejumlah kejadian bencana alam, terutama banjir yang melanda wilayah Bali dan Sumatera.
Meski klaim naik, ACA tetap optimistis terhadap prospek bisnis di tahun 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan premi sebesar 20%, menunjukkan keyakinan bahwa segmen kendaraan bermotor masih memiliki potensi besar.
Perbandingan Capaian ACA dan Industri Asuransi Umum
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah perbandingan pertumbuhan premi dan klaim ACA dengan kondisi industri secara keseluruhan.
| Parameter | ACA (2025) | Industri Umum (2025) | Perubahan YoY ACA | Perubahan YoY Industri |
|---|---|---|---|---|
| Premi Asuransi Kendaraan Bermotor | Rp1,1 Triliun | Rp19,01 Triliun | +10% | -4,2% |
| Klaim Dibayarkan | Rp391 Miliar | Rp7,52 Triliun | +16% | -2,4% |
Dari tabel di atas terlihat bahwa meskipun industri asuransi kendaraan bermotor secara umum mengalami kontraksi, ACA justru berhasil membukukan pertumbuhan positif. Ini menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan cukup efektif dalam menghadapi tantangan pasar.
Faktor Pendorong Kenaikan Premi ACA
Beberapa faktor mendukung pencapaian ACA di sektor asuransi kendaraan bermotor. Pertama, peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang terus bertambah setiap tahun. Kedua, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi semakin meningkat, terutama di kalangan pemilik kendaraan roda empat dan roda dua.
Selain itu, ACA juga berhasil memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas layanan nasabah. Hal ini membuat lebih banyak orang memilih ACA dibandingkan dengan perusahaan asuransi lainnya.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski pencapaian ACA terbilang positif, beberapa tantangan tetap ada. Salah satunya adalah risiko klaim yang tinggi akibat bencana alam. Selain itu, persaingan di industri asuransi yang semakin ketat membuat ACA harus terus berinovasi agar tetap relevan.
Perubahan regulasi juga menjadi faktor yang perlu terus diwaspadai. ACA harus memastikan bahwa semua produk dan layanan sesuai dengan standar yang berlaku, agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.
Proyeksi 2026 dan Target Pertumbuhan
ACA optimistis terhadap pertumbuhan di tahun 2026. Dengan target pertumbuhan premi sebesar 20%, perusahaan akan terus mengembangkan strategi yang telah terbukti efektif. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas produk, layanan nasabah, dan kolaborasi dengan mitra bisnis.
Selain itu, ACA juga akan terus memperluas jaringan distribusi, terutama di wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh. Dengan pendekatan yang tepat, ACA berharap bisa terus menjadi pemain utama di industri asuransi kendaraan bermotor.
Kesimpulan
Asuransi Central Asia (ACA) berhasil mencatatkan pencapaian positif di tahun 2025 dengan total premi kendaraan bermotor mencapai Rp1,1 triliun. Meskipun industri secara umum mengalami kontraksi, ACA justru mampu tumbuh berkat strategi yang tepat dan dukungan dari mitra bisnis. Dengan target pertumbuhan 20% di tahun 2026, ACA menunjukkan bahwa segmen asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi andalan utama dalam portofolio bisnisnya.
Disclaimer: Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga tahun 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.





