Hasil investasi industri asuransi jiwa di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang sangat menonjol pada tahun 2025. Angka resmi menunjukkan kenaikan sebesar 103,1% secara year-on-year (YoY), mencapai total Rp47,32 triliun. Angka ini menunjukkan pemulihan yang kuat dari kondisi sebelumnya yang sempat tergerus volatilitas pasar.
Salah satu pendorong utama adalah kinerja pasar saham yang mengalami peningkatan sekitar 22,1% sepanjang tahun lalu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan ini berdampak langsung pada portofolio investasi perusahaan asuransi yang umumnya menempatkan dana pada instrumen saham dan reksa dana saham.
Faktor-Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Hasil Investasi Asuransi Jiwa
Pertumbuhan yang signifikan ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebabnya. PT Great Eastern Life Indonesia melalui Finance Director-nya, Hana, membeberkan tiga poin penting yang memengaruhi kenaikan hasil investasi secara besar-besaran.
1. Kenaikan Kinerja Pasar Saham
Salah satu faktor utama adalah kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai 22,1% sepanjang 2025. Kondisi ini memberikan dampak positif langsung pada portofolio investasi perusahaan asuransi jiwa yang sebagian besar ditempatkan di saham dan reksa dana saham.
2. Komposisi Investasi yang Strategis
Industri asuransi jiwa umumnya menempatkan asetnya pada Surat Berharga Negara (SBN), saham, dan reksa dana. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Statistik Perasuransian OJK menunjukkan bahwa komposisi ini memberikan kontribusi besar terhadap hasil investasi yang positif.
3. Efek Rebound dari Tahun Sebelumnya
Tahun 2024 sempat mencatatkan tekanan pada hasil investasi akibat volatilitas pasar. Namun, dengan pemulihan di 2025, terjadi efek rebound yang memperkuat pertumbuhan secara tahunan. Terutama dari instrumen SBN yang kembali mengalami kenaikan cukup signifikan.
Instrumen Investasi yang Paling Diminati
Dalam mengelola portofolio investasi, industri asuransi jiwa cenderung memilih instrumen yang menawarkan stabilitas dan keamanan jangka panjang. Instrumen utama yang menjadi pilihan adalah Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi.
Alasan SBN dan Obligasi Masih Dominan
SBN dan obligasi dipilih karena karakteristiknya yang relatif stabil dan sejalan dengan kewajiban jangka panjang perusahaan asuransi. Instrumen ini memberikan imbal hasil yang konsisten dan minim risiko, menjadikannya pilihan utama dalam portofolio investasi.
Peran Saham dalam Portofolio
Meskipun lebih berisiko, saham tetap menjadi komponen penting dalam portofolio investasi. Saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi menjadi fokus utama, terutama dari sektor perbankan, konsumsi, dan infrastruktur.
Komposisi Investasi Great Eastern Life Indonesia
Great Eastern Life Indonesia juga mengikuti tren industri dengan fokus utama pada SBN. Namun, perusahaan juga memiliki eksposur pada sektor energi dan mineral.
Eksposur pada Sektor Energi dan Mineral
Portofolio investasi Great Eastern mencakup sektor Oil & Gas, batubara, logam non-energi seperti timah dan nikel, serta logam mulia seperti emas. Pilihan ini memberikan diversifikasi yang seimbang antara risiko dan imbal hasil.
Data Investasi Asuransi Jiwa di 2025
Untuk melengkapi gambaran, berikut adalah data lengkap hasil investasi industri asuransi jiwa sepanjang 2025 berdasarkan catatan AAJI:
| Instrumen Investasi | Nilai (Rp Triliun) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| Surat Berharga Negara (SBN) | 248,25 | 20,9% |
| Saham | – | – |
| Reksa Dana | – | – |
| Obligasi | – | – |
| Lainnya | – | – |
| Total Investasi | 47,32 | 103,1% |
Catatan: Data bersifat agregat dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.
Total Aset Investasi Industri Asuransi Jiwa
Selain hasil investasi, total aset investasi industri asuransi jiwa juga mencatatkan pertumbuhan. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp590,54 triliun atau naik 9% secara YoY.
Alokasi Aset Investasi
Industri asuransi jiwa mengalokasikan sekitar 88,5% dari total asetnya ke dalam bentuk investasi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya investasi dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan dan memenuhi kewajiban kepada nasabah.
Dukungan terhadap Pembiayaan Nasional
Dengan penempatan dana yang besar pada SBN, industri asuransi jiwa turut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional. Ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menjaga kepentingan pemegang polis dalam jangka panjang.
Penutup
Pertumbuhan hasil investasi industri asuransi jiwa sebesar 103,1% pada 2025 mencerminkan pemulihan yang kuat dari tekanan pasar sebelumnya. Dengan komposisi investasi yang strategis dan dukungan dari kinerja pasar yang positif, industri ini kembali menunjukkan ketangguhannya.
Namun, perlu diingat bahwa data dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, informasi ini hanya bersifat referensi dan bukan sebagai saran investasi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.









