Surat terbaru dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan langkah awal penentuan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini menandai dimulainya proses perencanaan formasi yang akan menjadi dasar rekrutmen CPNS dan PPPK mendatang.
Bagi instansi pemerintah, ini adalah panggilan untuk segera mengusulkan jumlah dan jenis jabatan ASN yang dibutuhkan. Proses ini harus diselesaikan paling lambat 31 Maret 2026 melalui aplikasi eformasi resmi pemerintah.
Apa yang Harus Dilakukan Instansi?
Instansi pemerintah wajib mengikuti serangkaian tahapan agar usulan formasi ASN 2026 bisa disetujui dan memenuhi kriteria pemerintah. Proses ini tidak hanya soal angka, tapi juga pertimbangan strategis.
1. Akses Sistem eformasi
Langkah pertama adalah mengakses sistem eformasi di https://formasi.menpan.go.id. Sistem ini menjadi pusat data pengajuan formasi ASN semua instansi.
2. Isi Data Usulan Formasi
Setiap instansi harus mengisi data jumlah dan jenis jabatan yang dibutuhkan. Data ini mencakup:
- Jumlah ASN yang dibutuhkan
- Jenis jabatan (fungsional, struktural, atau pelaksana)
- Lokasi penempatan
- Alasan kebutuhan berdasarkan beban kerja
3. Kumpulkan Sebelum 31 Maret 2026
Usulan harus dikirim sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan. Instansi yang terlambat tidak akan dipertimbangkan dalam rencana rekrutmen ASN 2026.
Prinsip Dasar Penentuan Formasi ASN 2026
Penyusunan kebutuhan ASN tidak dilakukan sembarangan. Ada beberapa prinsip yang menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam menentukan formasi ASN tahun depan.
Zero Growth Policy
Kebijakan zero growth tetap diterapkan. Artinya, penambahan ASN hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan dan sesuai dengan kemampuan anggaran negara. Ini adalah upaya menjaga efisiensi belanja pemerintah.
Prioritas Sektor Pelayanan Dasar
Beberapa sektor tetap menjadi prioritas, terutama:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pelayanan publik lainnya
Instansi yang mengusulkan formasi di bidang ini memiliki peluang lebih besar untuk disetujui.
Faktor Pendukung Penentuan Kebutuhan ASN
Selain prinsip utama, ada beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan formasi ASN tahun 2026.
Ketersediaan Anggaran
Anggaran menjadi faktor penentu utama. Instansi harus memastikan bahwa usulan formasi bisa disanggupi oleh APBN atau APBD masing-masing daerah.
Beban Kerja dan Kinerja Organisasi
Instansi yang memiliki beban kerja tinggi dan kinerja yang terbukti membutuhkan penambahan personel, akan lebih mudah mendapatkan persetujuan.
Kebijakan Nasional dan Daerah
Kebijakan pemerintah daerah maupun nasional juga menjadi pertimbangan. Misalnya, jika ada program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan SDM tambahan.
Dampak bagi Calon Pelamar CPNS dan PPPK
Langkah penyusunan formasi ini memiliki dampak langsung bagi calon pelamar CPNS dan PPPK di tahun 2026.
1. Penyesuaian Formasi dengan Kebutuhan
Formasi yang diajukan instansi akan menjadi dasar alokasi lowongan CPNS dan PPPK. Jika suatu instansi tidak mengajukan formasi, maka tidak akan ada lowongan untuk instansi tersebut.
2. Kesempatan di Sektor Prioritas Lebih Besar
Pelamar yang menargetkan instansi di sektor pendidikan dan kesehatan memiliki peluang lebih besar karena formasi di bidang ini tetap diprioritaskan.
3. Persaingan yang Lebih Selektif
Dengan prinsip zero growth, jumlah lowongan bisa lebih terbatas. Ini berarti persaingan akan semakin ketat dan seleksi akan lebih ketat.
Tabel Perbandingan Prioritas Formasi ASN 2026
Berikut adalah gambaran umum prioritas formasi berdasarkan sektor dan pertimbangan anggaran.
| Sektor | Prioritas | Pertimbangan Anggaran | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Pendidikan | Tinggi | Stabil | Kebutuhan guru dan tenaga pendidik |
| Kesehatan | Tinggi | Stabil | Tenaga medis dan paramedis |
| Infrastruktur | Sedang | Tergantung proyek | Hanya jika ada program prioritas |
| Administrasi | Rendah | Terbatas | Hanya jika ada kekosongan penting |
Catatan: Tabel ini merupakan estimasi berdasarkan kebijakan sebelumnya dan dapat berubah sesuai kondisi anggaran dan kebijakan terbaru.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini didasarkan pada surat resmi dari Kementerian PANRB tertanggal 12 Maret 2026. Namun, kebijakan dan anggaran bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi nasional dan prioritas pemerintah. Calon pelamar disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari situs eformasi dan situs resmi BKN.
Kesimpulan
Penyusunan kebutuhan ASN 2026 adalah langkah awal yang sangat penting dalam rangkaian rekrutmen CPNS dan PPPK. Instansi harus aktif mengusulkan formasi dengan mempertimbangkan prinsip zero growth dan prioritas sektor pelayanan dasar. Bagi calon pelamar, ini adalah waktu yang tepat untuk memantau perkembangan formasi dan mempersiapkan diri sedini mungkin.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













