Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Kosambi di Kota Bandung kembali jadi sorotan. Bukan karena keramaian atau keunikan lokasinya, tapi karena konsistensi harga bahan pokok yang masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini tentu jadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok tanpa harus khawatir terjebak harga mahal di tengah lonjakan permintaan jelang lebaran.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jawa Barat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Mereka memastikan bahwa harga komoditas di pasar tradisional ini tetap stabil dan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Daging sapi, ayam, hingga sayuran menjadi fokus utama dalam pengecekan kali ini.
Harga Bahan Pokok di Pasar Kosambi Tetap Terkendali
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa harga sejumlah bahan pokok masih berada dalam kategori aman. Tidak ada lonjakan drastis yang mencurigakan, apalagi penimbunan atau praktik curang lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berjalan dengan transparan dan sesuai regulasi.
Salah satu komoditas yang paling ditunggu-tunggu jelang lebaran adalah daging sapi. Di Pasar Kosambi, harga daging sapi masih berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, tergantung bagian. Harga ini sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Wirdhanto Hadicaksono, Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, menjelaskan bahwa ada beberapa pedagang yang menawarkan harga lebih tinggi. Namun, ini bukan karena pelanggaran, melainkan karena permintaan konsumen yang menginginkan daging dengan kualitas lebih baik, seperti sudah dibersihkan atau dipilihkan bagian tertentu.
“Kalau misalnya ada yang jual Rp160.000, itu karena permintaan masyarakat. Dagingnya lebih dipilih, lebih dibersihkan. Jadi bukan karena harga dasar naik, tapi karena treatment-nya,” ujar Wirdhanto.
1. Penjelasan Harga Daging Sapi di Pasar Kosambi
- Daging paha depan dan belakang dijual seharga Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
- Daging dengan perlakuan khusus seperti sudah dibersihkan atau dipilihkan bagian premium bisa sampai Rp160.000 per kilogram.
Perbedaan harga ini bukan pelanggaran, melainkan penyesuaian terhadap permintaan pasar. Masyarakat yang ingin praktis dan tidak repot mengolah daging biasanya lebih memilih opsi yang sudah siap masak.
2. Harga Daging Ayam dan Sayuran Masih Sesuai HET
Selain daging sapi, daging ayam juga menjadi perhatian utama. Untungnya, harga ayam di Pasar Kosambi masih stabil di angka Rp40.000 per kilogram. Angka ini sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang berlaku.
Sayuran seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan lainnya juga tidak mengalami kenaikan signifikan. Semua masih dalam batas wajar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
3. Peran Bulog dalam Menjaga Stabilitas Harga
Untuk memastikan pasokan tetap stabil, pemerintah melalui Bulog terus berperan sebagai penyalur utama bahan pokok. Bagi pedagang yang belum mendapatkan pasokan dari Bulog, Satgas Pangan siap membantu dengan memfasilitasi perizinan agar bisa langsung mengambil stok dari sumber resmi.
Langkah ini penting untuk menjaga agar harga tetap terkendali dan tidak terjadi praktik monopoli atau penimbunan di tengah masyarakat.
4. Sanksi Tegas bagi Pelanggar HET
Satgas Pangan tidak main-main soal pengawasan harga. Jika ditemukan adanya pelanggaran seperti menaikkan harga secara semena-mena atau melakukan penimbunan, pihaknya akan langsung melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau ada pelanggaran, kita akan tindak tegas. Termasuk juga dari distributor, RPH, dan pihak-pihak terkait lainnya,” tegas Wirdhanto.
5. Masyarakat Diminta Waspada dan Laporkan Pelanggaran
Masyarakat juga punya peran penting dalam menjaga stabilitas harga. Jika menemukan harga yang mencurigakan atau tidak sesuai HET, disarankan untuk segera melaporkan ke hotline resmi Satgas Pangan. Informasi ini akan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.
Hotline ini akan disosialisasikan melalui media sosial resmi Satgas Pangan Jawa Barat. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor jika menemukan ketidakwajaran harga di pasar.
Tabel Harga Bahan Pokok di Pasar Kosambi (HET)
Berikut adalah rincian harga eceran tertinggi beberapa bahan pokok yang berlaku di Pasar Kosambi menjelang Idulfitri:
| Komoditas | Harga Eceran Tertinggi (HET) |
|---|---|
| Daging sapi (paha depan/belakang) | Rp130.000 – Rp140.000/kg |
| Daging sapi premium (sudah dibersihkan) | Rp160.000/kg |
| Daging ayam | Rp40.000/kg |
| Bawang merah | Rp32.000/kg |
| Bawang putih | Rp28.000/kg |
| Cabai merah | Rp45.000/kg |
| Cabai rawit | Rp50.000/kg |
| Minyak goreng kemasan 1 liter | Rp18.000/liter |
| Beras premium | Rp15.000/kg |
Catatan: Harga di atas berlaku sesuai ketentuan HET dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah dan kondisi pasar.
Kesimpulan
Menjelang Idulfitri, Pasar Kosambi Bandung tetap menjadi contoh pasar yang menjaga kestabilan harga bahan pokok. Dengan pengawasan ketat dari Satgas Pangan dan partisipasi aktif masyarakat, harga tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan yang berlebihan.
Namun, tetap perlu kewaspadaan. Pasar dinamis, dan harga bisa berubah kapan saja. Oleh karena itu, pengawasan terus dilakukan agar masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang dan terhindar dari praktik jual beli yang tidak wajar.
Disclaimer: Harga dan informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan kondisi pasar setempat.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.







