Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, menjadi momen penting untuk memastikan kesiapan pelabuhan tersibuk di Indonesia menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H. Selain meninjau langsung operasional di lapangan, Djaka juga memastikan bahwa pelayanan dan pengawasan tetap berjalan optimal, terutama di tengah lonjakan arus barang jelang hari raya.
Dalam kesempatan tersebut, Djaka didampingi oleh jajaran Direktur Teknis Bea Cukai. Ia meninjau sejumlah titik strategis di area pelabuhan, seperti Main Office, TPFT Graha, dan Longroom. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan kelancaran proses pemeriksaan dokumen serta pengawasan barang. Kunjungan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap efektivitas penerapan teknologi dan sistem pelayanan terkini.
Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi
Menjelang momen puncak arus barang menjelang Lebaran, fokus utama Djaka adalah pada penguatan integritas di lingkungan Bea Cukai. Dalam arahan kepada para pejabat struktural dan fungsional, ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan menjauhkan praktik koruptif. Djaka memerintahkan agar fungsi Kepatuhan Internal (KI) diperkuat sebagai benteng pertama dalam mencegah penyimpangan.
Selama pegawai bekerja secara profesional dan tidak mengambil keuntungan pribadi, Bea Cukai akan memberikan pendampingan penuh jika terjadi pemeriksaan dari aparat pengawas. Penegasan ini menjadi bagian dari komitmen jajaran pimpinan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan transparan.
1. Hindari Interaksi Langsung yang Berisiko
Djaka juga mengingatkan pentingnya menghindari interaksi langsung antara petugas dan pelaku usaha. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir potensi gratifikasi atau benturan kepentingan. Digitalisasi menjadi solusi utama yang terus didorong untuk mengurangi interaksi fisik yang rawan manipulasi.
2. Tidak Ada Perlakuan Istimewa untuk Pengusaha Tertentu
Petugas di lapangan juga diminta untuk tidak memberikan perlakuan istimewa kepada pengusaha atau freight forwarder tertentu. Keadilan dalam pelayanan menjadi prinsip utama yang harus dijaga agar tidak merugikan pihak lain dan menjaga citra Bea Cukai.
3. Mitigasi Cepat terhadap Isu Negatif
Kepala kantor diminta untuk proaktif dalam menghadapi isu-isu yang dapat merusak citra organisasi. Penanganan cepat terhadap keluhan atau isu negatif menjadi bagian dari strategi pengelolaan reputasi yang efektif.
Optimalisasi Teknologi AI dalam Pelayanan Bea Cukai
Selain soal integritas, Djaka juga menyoroti pentingnya optimalisasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), dalam mempercepat dan meningkatkan akurasi pelayanan. KPU BC Tanjung Priok, yang dipimpin oleh Dwi Teguh Wibowo, telah mengintegrasikan Trade AI dalam proses penetapan Surat Penetapan Tarif dan Nilai Pabean (SPTNP).
1. Penggunaan AI untuk Mengurangi Kesalahan Manual
Meski masih dalam tahap penyempurnaan, penggunaan AI diharapkan mampu meminimalkan kesalahan umum seperti salah tarif, nilai barang, jumlah, hingga jenis komoditas. Dengan begitu, proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan akurat.
2. Pengembangan Aplikasi Mandiri Menjadi Nasional
Direktorat Informasi dan Komunikasi serta Direktorat Kepatuhan Internal tengah menginventarisasi aplikasi mandiri dari unit-unit vertikal. Aplikasi-aplikasi ini akan dikembangkan menjadi aplikasi nasional untuk efisiensi anggaran dan standarisasi layanan di seluruh kantor Bea Cukai.
Kesiapan Operasional Selama Libur Lebaran
Menjelang libur panjang Lebaran, pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan tanpa henti. Djaka memastikan bahwa mekanisme shifting atau pergantian petugas telah disiapkan dengan matang agar tidak terjadi penumpukan barang. Kondisi ini penting untuk menjaga kepuasan pengguna jasa dan mencegah kerugian ekonomi.
1. Sistem Shift yang Terencana
Petugas dibagi dalam beberapa shift untuk memastikan pelayanan 24 jam tetap berjalan. Sistem ini dirancang untuk menjaga konsistensi kinerja meski dalam kondisi beban kerja tinggi.
2. Siaga Personel Cadangan dari Kantor Pusat
Jika terjadi lonjakan luar biasa, Djaka membuka kemungkinan untuk mengerahkan personel cadangan dari kantor pusat. Langkah ini menjadi antisipasi agar tidak ada hambatan dalam proses clearance barang.
Komitmen Jangka Panjang untuk Peningkatan Layanan
Kunjungan kerja Djaka ke KPU BC Tanjung Priok ditutup dengan komitmen bersama untuk terus melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kebijakan yang diterbitkan. Tujuannya jelas: menjaga kepuasan pengguna jasa dan mendukung stabilitas ekonomi nasional menjelang hari raya.
1. Evaluasi Berkala terhadap Kebijakan Baru
Setiap kebijakan yang diterapkan akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan efisiensinya. Evaluasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk stakeholder internal dan eksternal.
2. Peningkatan Kolaborasi Antarunit
Kolaborasi antarunit vertikal dan horizontal menjadi fokus utama untuk menciptakan sinergi dalam pelayanan. Dengan begitu, setiap proses bisa berjalan lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Tabel: Perbandingan Efisiensi Pelayanan Sebelum dan Sesudah Implementasi AI
| Aspek | Sebelum AI | Sesudah AI |
|---|---|---|
| Waktu Proses SPTNP | 2-3 hari kerja | 1 hari kerja |
| Tingkat Kesalahan Manual | Tinggi | Rendah |
| Interaksi Petugas-Pengusaha | Langsung | Terdigitalisasi |
| Kepuasan Pengguna Jasa | 75% | 90% |
Implementasi AI tidak hanya mempercepat proses, tapi juga meningkatkan akurasi dan kepuasan pengguna jasa. Data di atas menunjukkan perubahan signifikan dalam efisiensi pelayanan setelah penerapan teknologi ini.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kebijakan Bea Cukai dan kondisi lapangan. Data yang disajikan merupakan estimasi dan kondisi saat kunjungan berlangsung pada Maret 2026.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.









