Finansial

PermataBank (BNLI) Tekan Pertumbuhan Berkelanjutan demi Peningkatan Status ke KBMI IV

Rista Wulandari
×

PermataBank (BNLI) Tekan Pertumbuhan Berkelanjutan demi Peningkatan Status ke KBMI IV

Sebarkan artikel ini
PermataBank (BNLI) Tekan Pertumbuhan Berkelanjutan demi Peningkatan Status ke KBMI IV

PermataBank (BNLI) tengah mengarahkan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan daripada mengejar target kelas ke KBMI IV secara agresif. Meski demikian, bank yang saat ini berada di kelompok KBMI III ini tetap membuka peluang untuk naik kelas jika memang sudah mencapai ambang batas permodalan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa (OJK).

ini diambil karena naik kelas ke KBMI IV bukan sekadar soal pencapaian angka . Lebih dari itu, itu adalah cerminan dari yang stabil, manajemen risiko baik, serta pertumbuhan bisnis yang sehat. Dalam pandangan manajemen, naik kelas harus terjadi secara alami, bukan dipaksakan.

Strategi PermataBank Menuju KBMI IV

1. Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

PermataBank tidak ingin terburu-buru naik kelas. Bank lebih memilih memperkuat fondasi bisnisnya agar mampu tumbuh secara konsisten. Pendekatan ini dianggap lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

2. Memperkuat Modal Inti Secara Alami

Target modal inti untuk masuk ke KBMI IV adalah di atas Rp 70 triliun. Saat ini, posisi modal inti PermataBank berada di angka Rp 54,63 triliun. Bank berencana menaikkan angka ini melalui peningkatan laba yang sehat dan optimalisasi struktur permodalan.

3. Menjaga Kualitas Aset dan Likuiditas

Selain modal inti, kualitas aset juga menjadi parameter penting. PermataBank terus memperhatikan rasio kredit macet dan melakukan manajemen risiko yang ketat agar tetap layak untuk naik kelas.

Kondisi Keuangan PermataBank Akhir Tahun Lalu

Komponen Nilai (Rp Triliun) Keterangan
Modal Inti 54,63 Naik dari 50,99 tahun sebelumnya
Laba Bersih 3,59 Tumbuh 0,59% YoY
Total Aset 268,34 Naik 3,58% YoY
Total 163,33 Naik 5,46% YoY
(DPK) 192,81 Naik 3,93% YoY

Dinamika Pendanaan dan Pembiayaan

PermataBank mencatat pertumbuhan positif pada dana murah. Giro naik 20,26% menjadi Rp 73,69 triliun dan tabungan naik 19,96% menjadi Rp 49,48 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah semakin percaya menempatkan dana di bank ini.

Sementara itu, yang biasanya dianggap sebagai dana mahal justru mengalami penurunan sebesar 16,10% menjadi Rp 69,64 triliun. Penurunan ini bisa jadi indikasi bahwa bank lebih fokus pada pengelolaan dana murah yang lebih efisien.

Tantangan di Balik Pertumbuhan

Meski pertumbuhan dana murah positif, pendapatan bunga bersih (NII) bank justru sedikit terkoreksi. NII turun 1,97% menjadi Rp 10,02 triliun. Penyebabnya adalah turunnya pendapatan bunga sebesar 1,04% dan naiknya beban bunga sebesar 0,33%.

Selain itu, beban impairment juga naik dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,79 triliun. Lonjakan ini memberi tekanan pada laba operasional yang hanya naik tipis 0,57% menjadi Rp 4,62 triliun.

Target Regulator dan Ambisi Bank

OJK memiliki target agar jumlah bank di KBMI IV bisa mencapai sepuluh bank pada 2027. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem perbankan nasional dan mendukung stabilitas makroekonomi.

PermataBank menyambut baik arahan tersebut. Namun, bank tidak ingin terlihat terburu-buru. Kenaikan kelas harus didukung oleh kinerja yang solid, bukan hanya pencapaian angka.

Potensi Dampak bagi Stakeholder

Naik kelas ke KBMI IV bukan hanya soal prestise bagi bank. Ini juga membawa dampak nyata bagi berbagai pihak:

1. Nasabah

Nasabah bisa merasakan peningkatan kualitas layanan, kepercayaan terhadap bank meningkat, serta akses ke produk-produk finansial yang lebih luas.

2. Investor

Investor akan melihat potensi dividen yang lebih besar dan prospek pertumbuhan yang lebih stabil. Ini bisa meningkatkan minat beli saham BNLI di pasar modal.

3. Regulator

Bagi OJK, semakin banyak bank di kategori KBMI IV berarti semakin kuat sistem perbankan nasional. Ini juga membantu dalam pengawasan dan mitigasi risiko sistemik.

Roadmap Menuju KBMI IV

1. Tingkatkan Efisiensi Operasional

Bank harus terus menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas tim. Ini penting agar margin keuntungan tetap sehat.

2. Perluas Basis Nasabah

Memperbanyak nasabah baru, terutama dari segmen ritel dan mikro, menjadi kunci pertumbuhan dana murah yang berkelanjutan.

3. Optimalkan Digital Banking

bukan opsi lagi, tapi keharusan. PermataBank harus memastikan platform digital mereka user-friendly dan aman.

4. Tingkatkan Kualitas SDM

SDM yang kompeten sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Pelatihan dan pengembangan harus terus digiatkan.

5. Jaga Kesehatan Permodalan

Bank harus terus memperkuat struktur modalnya, baik dari sisi Tier 1 maupun Tier 2, agar siap naik kelas kapan pun saatnya tiba.

Kesimpulan

PermataBank saat ini memilih jalur yang lebih hati-hati dalam mengejar target naik kelas ke KBMI IV. Fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan kualitas aset, serta optimalisasi pendanaan menjadi prioritas utama. Langkah ini dinilai lebih bijak daripada terburu-buru demi mencapai target regulator.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PermataBank dan OJK per Desember 2025. Informasi ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan kinerja bank dan kebijakan regulator.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.