Bisnis UMKM di Tanah Air terus menunjukkan perkembangan yang menarik, terutama lewat berbagai program inkubasi seperti Juragan Jaman Now (JJN). Mentor dari JJN, Tom MC Ifle, baru-baru ini membagikan pandangan menarik soal kesalahan umum yang kerap dilakukan pelaku usaha kecil. Menurutnya, banyak UMKM gagal berkembang bukan karena kurangnya ide, tapi karena kurang fokus dan terlalu tergesa-gesa dalam ekspansi.
Salah satu kisah yang menjadi sorotan adalah perjalanan bisnis Adrian Tandhyka Gemiarto, pencetus Gutday Fermentary. Produk minuman probiotiknya berhasil naik kelas setelah mengikuti JJN season 4. Coach Tom melihat bahwa Adrian memiliki fondasi ilmu yang kuat, ditambah kemampuan mengeksekusi masukan mentor dengan baik.
Kesalahan Klasik yang Sering Terjadi pada UMKM
Dalam dunia kewirausahaan, banyak pelaku usaha terjebak pada pola pikir yang sama. Padahal, kesalahan kecil bisa berdampak besar pada pertumbuhan bisnis. Coach Tom menyoroti beberapa kesalahan klasik yang masih kerap terjadi di kalangan pelaku UMKM.
1. Tidak Fokus pada Bisnis Utama
Salah satu kesalahan besar yang sering terjadi adalah kurangnya fokus. Banyak pelaku UMKM ingin mengembangkan banyak hal sekaligus. Padahal, sumber daya yang dimiliki terbatas. Hasilnya, bisnis tidak berkembang secara maksimal karena energi dan perhatian terbagi ke berbagai arah.
2. Ekspansi Bisnis yang Premature
Ekspansi memang penting, tapi tidak boleh dilakukan terlalu dini. Coach Tom menegaskan bahwa banyak UMKM gagal karena terlalu cepat melebarkan sayap sebelum struktur bisnisnya kuat. Akibatnya, cash flow terganggu dan laporan keuangan menjadi tidak sehat.
3. Menutup Diri terhadap Masukan
Seorang pengusaha harus memiliki pikiran terbuka. Coach Tom menekankan pentingnya menerima kritik dan saran dari mentor atau pihak lain. Bisnis yang berkembang adalah bisnis yang terbuka terhadap perubahan dan pembelajaran.
Potensi Bisnis Kesehatan Pasca Pandemi
Setelah pandemi, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Ini membuka peluang besar bagi produk-produk kesehatan seperti minuman probiotik. Gutday Fermentary, misalnya, berhasil menangkap peluang ini dengan baik.
Produk Adrian tidak hanya enak, tapi juga dikemas secara menarik dan modern. Coach Tom menyebut bahwa kemasan dan konsep bisnisnya sangat scalable. Artinya, bisnis ini punya potensi untuk berkembang ke pasar yang lebih luas.
Perjalanan Adrian dan Gutday Fermentary
Adrian Tandhyka Gemiarto bukan sosok sembarangan. Lulusan S3 bidang imunologi ini membawa pengetahuan mendalam ke dalam bisnisnya. Saat pertama kali tampil di JJN season 4, Adrian langsung menarik perhatian para panelis.
Produknya yang unik dan rasanya yang menyegarkan membuat para juri melihat potensi besar. Ditambah strategi branding dan pemasaran digital yang kuat, Gutday Fermentary kini dikenal luas di kalangan konsumen urban.
1. Penguatan Branding
Salah satu hal yang dilakukan Adrian setelah masukan dari mentor adalah memperkuat branding. Ia memastikan bahwa pesan merek Gutday Fermentary jelas dan konsisten di semua kanal.
2. Konten Digital yang Menarik
Adrian juga fokus membangun konten digital yang edukatif dan engaging. Ini membantu menarik perhatian konsumen yang peduli pada kesehatan dan gaya hidup sehat.
3. Peningkatan Distribusi
Dengan bimbingan mentor, Adrian mampu memperluas distribusi produknya ke berbagai channel offline dan online. Ini membuka akses lebih luas bagi konsumen untuk menikmati Gutday.
Perbandingan Sebelum dan Sesudah Mengikuti JJN
| Aspek | Sebelum JJN | Setelah JJN |
|---|---|---|
| Fokus Bisnis | Tersebar | Terarah |
| Strategi Pemasaran | Terbatas | Terstruktur |
| Branding | Kurang kuat | Mudah dikenali |
| Distribusi | Lokal | Nasional (mulai berkembang) |
| Pendekatan Digital | Minim | Kuat dan aktif |
Persiapan Peserta JJN Season 5 yang Lebih Matang
Menurut Coach Tom, peserta JJN season 5 datang dengan persiapan yang jauh lebih baik. Mereka sudah belajar dari kisah sukses dan kegagalan peserta sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa ekosistem UMKM di Indonesia semakin berkembang dan siap naik kelas.
1. Lebih Siap dari Sisi Strategi
Peserta kini datang dengan strategi bisnis yang lebih matang. Mereka tidak hanya membawa produk, tapi juga rencana pengembangan yang realistis.
2. Lebih Terbuka terhadap Kritik
Banyak peserta kini lebih siap menerima masukan. Mereka memahami bahwa kritik adalah bagian dari proses belajar dan pertumbuhan bisnis.
3. Lebih Sadar akan Pentingnya Fokus
Pelaku usaha saat ini lebih paham bahwa fokus adalah kunci. Mereka tidak ingin terjebak pada kesalahan klasik yang menyebabkan bisnis mandek di tengah jalan.
Tips dari Coach Tom untuk Pengembangan Bisnis UMKM
Coach Tom tidak hanya mengidentifikasi masalah, tapi juga memberikan solusi yang bisa diterapkan langsung. Berikut beberapa tips penting yang ia sampaikan:
1. Fokus pada Produk Terkuat
Pilih satu produk yang paling menjanjikan dan kembangkan secara maksimal. Jangan tergoda untuk mengembangkan banyak produk sekaligus.
2. Bangun Fondasi Bisnis yang Kuat
Pastikan struktur bisnis, termasuk manajemen keuangan dan operasional, sudah solid sebelum berpikir untuk ekspansi.
3. Gunakan Digital untuk Edukasi dan Penjualan
Manfaatkan media sosial dan platform digital untuk membangun brand awareness dan menjual produk secara efektif.
4. Terima Masukan dengan Tangan Terbuka
Jangan merasa sudah tahu semua. Dengarkan mentor, pelanggan, dan stakeholder lainnya untuk terus berkembang.
Kesimpulan
Perjalanan Adrian dan Gutday Fermentary menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di pasar nasional bahkan global. Namun, kesuksesan tidak datang begitu saja. Butuh fokus, strategi yang tepat, serta kemampuan belajar dari masukan.
Program seperti Juragan Jaman Now memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk belajar langsung dari mentor berpengalaman. Kesalahan klasik bisa dihindari jika pengusaha bersedia membuka diri dan terus berkembang.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari tayangan Metro TV dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan program Juragan Jaman Now serta kondisi pasar yang dinamis.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













