PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memberi isyarat kuat akan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali selama tahun buku 2026. Rencana ini diungkap langsung oleh Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, saat menyampaikan paparan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 beberapa waktu lalu.
Jika berjalan sesuai rencana, pembayaran dividen interim akan dilakukan secara rutin tiap akhir kuartal. Artinya, pemegang saham bisa mendapat tambahan income lebih cepat dibandingkan sistem pembagian dividen tunggal di akhir tahun.
Strategi Dividen BCA Menuju Tahun Buku 2026
Langkah strategis ini menunjukkan komitmen BCA untuk terus memberikan return yang menarik kepada para investor. Apalagi, jika melihat track record bank asal Jakarta Pusat ini, konsistensi dalam pembagian dividen memang sudah jadi ciri khasnya.
BCA tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tapi juga pada distribusi laba yang transparan dan terjadwal. Hal ini tentu memberikan keyakinan ekstra bagi investor yang memilih BBCA sebagai instrumen investasi jangka panjang.
1. Rencana Pembagian Dividen Interim Triwulanan
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menyatakan bahwa dividen interim akan dibagikan tiga kali dalam satu tahun buku. Pembagian ini akan dilakukan secara periodik, yakni setiap akhir kuartal.
Model seperti ini memungkinkan investor untuk mendapatkan return secara bertahap. Sehingga, tidak semua laba ditahan sampai akhir tahun, tapi langsung dinikmati sepanjang periode pelaporan keuangan.
2. Syarat Utama: Kondisi Keuangan yang Mendukung
Meski sudah merancang skema pembagian dividen interim triwulanan, BCA tetap mempertimbangkan stabilitas finansial. Rencana ini baru akan dieksekusi jika kondisi keuangan bank memungkinkan.
Artinya, laba bersih yang dihasilkan harus cukup besar untuk menutup segala kebutuhan operasional, modal inti, hingga alokasi dividen. Ini adalah langkah antisipatif agar distribusi laba tidak mengganggu kesehatan keuangan jangka panjang bank.
3. Persetujuan Dewan Komisaris Jadi Kunci
Selain faktor internal, rencana pembagian dividen interim juga harus mendapat lampu hijau dari Dewan Komisaris. Proses ini memastikan bahwa keputusan manajemen sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Dengan adanya mekanisme ini, investor punya jaminan bahwa setiap keputusan terkait dividen tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui proses evaluasi yang ketat.
Catatan Performa Keuangan BCA di Tahun Buku 2025
Sebelum membahas lebih lanjut soal rencana dividen 2026, penting untuk melihat bagaimana performa BCA di tahun buku sebelumnya. Di tahun 2025, bank ini mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp57,56 triliun.
Angka ini naik 4,94% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp54,85 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa meskipun berada di tengah tekanan makro ekonomi global, BCA tetap mampu menjaga performa bisnisnya.
Pembagian Dividen Tunai 2025 Capai Rp336 per Saham
Dari laba yang diraih, BCA memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp41,3 triliun atau setara Rp336 per saham. Jumlah ini merupakan bagian dari total dividen yang dibagikan sepanjang tahun.
Sebelumnya, BCA juga telah menyalurkan dividen interim senilai Rp6,77 triliun. Artinya, sisa pembayaran dividen tunai mencapai Rp34,5 triliun yang disalurkan pada akhir tahun.
Dividend Payout Ratio Naik Jadi 72%
Total dividen yang dibagikan setara dengan 72% dari laba bersih tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 67,4%.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa BCA semakin percaya diri dengan kondisi keuangannya. Meski alokasi laba untuk dividen meningkat, bank tetap menyisihkan sebagian sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Rekor Historis Dividen BCA
Bank swasta terbesar di Indonesia ini punya rekam jejak panjang dalam hal pembagian dividen. Konsistensinya membuat BBCA menjadi primadona investor pasar modal Tanah Air.
Tidak tanggung-tanggung, BCA kerap membagikan dividen dengan nilai yang kompetitif. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, rasio payout-nya sering melebihi 65% dari laba bersih.
Tabel Historis Pembagian Dividen BCA (2023 – 2025)
| Tahun | Total Dividen per Saham | Total Dividen (Triliun) | Dividen Interim | Dividen Tunai | Payout Ratio |
|---|---|---|---|---|---|
| 2023 | Rp270 | Rp33,28 | Rp42,5 | Rp227,5 | 68,4% |
| 2024 | Rp300 | Rp36,98 | Rp50 | Rp250 | 67,4% |
| 2025 | Rp336 | Rp41,3 | Rp55 | Rp281 | 72% |
Catatan:
- Dividen Interim = Dividen yang dibayarkan sebelum RUPS.
- Dividen Tunai = Dividen yang disalurkan setelah RUPS.
- Payout Ratio = Persentase laba bersih yang dialokasikan sebagai dividen.
Mengapa Investor Semakin Antusias dengan BBCA?
Salah satu daya tarik utama BBCA adalah konsistensi dalam memberikan return kepada investor. Selain itu, bank ini juga memiliki fundamental yang kuat, termasuk aset berkualitas, NPL rendah, dan efisiensi biaya operasional.
Investor jangka panjang cenderung betah menahan saham BBCA karena dua alasan utama:
- Return yang stabil lewat dividen.
- Potensi capital gain dari apresiasi harga saham.
Apalagi, jika melihat grafik pergerakan harga BBCA di bursa, saham ini kerap menjadi sorotan investor asing maupun domestik.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari pengumuman resmi emiten serta catatan rapat umum pemegang saham. Nilai-nilai dividen, laba bersih, dan payout ratio dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi keuangan perseroan dan kebijakan korporasi di masa mendatang. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi dari BCA atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk informasi terbaru.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













