Entertaiment

Standar Verifikasi Steam Machine Justru Berbeda dari Perkiraan Umum Pengguna

Rista Wulandari
×

Standar Verifikasi Steam Machine Justru Berbeda dari Perkiraan Umum Pengguna

Sebarkan artikel ini
Standar Verifikasi Steam Machine Justru Berbeda dari Perkiraan Umum Pengguna

Valve memang dikenal sebagai perusahaan yang punya visi unik dalam mengembangkan ekosistem gaming. Dengan besar dari platform Steam, mereka punya fleksibilitas untuk bereksperimen tanpa terlalu khawatir soal profit instan. Salah satu proyek ambisius mereka adalah Steam Machine—komputer gaming berbasis Linux yang dirancang untuk pengalaman bermain di besar.

Tapi ternyata, standar verifikasi untuk perangkat ini nggak semenakit yang dibayangkan. Meski hardware-nya lebih dari Steam Deck, syarat-syarat agar sebuah game dapat label “Steam Machine Verified” justru lebih longgar dari yang diperkirakan banyak orang.

Standar Verifikasi Game di Steam Machine

Sebelum masuk ke detail teknis, penting untuk pahami dulu bahwa Valve punya pendekatan unik dalam menjamin kompatibilitas game. Mereka nggak cuma ngeliat performa mentah, tapi juga pengalaman secara keseluruhan—termasuk input, UI, dan responsivitas.

Berikut ini beberapa poin penting soal standar verifikasi game di Steam Machine yang diungkapkan langsung oleh Valve dalam presentasi di Game Developers Conference (GDC).

1. Semua Game Steam Deck Verified Otomatis Verified di Steam Machine

Valve nggak perlu repot lagi ngecek satu per satu game yang udah lolos uji di Steam Deck. Artinya, jika sebuah game bisa berjalan mulus di Steam Deck, maka game itu juga bisa dianggap aman di Steam Machine.

Ini jadi keputusan logis, karena keduanya menggunakan basis sistem yang sama—SteamOS dan Proton—yang memudahkan proses verifikasi lintas perangkat.

2. Ekspektasi Input Tetap Sama dengan Steam Deck

Meskipun Steam Machine bisa punya kontroler eksternal atau keyboard, Valve tetap mengacu pada standar input Steam Deck. Ini berarti game harus tetap bisa dimainkan dengan kontroler, tanpa harus mengandalkan keyboard dan mouse eksklusif.

Ini penting karena salah satu tujuan Steam Machine adalah memberikan pengalaman di layar besar, bukan seperti gaming tradisional.

3. Target Performa Minimum: 30 FPS di Resolusi 1080p

Nah, di sinilah yang mungkin bikin beberapa gamer kaget. Valve hanya menetapkan target minimal 30 FPS di resolusi 1080p agar sebuah game bisa dapat label “Verified”.

Padahal hardware Steam Machine bisa jauh lebih kuat dari Steam Deck. Tapi Valve lebih fokus pada pengalaman daripada mengejar angka FPS tinggi.

4. Performa Steam Machine Diperkirakan 6x Lebih Cepat dari Steam Deck

Meski standar verifikasinya rendah, Valve bilang bahwa performa Steam Machine bisa mencapai 6x lipat dari Steam Deck. Artinya, game yang hanya bisa jalan 30 FPS di Deck bisa tembus 60 FPS atau lebih di Steam Machine.

Tapi tetap saja, target minimumnya tetap 30 FPS. Jadi, game yang berat pun bisa tetap lolos verifikasi selama bisa memenuhi standar dasar itu.

5. Tidak Ada Uji Kelayakan Resolusi atau Keterbacaan Layar

Valve nggak memeriksa apakah UI game bisa dibaca jelas di layar besar atau tidak. Ini agak mengejutkan, karena salah satu tujuan Steam Machine adalah untuk gaming di .

Jadi, meskipun game bisa jalan lancar, belum tentu tampilan antarmukanya nyaman dilihat dari jarak jauh. Ini bisa jadi catatan penting buat developer yang ingin game mereka benar-benar siap untuk pengalaman layar besar.

6. API Terbaru Harus Digunakan untuk Deteksi Hardware

Game yang ingin dapat label Verified harus menggunakan API terbaru agar bisa mendeteksi hardware dengan benar. Ini penting untuk memastikan game bisa beradaptasi dengan berbagai konfigurasi Steam Machine yang mungkin berbeda-beda.

Perbandingan Standar Verifikasi Steam Deck vs Steam Machine

Berikut tabel antara standar verifikasi di Steam Deck dan Steam Machine:

Aspek Steam Deck Verified Steam Machine Verified
Target FPS 30–60 FPS (tergantung game) Minimal 30 FPS
Resolusi Uji 800×1280 (layar internal) 1080p
Input Kontroler eksklusif didukung Harus kompatibel kontroler
Uji UI/Layar Ya Tidak
Performa Hardware Disesuaikan dengan Deck Hingga 6x lebih cepat
API Disarankan terbaru Harus menggunakan API terbaru

Steam Frame Verified: Standar untuk Perangkat VR

Selain Steam Machine, Valve juga punya standar verifikasi untuk perangkat VR mereka, yaitu Steam Frame. Ini juga bagian dari ekosistem Steam Hardware yang sedang dikembangkan.

Beberapa syarat untuk dapat label Steam Frame Verified antara lain:

  • Game harus dioptimalkan untuk VR.
  • Performa stabil di resolusi dan refresh rate perangkat.
  • Tidak ada motion sickness atau efek negatif pada pengguna.
  • Input VR seperti tracking tangan dan kontroler harus responsif.

Meski detail lengkap belum dirilis, Valve menekankan bahwa mereka ingin pengalaman VR tetap nyaman dan aman untuk semua pengguna.

Apa Arti Standar Ini Buat Developer dan Pengguna?

Dengan standar yang lebih longgar, Valve membuka jalan bagi lebih banyak game untuk bisa berjalan di Steam Machine. Ini tentu positif buat ekosistem, karena semakin banyak game yang kompatibel, semakin menarik perangkat ini buat pengguna.

Tapi di sisi lain, pengguna mungkin perlu lebih selektif memilih game yang benar-benar dioptimalkan untuk pengalaman layar besar. Terutama soal UI dan kontrol, karena itu nggak masuk dalam kriteria verifikasi resmi.

Disclaimer

Informasi dalam ini bersumber dari presentasi Valve di GDC dan bisa berubah sewaktu-waktu seiring pengembangan Steam Machine dan ekosistem Steam Hardware lainnya. Standar verifikasi ini juga bisa diperbarui tanpa pemberitahuan resmi, tergantung hasil uji coba dan umpan balik dari developer serta pengguna.

Valve memang punya cara unik dalam membangun ekosistem gaming yang inklusif dan fleksibel. Tapi, seperti biasa, ada trade-off antara kemudahan akses dan kualitas pengalaman akhir. Yang jelas, ini bukan akhir dari inovasi mereka—malah bisa jadi awal dari era baru gaming di ruang tamu.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.