Investor pemegang saham BNI (BBNI) mendapat kabar gembira soal pembagian dividen tunai yang akan segera cair. Bank pelat merah ini berencana membagikan dividen sebesar Rp 349,41 per saham, dengan total nilai pembayaran mencapai Rp 13,03 triliun. Angka ini setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasi BNI di tahun buku 2025.
Pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026. Saham-saham BNI yang berhak atas pembagian ini adalah saham yang masih tercatat di akhir perdagangan pada 26 Maret 2026. Dengan harga penutupan saham BNI di level Rp 4.290 per saham, dividen yield yang ditawarkan mencapai sekitar 8,14%.
Jadwal Pembagian Dividen BNI (BBNI) 2026
Sebelum menunggu cairnya dividen, penting untuk memahami jadwal lengkapnya. Ada beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan bagian dari laba BNI.
1. Tanggal Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi
Tanggal ini ditetapkan pada 17 Maret 2026. Artinya, pembelian saham BNI sebelum atau pada tanggal ini masih berhak mendapat dividen.
2. Tanggal Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi
Pada 25 Maret 2026, saham BNI akan memasuki masa ex dividen. Transaksi pembelian saham pada atau setelah tanggal ini tidak berhak atas pembagian dividen tunai.
3. Tanggal Cum Dividen Pasar Tunai
Untuk pasar tunai, tanggal cum dividen ditetapkan pada 26 Maret 2026. Saham yang dibeli sebelum atau pada hari ini masih berhak mendapat dividen.
4. Tanggal Ex Dividen Pasar Tunai
Tanggal ex dividen untuk pasar tunai adalah 27 Maret 2026. Pembelian saham pada atau setelah tanggal ini tidak lagi mendapatkan hak atas dividen.
5. Recording Date Pemegang Saham
Recording date ditetapkan pada 26 Maret 2026. Hanya pemegang saham yang tercatat pada hari itu yang berhak menerima pembayaran dividen.
6. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai
Dividen tunai akan cair pada 7 April 2026. Semua pemegang saham yang memenuhi syarat akan menerima pembayaran langsung ke rekening efek masing-masing.
Perhitungan Yield Dividen BNI
Dengan harga saham BNI di kisaran Rp 4.290 per saham, dividen sebesar Rp 349,41 memberikan yield sekitar 8,14%. Angka ini tergolong menarik, terutama jika dibandingkan dengan instrumen investasi tetap lainnya seperti deposito atau obligasi ritel.
Yield dividen ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor, terutama yang mencari pendapatan pasif dari portofolio sahamnya. Semakin tinggi yield-nya, semakin besar potensi pengembalian yang bisa didapat dari investasi saham.
Perbandingan Dividen BNI dengan Emiten Lain
Untuk memberikan gambaran lebih luas, berikut adalah perbandingan dividen BNI dengan beberapa emiten lain yang baru-baru ini mengumumkan pembagian dividen.
| Emiten | Dividen per Saham | Yield (%) | Tanggal Pembayaran |
|---|---|---|---|
| BNI (BBNI) | Rp 349,41 | 8,14% | 7 April 2026 |
| BUDI | Rp 7 | 3% | 11 Desember 2025 |
| BOLT | Rp 25 | 5,5% | Awal Maret 2026 |
| DGWG | Rp 10 | 4,2% | Februari 2026 |
| SICO | Rp 12 | 6,8% | Maret 2026 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa dividen BNI menawarkan yield yang relatif tinggi dibandingkan emiten lain. Ini menunjukkan bahwa BNI masih menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari return melalui pembagian dividen.
Syarat dan Ketentuan Mendapat Dividen BNI
Agar bisa mendapatkan pembagian dividen, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemegang saham. Syarat utama adalah kepemilikan saham hingga batas waktu tertentu.
Pertama, saham harus dimiliki paling lambat pada tanggal ex dividen, yaitu 25 Maret 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi, serta 27 Maret 2026 untuk pasar tunai. Kedua, nama pemilik saham harus tercatat dalam daftar pemegang saham resmi BNI pada tanggal recording date, yaitu 26 Maret 2026.
Tidak ada syarat tambahan seperti holding period atau minimum lot. Selama memenuhi dua poin di atas, maka pemegang saham berhak atas pembagian dividen tunai sebesar Rp 349,41 per saham.
Tips Mengoptimalkan Dividen BNI
Bagi investor yang ingin memaksimalkan keuntungan dari pembagian dividen BNI, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan saham BNI tetap dipegang hingga melewati tanggal ex dividen.
Kedua, jika berencana menjual saham setelah pembagian dividen, pertimbangkan dampak pajak atas dividen yang diterima. Dividen tunai dikenakan pajak final sebesar 10% jika melebihi Rp 25 juta dalam satu tahun pajak.
Ketiga, gunakan dividen yang diterima untuk reinvestasi. BNI kerap menjadi pilihan investor jangka panjang karena konsistensinya dalam membagikan dividen. Dengan reinvestasi, potensi pertumbuhan portofolio bisa semakin besar dari waktu ke waktu.
Disclaimer
Informasi mengenai pembagian dividen BNI ini bersifat sebagaimana hasil keputusan RUPST dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan regulasi atau kondisi pasar yang berlaku. Data yang disajikan berdasarkan informasi terkini hingga tanggal publikasi dan mungkin tidak mencerminkan situasi terbaru. Sebaiknya selalu cek pengumuman resmi dari BNI atau Bursa Efek Indonesia untuk informasi terkini dan akurat.
Pembagian dividen juga dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan dan kebijakan dewan komisaris serta direksi. Investor disarankan untuk tidak hanya mengandalkan dividen sebagai satu-satunya pertimbangan investasi, tetapi juga melihat aspek fundamental lain dari emiten yang bersangkutan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













