Bank Jakarta kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan menggandeng Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui peningkatan keterampilan dan akses pelatihan kerja. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-65 Bank Jakarta, yang kali ini lebih mengedepankan dampak sosial berkelanjutan.
Kemitraan ini diwujudkan dalam bentuk bantuan penunjang pelatihan yang diserahkan secara simbolis di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, dan Ketua Pembina YaSDI, Suty Karno. Dengan dukungan ini, diharapkan sahabat disabilitas bisa semakin siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Disabilitas
Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka. Bank Jakarta ingin memastikan bahwa perayaan hari jadi ke-65 membawa manfaat nyata, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Melalui bantuan ini, pihak bank berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi para difabel untuk berkembang secara ekonomi.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menegaskan bahwa kepedulian terhadap disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menyebut bahwa pemberdayaan ini juga sejalan dengan visi Bank Jakarta dalam menciptakan ekosistem inklusif yang memberi ruang sama bagi semua kalangan.
1. Penyerahan Bantuan Simbolis
Penyerahan bantuan dilakukan di lokasi pelatihan YaSDI di Duren Sawit, Jakarta Timur. Acara ini menjadi momen penting untuk menunjukkan dukungan langsung dari Bank Jakarta terhadap program pemberdayaan difabel. Bantuan yang diserahkan berupa peralatan dan sarana penunjang pelatihan kerja.
2. Peningkatan Keterampilan dan Kemandirian
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah meningkatkan keterampilan para penyandang disabilitas. Dengan pelatihan yang tepat sasaran, diharapkan mereka bisa mandiri secara ekonomi. Program ini juga membuka peluang bagi difabel untuk terlibat dalam berbagai sektor usaha, baik secara individu maupun dalam kelompok.
3. Dukungan untuk Program Jangka Panjang
YaSDI sendiri telah menjalankan berbagai program pemberdayaan difabel, mulai dari pelatihan kerja hingga kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta. Bantuan dari Bank Jakarta diharapkan bisa memperkuat program jangka panjang yang sedang dijalankan, terutama dalam hal akses pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Tanggapan Positif dari Pihak YaSDI
Suty Karno, Ketua Pembina YaSDI, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, bantuan dari Bank Jakarta sangat membantu dalam memperlancar program pelatihan yang dijalankan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Jakarta dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan sahabat-sahabat difabel yang sedang menjalani pelatihan. Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang,” ujar Suty.
Peran Bank dalam Membangun Ekosistem Inklusif
Bank Jakarta tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem inklusif. Kolaborasi dengan YaSDI adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Bank ini terus mencari peluang untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mendorong inklusi sosial dan ekonomi.
Langkah ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya pemberdayaan kelompok rentan. Dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap pelatihan dan keterampilan, diharapkan penyandang disabilitas bisa menjadi bagian aktif dari roda perekonomian nasional.
Tabel: Rincian Bantuan dari Bank Jakarta ke YaSDI
| No | Jenis Bantuan | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Peralatan Pelatihan | Alat bantu untuk kegiatan pelatihan kerja |
| 2 | Sarana Pendukung | Perlengkapan pendukung aktivitas pelatihan |
| 3 | Bahan Pelatihan | Materi dan media pelatihan untuk peserta |
Harapan ke Depan
Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara Bank Jakarta dan YaSDI. Dengan dukungan berkelanjutan, program pemberdayaan bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di berbagai wilayah. Bank Jakarta juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan program sosial yang berdampak.
Langkah ini juga menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam pemberdayaan kelompok rentan. Dengan kolaborasi yang tepat, dampak sosial bisa dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan data dan pernyataan resmi yang diterima hingga tanggal publikasi. Rincian program dan bantuan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan evaluasi dari pihak terkait.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













