Hernawan Bekti Sasongko resmi meniti karier baru sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengangkatannya menggantikan posisi Mirza Adityaswara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua OJK. Nama Hernawan mencuat ke permukaan setelah melewati proses uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi XI DPR RI pada pertengahan Maret 2026.
Keputusan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan OJK, mengingat rekam jejak Hernawan yang cukup solid di sektor keuangan nasional. Pengalaman luasnya di Bank Indonesia dan OJK menjadikannya figur yang kompeten untuk mendukung pengembangan regulasi dan pengawasan di industri jasa keuangan.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Hernawan Bekti Sasongko memulai pendidikan tingginya di Universitas Kristen Indonesia (UKI). Setelah menyelesaikan studi S1, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di luar negeri. Ia meraih gelar Master dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, yang memperkaya wawasan dan keahliannya di bidang ekonomi dan kebijakan keuangan.
Karier profesionalnya dimulai di Bank Indonesia (BI), khususnya di divisi ekonomi internasional. Selama bertugas di New York dari tahun 2003 hingga 2006, ia berperan sebagai Senior Economist. Perannya di sana mencakup analisis kondisi ekonomi global serta dampaknya terhadap ekonomi Indonesia.
Setelah kembali ke Tanah Air, Hernawan kembali bergabung dengan BI pada tahun 2010. Ia menjabat sebagai Kepala Divisi sekaligus Analis Ekonomi Senior di Departemen Internasional hingga 2013. Posisi ini memungkinkannya untuk memahami dinamika kebijakan moneter dan keuangan internasional secara lebih mendalam.
Perjalanan Karier di OJK
-
Deputi Komisioner Manajemen Strategis (2016)
Pada 2016, Hernawan mulai meniti karier di OJK sebagai Deputi Komisioner Manajemen Strategis. Di posisi ini, ia berfokus pada pengembangan strategi organisasi serta koordinasi kebijakan internal OJK. -
Advisor Senior dan Deputi Komisioner Strategic Committee (2017–2020)
Selama periode ini, Hernawan memiliki peran penting dalam merancang kebijakan jangka panjang OJK. Ia juga menjadi penasihat strategis bagi pimpinan OJK dalam menghadapi berbagai tantangan sektor jasa keuangan. -
Deputi Komisioner Internasional dan Riset (2020–2022)
Di jabatan terakhirnya sebelum menjadi Wakil Ketua DK OJK, Hernawan memimpin upaya penguatan kerja sama keuangan internasional. Ia juga mempercepat pengembangan riset kebijakan yang relevan dengan kondisi pasar keuangan domestik dan global.
Keterlibatan di Lembaga Keuangan Lain
Di luar OJK, Hernawan juga aktif berkontribusi di lembaga keuangan lainnya. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Posisi ini memungkinkannya untuk memantau dan memperkuat pengawasan terhadap pasar berjangka di Indonesia.
Selain itu, pada 2023, Hernawan dipercaya menjadi Anggota Badan Supervisi OJK. Peran ini menjadikannya bagian dari sistem pengawasan internal yang bertugas memastikan konsistensi pelaksanaan regulasi di sektor jasa keuangan.
Perbandingan Profil Hernawan dan Mirza Adityaswara
| Aspek | Hernawan Bekti Sasongko | Mirza Adityaswara |
|---|---|---|
| Pendidikan | S1 UKI, S2 RMIT Australia | S1 UI, S2 Universitas Gadjah Mada |
| Pengalaman di BI | Senior Economist di New York (2003–2006), Kepala Divisi Departemen Internasional (2010–2013) | Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (2014–2016) |
| Pengalaman di OJK | Deputi Komisioner Manajemen Strategis, Strategic Committee, dan Internasional & Riset | Deputi Komisioner Pengembangan Digital dan Inovasi |
| Peran saat ini | Wakil Ketua DK OJK | Mantan Wakil Ketua DK OJK (sebelum penggantian) |
Ekspektasi dan Tantangan Ke Depan
Dengan pengalaman yang luas di bidang ekonomi dan kebijakan keuangan, Hernawan diharapkan mampu membawa angin segar dalam kepemimpinan OJK. Ia akan menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menghadapi dinamika sektor digital keuangan dan adaptasi terhadap regulasi internasional.
Salah satu fokus utama yang akan dihadapi adalah penguatan pengawasan terhadap fintech dan platform digital keuangan. Selain itu, kolaborasi lintas negara dalam pengembangan standar keuangan juga menjadi area penting yang perlu terus diperkuat.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan data yang tersedia hingga Maret 2026. Jabatan, posisi, dan data terkait pihak yang disebutkan dapat berubah seiring waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.











