Permintaan asuransi lewat kanal digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring dengan semakin tingginya adopsi teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Otoritas Jasa Keuangan mencatat kontribusi premi asuransi digital mencapai 2,87% dari total premi nasional per September 2025. Meski angkanya masih tergolong kecil, PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mencatat pertumbuhan konsisten di segmen ini.
Perusahaan asuransi umum ini melihat permintaan produk asuransi digital meningkat, terutama dari segmen mikro dan on-demand. Kanal digital terbukti efektif dalam meningkatkan volume penjualan karena tingkat konversinya yang tinggi, terutama saat produk ditawarkan sebagai add-on dalam transaksi digital.
Faktor Pendorong Kenaikan Permintaan Asuransi Digital
1. Integrasi Produk Asuransi dalam Proses Belanja Online
Salah satu alasan utama meningkatnya minat konsumen terhadap asuransi digital adalah integrasi produk asuransi dalam proses belanja online. Saat ini, pembelian polis sering kali menjadi bagian dari transaksi digital, seperti saat membeli tiket pesawat, elektronik, atau gadget. Ini membuat konsumen lebih mudah mengakses perlindungan tanpa harus repot mengurus proses secara manual.
2. Pertumbuhan Kelas Menengah Digital
Kelas menengah yang semakin familiar dengan teknologi juga turut mendorong permintaan asuransi digital. Produk asuransi mikro dengan premi terjangkau dan proses klaim yang cepat menjadi pilihan menarik bagi kelompok ini. Mereka mencari solusi perlindungan yang praktis dan sesuai dengan gaya hidup digital mereka.
3. Kolaborasi dengan Marketplace dan Mitra Digital
Kemitraan antara perusahaan asuransi dengan marketplace dan platform digital lainnya semakin intensif. Ini membuka peluang lebih besar bagi GEGI untuk menjangkau konsumen secara langsung melalui saluran yang sudah familiar dan sering digunakan.
Kinerja Digital GEGI Menjelang dan Saat Ramadan 2026
Menjelang dan selama Ramadan 2026, GEGI mencatat lonjakan permintaan produk asuransi digital. Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan transaksi daring, mobilitas masyarakat yang tinggi, serta tren belanja online jelang Idulfitri. Meski tidak dirinci secara spesifik, Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, menyebut bahwa kenaikan ini cukup signifikan.
1. Asuransi Perjalanan dan Gadget Jadi Primadona
Selama Ramadan, dua kategori produk asuransi yang paling banyak dicari adalah asuransi perjalanan dan asuransi elektronik atau gadget. Hal ini sejalan dengan tren mudik yang meningkat dan penjualan elektronik di marketplace jelang lebaran. Konsumen semakin sadar pentingnya perlindungan saat bepergian atau membeli barang berharga secara online.
2. Momentum Digitalisasi di Bulan Suci
Ramadan juga menjadi waktu yang tepat bagi perusahaan asuransi untuk memperkenalkan produk digital mereka. Dengan semakin banyaknya waktu konsumen di depan gadget, peluang untuk menawarkan produk asuransi yang mudah diakses dan praktis semakin besar.
Strategi GEGI dalam Mengembangkan Kanal Digital
1. Fokus pada Produk Mikro dan On-Demand
GEGI memilih untuk fokus pada produk asuransi mikro dan on-demand karena sesuai dengan kebutuhan konsumen digital. Produk-produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan dalam jangka waktu pendek atau untuk kebutuhan spesifik, seperti perlindungan gadget baru atau perlindungan selama perjalanan.
2. Peningkatan Pengalaman Pengguna
Perusahaan juga terus meningkatkan pengalaman pengguna di platform digital mereka. Mulai dari proses pembelian yang cepat, sistem klaim yang transparan, hingga layanan pelanggan yang responsif. Semua ini dirancang untuk memenuhi ekspektasi konsumen digital yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan.
3. Pemanfaatan Data dan Analitik
Dengan memanfaatkan data dan analitik, GEGI bisa memahami pola perilaku konsumen dan menyesuaikan produk serta penawaran mereka secara lebih tepat sasaran. Ini membantu perusahaan dalam meningkatkan tingkat konversi dan loyalitas pelanggan.
Tantangan dan Peluang di Kanal Digital Asuransi
1. Persaingan Semakin Ketat
Semakin banyaknya perusahaan asuransi yang beralih ke kanal digital membuat persaingan semakin ketat. GEGI harus terus berinovasi untuk tetap relevan dan menarik bagi konsumen.
2. Regulasi yang Terus Berkembang
Regulasi dari OJK terkait ekosistem asuransi digital juga terus berkembang. Ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan yang siap menyesuaikan diri dan memanfaatkan aturan baru untuk memperkuat posisinya di pasar.
3. Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang
Meski kontribusi premi digital masih kecil, potensi pertumbuhannya sangat besar. Dengan semakin matangnya ekosistem digital di Indonesia, termasuk di sektor asuransi, GEGI memiliki peluang untuk terus memperluas portofolio produk dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Perbandingan Kontribusi Premi Digital GEGI dan Industri Umum
| Parameter | Kontribusi Premi Digital GEGI | Kontribusi Premi Digital Industri Umum |
|---|---|---|
| Tahun Data | 2025 | 2025 |
| Persentase terhadap Total Premi | Data internal perusahaan | 2,87% |
| Tren Pertumbuhan | Positif dan konsisten | Meningkat |
| Produk Unggulan | Mikro dan on-demand | Asuransi perjalanan, gadget, dan kesehatan digital |
Catatan: Data di atas bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan pasar.
Kesimpulan
Kanal digital menjadi salah satu pilar penting dalam strategi pertumbuhan PT Great Eastern General Insurance Indonesia. Dengan fokus pada produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen digital, peningkatan pengalaman pengguna, serta pemanfaatan teknologi, GEGI terus mencatatkan kinerja positif di segmen ini. Meski masih menghadapi tantangan seperti persaingan yang ketat dan regulasi yang dinamis, potensi pertumbuhan jangka panjang di kanal digital sangat menjanjikan.
Perkembangan ini juga mencerminkan transformasi industri asuransi secara keseluruhan, di mana digitalisasi bukan lagi sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian integral dari bisnis. GEGI tampak siap memanfaatkan momentum ini untuk terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan di era digital.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













