Seleksi calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali digelar. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Darmansyah, Deputi Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik OJK. Kehadirannya sebagai peserta bukan sekadar partisipasi biasa. Ia membawa pemahaman dalam dan luar organisasi yang bisa jadi nilai tambah di tengah dinamika pengawasan industri jasa keuangan nasional.
Darmansyah menilai, keikutsertaannya dalam seleksi ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta internal OJK. Ia percaya bahwa kehadiran sosok dari dalam bisa memberikan warna baru dan membangun kepercayaan bahwa sistem merit-based di OJK tetap terjaga, baik untuk internal maupun eksternal.
Mengapa Darmansyah Ikut Seleksi?
Darmansyah menjelaskan bahwa alasan utamanya mengikuti seleksi adalah karena melihat adanya kesempatan yang terbuka bagi pegawai internal OJK. Bagi dia, ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa talenta lokal juga mampu memimpin lembaga pengawas sektor jasa keuangan yang kompleks.
Ia juga berharap keikutsertaannya bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan kerja di OJK. Dengan begitu, tidak hanya talenta eksternal yang punya kesempatan, tapi juga talenta internal yang sudah memahami sistem dan budaya organisasi.
Persiapan dan Visi yang Dibawa
Meski waktu persiapan terbilang singkat, Darmansyah tidak merasa kewalahan. Ia menyatakan bahwa visi dan misi yang disampaikan dalam uji kelayakan sejalan dengan pekerjaannya selama ini. Artinya, tidak ada kesenjangan antara tugas sehari-hari dan tugas yang akan diemban jika terpilih.
Darmansyah juga menegaskan bahwa dirinya tidak perlu mempelajari banyak hal baru. Karena selama ini, ia sudah terlibat dalam perencanaan strategis dan keuangan OJK, bidang yang sangat relevan dengan pengambilan keputusan di level dewan komisioner.
PR yang Harus Dihadapi OJK
Jika terpilih, Darmansyah menyebut ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Salah satunya adalah konsolidasi internal. Ia memandang bahwa OJK harus bergerak seperti kapal yang solid, di mana semua elemen bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Selain itu, sinergi dengan lembaga lain juga menjadi hal penting. Meski OJK bersifat independen, kolaborasi dengan pihak lain seperti Kementerian, BI, dan pelaku industri sangat dibutuhkan untuk mendukung program-program strategis nasional.
Pentingnya Good Corporate Governance dan Integritas
Dalam menjalin kerja sama, Darmansyah menekankan bahwa prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan integritas harus tetap dijaga. Tanpa itu, semua kerja sama bisa kehilangan arah dan tujuan utamanya.
Menurutnya, pengawasan sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan lainnya harus terus diperkuat. Terutama di era digitalisasi, metode pengawasan tradisional sudah tidak cukup lagi.
Penguatan Digital dan Teknologi AI
Darmansyah menilai bahwa OJK harus memperkuat sistem digital dan pengawasan digital. Penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan penguatan sistem database menjadi kebutuhan mendesak. Dengan digitalisasi, pengawasan bisa lebih cepat, efisien, dan akurat.
Reformasi Pasar Modal dan Demutualisasi BEI
Salah satu isu besar yang juga dibahas adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Darmansyah menyampaikan bahwa langkah ini sudah masuk dalam delapan aksi reformasi yang difokuskan OJK. Tujuannya adalah untuk mendorong persaingan yang sehat dan mencegah monopoli dalam pengelolaan bursa.
Demutualisasi ini diharapkan bisa membuka transparansi dan memberikan ruang lebih besar bagi pelaku pasar untuk berkontribusi dalam pengembangan pasar modal nasional.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Darmansyah menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Namun, dengan pengalaman yang ia miliki dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, ia optimistis bisa membantu OJK melangkah lebih jauh.
Ia juga berharap bahwa keikutsertaannya dalam seleksi ini bisa menjadi semangat bagi talenta internal lainnya. Sehingga ke depan, tidak hanya eksternal yang punya kesempatan untuk memimpin, tapi juga talenta lokal yang memahami sistem dari dalam.
Tabel Perbandingan: Internal vs Eksternal Calon Pemimpin OJK
| Kriteria | Internal (Darmansyah) | Eksternal |
|---|---|---|
| Pemahaman sistem OJK | Mendalam | Perlu adaptasi |
| Pengalaman kerja di OJK | Langsung terlibat dalam perencanaan dan keuangan | Tergantung latar belakang |
| Visi terhadap OJK | Sejalan dengan kebijakan saat ini | Bisa membawa pendekatan baru |
| Kecepatan adaptasi | Cepat | Relatif lebih lama |
| Sinergi dengan tim | Sudah terjalin | Perlu waktu membangun |
Disclaimer: Informasi dalam tabel dapat berubah tergantung pada kebijakan dan hasil seleksi yang akan diumumkan secara resmi oleh OJK.
Penutup
Darmansyah hadir sebagai calon yang membawa pemahaman mendalam tentang sistem internal OJK. Keikutsertaannya bukan sekadar ikut-ikutan, tapi merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa talenta lokal juga punya ruang untuk berkembang dan memimpin. Dengan pengalaman yang ia miliki, OJK bisa terus melangkah maju dengan visi yang jelas dan implementasi yang efektif.
Apapun hasilnya, partisipasi Darmansyah sudah menjadi contoh bahwa sistem seleksi yang terbuka bisa menjadi sarana untuk memperkuat kepemimpinan dari dalam, sekaligus menjaga sinergi dan konsistensi dalam pengawasan sektor jasa keuangan nasional.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













