Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta. Salah satu langkah strategis yang akan diterapkan pada 2026 adalah Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Program ini dirancang untuk mendeteksi risiko penyakit lebih awal, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara tepat sasaran.
Skrining ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah nyata untuk mengalihkan fokus pelayanan kesehatan dari pengobatan ke pencegahan. Dengan skrining, peserta bisa tahu kondisi kesehatan mereka secara berkala, minimal satu kali dalam setahun. Terutama untuk penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung yang sering terlambat diketahui.
Mengenal Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) BPJS 2026
Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) adalah kuesioner digital yang dirancang untuk menilai risiko kesehatan peserta BPJS. Data dikumpulkan melalui pertanyaan seputar gaya hidup, riwayat penyakit pribadi, dan juga riwayat keluarga. Hasilnya nanti akan menggambarkan profil risiko masing-masing peserta.
Program ini wajib dilakukan mulai 2026. Tujuannya jelas: mencegah penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi serius. Dengan begitu, beban pengobatan bisa berkurang, baik bagi peserta maupun sistem kesehatan secara keseluruhan.
1. Deteksi Dini Penyakit Kronis
Salah satu manfaat utama SRK adalah kemampuannya untuk mendeteksi risiko diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya sebelum gejala parah muncul. Ini memberi kesempatan untuk melakukan intervensi lebih awal.
2. Fasilitas Pemeriksaan Lanjutan Gratis
Peserta dengan hasil skrining “Risiko Sedang” atau “Risiko Tinggi” bisa mendapatkan pemeriksaan lanjutan seperti gula darah dan tensi secara gratis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
3. Panduan Gaya Hidup Sehat
Setelah skrining, peserta akan mendapatkan rekomendasi gaya hidup yang lebih sehat. Ini bisa berupa saran pola makan, aktivitas fisik, hingga pengelolaan stres.
4. Pencegahan Komplikasi Serius
Dengan deteksi dini, risiko terjadinya komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, atau serangan jantung bisa diminimalkan. Ini tentu sangat penting untuk menjaga kualitas hidup peserta.
Cara Melakukan Skrining BPJS Kesehatan 2026
Melakukan skrining kesehatan BPJS 2026 sebenarnya cukup mudah. Ada dua cara utama yang bisa dipilih, yaitu melalui aplikasi Mobile JKN atau situs web resmi BPJS Kesehatan.
1. Melalui Aplikasi Mobile JKN
Aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu cara paling praktis untuk melakukan skrining. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store atau App Store.
- Login menggunakan NIK atau nomor kartu JKN beserta password.
- Pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan” di halaman utama. Jika tidak muncul, cek menu “Lainnya”.
- Pilih nama peserta yang akan melakukan skrining.
- Baca syarat dan ketentuan, lalu klik “Setuju”.
- Masukkan data berat dan tinggi badan terbaru.
- Jawab semua pertanyaan dalam kuesioner hingga selesai.
- Klik “Simpan” untuk melihat hasil analisis risiko.
2. Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan
Bagi yang lebih nyaman menggunakan komputer atau laptop, skrining juga bisa dilakukan lewat situs web resmi BPJS Kesehatan. Berikut caranya:
- Buka situs https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
- Masukkan nomor kartu BPJS atau NIK.
- Isi tanggal lahir dan kode captcha yang muncul.
- Klik tombol “Cari Peserta”.
- Setelah data terverifikasi, klik “Setuju” pada formulir persetujuan.
- Jawab semua pertanyaan skrining dengan jujur.
- Simpan hasil skrining, bisa dengan screenshot sebagai arsip.
Mengapa Skrining Ini Penting?
Skrining Riwayat Kesehatan bukan sekadar kewajiban. Ini adalah langkah proaktif untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Terutama di tengah lonjakan kasus penyakit tidak menular, skrining bisa menjadi garis pertahanan pertama.
Dengan skrining, dokter di FKTP juga bisa lebih cepat memahami profil risiko pasien. Ini membuat diagnosis dan saran medis menjadi lebih tepat dan personal. Selain itu, data skrining juga membantu BPJS dalam merancang program layanan yang lebih efisien.
Perbandingan Metode Skrining BPJS Kesehatan
| Metode | Platform | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Aplikasi Mobile JKN | Smartphone | Praktis, bisa langsung akses menu utama | Butuh koneksi internet stabil |
| Website Resmi | Komputer/Laptop | Cocok untuk pengguna yang lebih nyaman dengan layar besar | Tidak secepat aplikasi mobile |
Tips Agar Skrining Berjalan Lancar
- Pastikan data diri di aplikasi atau website sudah sesuai.
- Siapkan informasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga sebelum mulai skrining.
- Jawab semua pertanyaan dengan jujur agar hasilnya akurat.
- Simpan hasil skrining sebagai arsip pribadi.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berdasarkan ketentuan yang berlaku hingga 2024. Aturan dan tata cara skrining BPJS Kesehatan bisa berubah sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu mengikuti update resmi dari BPJS Kesehatan.
Skrining Riwayat Kesehatan 2026 adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan secara proaktif. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk tahu lebih awal tentang kondisi tubuh dan risiko penyakit yang mungkin terjadi. Semakin cepat risiko terdeteksi, semakin besar peluang untuk dicegah atau ditangani sejak dini.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













