Di tengah laju transformasi digital yang kian pesat, bisnis keagenan perbankan justru makin menunjukkan eksistensinya. Tidak hanya bertahan, model ini malah tumbuh subur dan menjadi salah satu pendorong utama inklusi keuangan di Tanah Air. Dua bank besar, BRI dan Mandiri, mencatat pencapaian gemilang lewat jaringan agen mereka masing-masing: BRILink dan Mandiri Agen.
Pertumbuhan jumlah agen dan volume transaksi terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, jutaan nasabah baru berhasil terjaring melalui layanan ini. Fenomena ini menunjukkan bahwa keagenan perbankan bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari ekosistem layanan keuangan yang kini semakin kokoh dan strategis.
BRILink: Jaringan Agen yang Menjangkau Desa
1. Jumlah Agen BRILink Tembus 1,1 Juta
Hingga akhir Desember 2025, jumlah agen BRILink mencatatkan lebih dari 1,1 juta unit. Angka ini naik sekitar 12,2% secara tahunan. Sebuah pertumbuhan yang cukup signifikan, mengingat cakupannya tersebar di lebih dari 66.000 desa di seluruh Indonesia.
2. Menjangkau Wilayah 3T dengan Efektif
BRILink tidak hanya tumbuh dalam jumlah, tapi juga dalam jangkauan. Lebih dari 80% wilayah Indonesia kini bisa diakses oleh layanan ini, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ini adalah langkah nyata BRI dalam mendorong inklusi keuangan ke pelosok negeri.
3. Peran Agen Berkembang Jadi Lifestyle Micro Provider
Agen BRILink kini bukan hanya tempat transaksi keuangan. Mereka juga menjadi pusat layanan ekonomi mikro yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat setempat. Dari pembayaran listrik, pulsa, hingga layanan transfer dana, semuanya bisa dilakukan di satu titik.
4. Kontribusi pada Dana Pihak Ketiga (DPK)
Pertumbuhan agen ini berdampak langsung pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) BRI. Per Desember 2025, DPK BRI mencatatkan pertumbuhan 7,2% year-on-year, mencapai Rp 2.135 triliun. Ini menunjukkan bahwa keagenan bukan hanya soal layanan, tapi juga soal pendanaan.
Mandiri Agen: Kolaborasi UMKM dan Perbankan
1. Jaringan Agen Capai 112.650 Unit
Bank Mandiri juga mencatat pencapaian positif lewat Mandiri Agen. Hingga Januari 2026, jumlah agen aktif mencapai 112.650 unit, naik 12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
2. Adopsi Digital Dorong Efisiensi
Tidak hanya jumlah, kualitas layanan juga terus ditingkatkan. Aplikasi Mandiri Agen kini memiliki 81.000 pengguna aktif, naik 28% year-on-year. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi pendorong utama efisiensi operasional.
3. Lonjakan Transaksi dan Nilai Transaksi
Frekuensi transaksi Mandiri Agen melonjak 44% menjadi 2,34 juta transaksi per bulan. Nilai transaksi pun melonjak 89% year-on-year, mencapai lebih dari Rp 3,5 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan aktif menggunakan layanan ini.
4. Basis Nasabah Bertambah Signifikan
Melalui Mandiri Agen, Bank Mandiri berhasil menjangkau 3,4 juta nasabah baru. Dari jumlah tersebut, total dana pihak ketiga yang terkumpul mencapai Rp 22,9 triliun. Ini adalah kontribusi nyata dari jaringan agen dalam memperluas basis nasabah.
Perbandingan Kinerja BRILink dan Mandiri Agen
| Aspek | BRILink (Des 2025) | Mandiri Agen (Jan 2026) |
|---|---|---|
| Jumlah Agen | >1,1 juta | 112.650 |
| Pertumbuhan Agen | 12,2% YoY | 12% YoY |
| Frekuensi Transaksi | – | 2,34 juta/bulan |
| Nilai Transaksi | – | >Rp 3,5 triliun |
| DPK Terkumpul | Rp 2.135 triliun | Rp 22,9 triliun |
| Basis Nasabah Baru | – | 3,4 juta |
Strategi Ke depan: Perluasan dan Sinergi
1. Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan UMKM
Kedua bank menyadari bahwa keberhasilan keagenan tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha mikro, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program ini.
2. Tingkatkan Kualitas Layanan dan Infrastruktur Digital
Peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama ke depan. Mulai dari pelatihan agen, peningkatan aplikasi, hingga integrasi sistem yang lebih efisien.
3. Dorong Pemerataan Ekonomi dan Inklusi Keuangan
Dengan jaringan yang tersebar luas, keagenan perbankan diharapkan bisa menjadi alat untuk mendorong pemerataan ekonomi. Terutama di daerah yang belum terjamah oleh layanan perbankan konvensional.
4. Siap Hadapi Tantangan Regulasi dan Keamanan
Seiring dengan pertumbuhan, tantangan seperti keamanan data, regulasi, dan pengawasan juga harus terus diperhatikan. Bank harus siap dengan sistem keamanan yang ketat dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Potensi dan Tantangan Bisnis Keagenan
1. Potensi Pasar yang Masih Luas
Dengan masih banyaknya wilayah di Indonesia yang belum terjangkau layanan perbankan, potensi pertumbuhan bisnis keagenan masih sangat besar. Terutama di sektor ekonomi desa dan UMKM.
2. Tantangan Keamanan dan Regulasi
Namun, pertumbuhan ini juga dihadapkan pada tantangan keamanan siber dan regulasi yang semakin ketat. Bank harus terus mengembangkan sistem pengamanan dan memastikan kepatuhan terhadap OJK serta lembaga pengawas lainnya.
3. Perlu Peningkatan Literasi Keuangan
Masyarakat, terutama di daerah 3T, masih membutuhkan peningkatan literasi keuangan. Ini penting agar mereka bisa memanfaatkan layanan keagenan secara maksimal dan aman.
Kesimpulan
Bisnis keagenan perbankan di Indonesia bukan lagi sekadar alternatif. Ini adalah bagian penting dari ekosistem layanan keuangan yang mendorong inklusi dan pemerataan ekonomi. Dengan pertumbuhan agen yang stabil dan volume transaksi yang terus meningkat, BRILink dan Mandiri Agen menjadi bukti bahwa model ini memiliki masa depan yang cerah.
Namun, keberhasilan ini harus terus dijaga melalui peningkatan kualitas layanan, keamanan sistem, dan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak. Hanya dengan begitu, bisnis keagenan bisa terus tumbuh subur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan regulasi, kondisi pasar, dan kebijakan internal bank terkait.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













