Finansial

Transaksi Digital di Wilayah Terpencil Capai Rp 3,5 Triliun Melalui Agen Mandiri

Fadhly Ramadan
×

Transaksi Digital di Wilayah Terpencil Capai Rp 3,5 Triliun Melalui Agen Mandiri

Sebarkan artikel ini
Transaksi Digital di Wilayah Terpencil Capai Rp 3,5 Triliun Melalui Agen Mandiri

Di tengah keterbatasan di wilayah pelosok, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan keuangan lewat program Mandiri Agen. Tanpa harus membuka cabang, masyarakat kini bisa menikmati berbagai layanan perbankan melalui agen yang tersebar di pelosok desa hingga kota kecil. Transaksi yang dilakukan melalui jaringan ini bahkan telah menyentuh angka Rp 3,5 triliun per bulan—angka yang menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan akses keuangan yang mudah dan terjangkau.

Program Mandiri Agen adalah solusi cerdas dari Bank Mandiri untuk menghadirkan layanan perbankan tanpa kantor fisik. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha mikro dan kecil, masyarakat bisa melakukan transaksi seperti tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pembukaan rekening tabungan. Tak hanya itu, agen juga bisa memberikan informasi dan rujukan untuk pembiayaan mikro, menjadikannya lebih dari sekadar titik transaksi.

Pertumbuhan Jaringan dan Pengguna Aplikasi

  1. Jumlah Mandiri Agen mencapai 112.650 unit hingga Januari 2026, naik sekitar 12% secara tahunan.
  2. Aplikasi Mandiri Agen aktif digunakan oleh sekitar 81.000 agen, naik 28% YoY.
  3. Fitur aplikasi ini lebih lengkap dan prosesnya lebih cepat dibandingkan EDC Mini ATM.

jumlah agen dan pengguna aplikasi menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai sistem ini. Aplikasi Mandiri Agen tidak hanya memudahkan proses transaksi, tapi juga memberikan pengalaman yang lebih modern dan efisien. Ini adalah langkah nyata dalam mendekatkan layanan keuangan ke tangan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah dengan infrastruktur perbankan terbatas.

Lonjakan Transaksi dan Kontribusi Ekonomi

  1. Frekuensi transaksi Mandiri Agen mencapai 2,34 juta kali per bulan, naik 44% YoY.
  2. Nilai transaksi melonjak 89% YoY, tembus lebih dari Rp 3,5 triliun.
  3. Jaringan ini telah melayani sekitar 3,4 juta nasabah dan menghimpun (DPK) sebesar Rp 22,9 triliun.

Lonjakan transaksi ini menunjukkan bahwa layanan berbasis agen bukan sekadar alternatif, tapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan keuangan masyarakat. Dari segi penghimpunan dana, Mandiri Agen juga turut memperluas basis nasabah Bank Mandiri, sekaligus meningkatkan keuangan secara nasional.

Peran Mandiri Agen dalam Mendorong Ekonomi Mikro

Program Mandiri Agen tidak hanya soal transaksi. Ia juga berperan sebagai pintu gerbang bagi masyarakat untuk mengakses layanan pembiayaan mikro. Dengan jaringan yang tersebar luas, agen menjadi jembatan antara bank dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan modal. Ini adalah bagian dari upaya Bank Mandiri dalam mendorong aktivitas di level grassroots.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menyebut bahwa program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum terlayani oleh . Dengan memanfaatkan pelaku usaha lokal sebagai agen, Bank Mandiri mampu menjangkau wilayah yang sebelumnya terabaikan.

Tabel Perkembangan Mandiri Agen (Hingga Januari 2026)

Indikator Nilai Pertumbuhan YoY
Jumlah Agen 112.650 +12%
Agen Aktif (Aplikasi) 81.000 +28%
Frekuensi Transaksi 2,34 juta +44%
Nilai Transaksi >Rp 3,5 triliun +89%
Nasabah Terlayani 3,4 juta
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 22,9 triliun

Strategi Ke Depan: Perluasan dan Pengembangan

Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan Mandiri Agen. Rencananya, pengembangan akan difokuskan pada daerah dengan akses perbankan terbatas, agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan keuangan formal. Selain itu, pengembangan fitur aplikasi juga terus dilakukan agar pengalaman pengguna semakin baik dan efisien.

Dengan pendekatan yang inklusif dan teknologi yang andal, Mandiri Agen menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri. Program ini tidak hanya memperluas akses, tapi juga memberikan dampak nyata pada perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pelosok.

Kesimpulan

Mandiri Agen adalah bukti bahwa layanan perbankan tidak harus terbatas pada gedung megah atau lokasi strategis. Dengan memanfaatkan pelaku usaha lokal dan teknologi, Bank Mandiri berhasil membawa layanan keuangan langsung ke pintu rumah masyarakat. Dengan transaksi yang terus meningkat dan jaringan yang semakin luas, Mandiri Agen menjadi salah satu solusi inklusi keuangan yang efektif dan berkelanjutan.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan program dan kondisi pasar.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.