Ilustrasi. | Foto: Bank Jago
Lebih dari 40 ribu nasabah Bank Jago Syariah telah memulai perencanaan ibadah haji dan umrah melalui fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah. Fitur ini, yang dirilis pada Oktober 2025, langsung mendapat sambutan positif dari pengguna layanan digital bank syariah tersebut.
Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menyebut tren penggunaan fitur keuangan berbasis ibadah terus naik. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak nasabah yang sadar pentingnya mengelola keuangan secara terencana, khususnya untuk kebutuhan religius.
Fitur Kantong Haji dan Umrah Dorong Perencanaan Ibadah Berbasis Digital
-
Pemisahan Dana Ibadah Secara Terstruktur
Fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah dirancang sebagai alat bantu keuangan yang memungkinkan nasabah menyisihkan dana secara khusus. Dana ini tidak tercampur dengan pengeluaran harian, sehingga lebih mudah dilacak dan dikelola. -
Peningkatan Penggunaan Sejak Peluncuran Hingga Awal 2026
Sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026, sudah ada 16.000 nasabah yang membuat Kantong Haji dan 20.000 nasabah yang menggunakan Kantong Umrah. Angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap perencanaan ibadah secara digital terus meningkat. -
Respons Positif di Tengah Perubahan Perilaku Keuangan
Nasabah tidak hanya menggunakan kantong untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mulai merencanakan ibadah jangka panjang. Ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir ke arah pengelolaan keuangan yang lebih terencana dan berbasis nilai.
Lonjakan Penggunaan Fitur Religius Saat Ramadan
-
Puncak Aktivitas di Dua Pekan Pertama Ramadan
Dalam periode Ramadan 2026, sekitar 142.000 nasabah aktif menggunakan berbagai fitur kantong untuk kebutuhan ibadah. Kantong Haji dan Umrah menempati posisi keempat dalam daftar penggunaan, menunjukkan bahwa ibadah tetap menjadi prioritas meski bukan yang paling dominan. -
Peringkat Penggunaan Fitur Religius Selama Ramadan
Berikut adalah urutan fitur religius yang paling banyak digunakan selama dua pekan pertama Ramadan:
| Peringkat | Fitur Kantong |
|---|---|
| 1 | Dana Kurban |
| 2 | Kebutuhan Ramadan dan THR |
| 3 | Zakat, Sedekah, dan Infak |
| 4 | Kantong Haji dan Umrah |
- Penggunaan Kantong Bersama untuk Ibadah Kolektif
Sekitar 5 persen dari penggunaan kantong religius dilakukan secara kolektif. Ini memungkinkan beberapa orang mengelola dana dalam satu kantong, misalnya untuk merencanakan perjalanan umrah bersama keluarga atau komunitas.
Transaksi Sedekah dan Amal Naik Signifikan
-
Lonjakan Transaksi Sedekah Hingga 250 Persen
Selama Ramadan, transaksi sedekah dan amal melonjak hingga 250 persen. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak nasabah yang memanfaatkan platform digital untuk beramal secara cepat dan transparan. -
Waktu Paling Favorit untuk Zakat dan Sedekah
Data menunjukkan lebih dari 68 persen transaksi zakat dan sedekah dilakukan antara waktu subuh hingga dhuha. Ini sesuai dengan anjuran agama yang mendorong amal di pagi hari. -
Fokus pada Pemberdayaan Anak Yatim
Sebanyak 53 persen transaksi sedekah dialokasikan untuk program pemberdayaan anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal. Ini menunjukkan bahwa selain ibadah, nasabah juga peduli pada isu sosial yang relevan.
Transformasi Digital di Perbankan Syariah
-
Percepatan Adopsi Teknologi untuk Ibadah
Fitur-fitur digital seperti Kantong Haji dan Umrah membuktikan bahwa teknologi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius dalam pengelolaan keuangan. -
Penguatan Budaya Perencanaan Keuangan Berbasis Nilai
Dengan adanya fitur khusus untuk ibadah, nasabah lebih disiplin dalam menyisihkan dana. Ini menciptakan budaya keuangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga selaras dengan prinsip syariah. -
Perluasan Layanan untuk Kebutuhan Religius Masa Depan
Bank Jago Syariah terus mengembangkan layanan yang mendukung kebutuhan ibadah nasabah. Ke depannya, akan ada lebih banyak inovasi yang menggabungkan teknologi dan nilai-nilai keagamaan.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat internal dan didasarkan pada catatan Bank Jago Syariah per Maret 2026. Angka dan peringkat dapat berubah seiring waktu dan kondisi pasar. Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tren penggunaan layanan digital di sektor perbankan syariah.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













