Nasional

THR Bukan Sekadar Uang THR Jelang Lebaran, Ini Strategi Mengelolanya agar Terhindar dari Risiko Kebocoran Keuangan

Danang Ismail
×

THR Bukan Sekadar Uang THR Jelang Lebaran, Ini Strategi Mengelolanya agar Terhindar dari Risiko Kebocoran Keuangan

Sebarkan artikel ini
THR Bukan Sekadar Uang THR Jelang Lebaran, Ini Strategi Mengelolanya agar Terhindar dari Risiko Kebocoran Keuangan

Ilustrasi. Foto: dok MI.

THR datang setiap tahun dan biasanya bikin suasana jadi lebih cerah. Saldo rekening tiba-tiba nambah, rencana mulai bermunculan, dan semua terasa lebih ringan. Tapi sayangnya, kebahagiaan itu seringkali cuma sebentar. Setelah , banyak orang sadar kalau uangnya habis entah kemana. Padahal jumlah THR-nya nggak sedikit. Yang kurang adalah cara atur yang tepat.

Masalahnya bukan di nominal THR, tapi bagaimana mengelolanya. Kalau nggak direncanakan dengan baik, hasil THR bisa cepat habis dan malah bikin jadi lebih tegang. Padahal, ini kesempatan langka untuk memperkuat posisi finansial . Bukan cuma nikmat saat Lebaran, tapi juga tenang sesudahnya.

5 Strategi Atur THR Biar Nggak Tekor

Agar THR nggak cuma numpang lewat, penting banget punya strategi pengelolaan yang jelas. ini bisa jadi pintu masuk untuk kondisi keuangan yang lebih sehat, asal tahu cara bagiannya. Nah, berikut lima cara atur THR yang bisa dicoba:

1. Sisihkan untuk Kewajiban dan Berbagi (10-15%)

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah sisihkan sebagian THR untuk zakat fitrah, sedekah, atau bantuan keluarga. Besaran yang umum digunakan sekitar Rp50 ribu per jiwa untuk zakat fitrah. Ini nggak cuma kewajiban agama, tapi juga cara bijak mengatur pengeluaran.

Selain itu, berbagi dengan orang lain bisa jadi investasi kebaikan yang nggak bisa dinilai dengan uang. Apalagi kalau bukan saat Lebaran, waktu yang pas untuk saling peduli.

2. Bayar Utang atau Cicilan (10-20%)

Kalau punya utang, baik itu kartu kredit atau paylater, ini saatnya dilunasi. Meskipun cicilannya terasa ringan tiap bulan, kalau dibiarkan terus bisa menumpuk tanpa disadari. Gunakan sebagian THR untuk melunasinya, biar pikiran lebih lega setelah Lebaran.

Bayar utang juga termasuk bentuk ikhtiar. Kalau bisa diselesaikan sekarang, kenapa harus ditunda?

3. Anggarkan Kebutuhan Lebaran (40-50%)

Lebaran identik dengan mudik, belanja, angpao, dan makanan khas. Semua itu penting, karena ini saatnya berkumpul dan merayakan. Tapi, tanpa batas anggaran, pengeluaran bisa meledak-ledak.

Alokasikan sebagian besar THR untuk kebutuhan Lebaran. Buat daftar prioritas, tentukan budget per item, dan patok diri supaya nggak kebablasan. Ini cara efektif biar bisa merayakan dengan meriah tanpa akhirnya merana.

4. Tabung atau Sisihkan untuk Dana Darurat (10-20%)

Jangan lupa sisihkan sebagian THR untuk tabungan atau darurat. Bisa dalam bentuk tabungan syariah, reksa dana pasar uang, atau bahkan . Tujuannya jelas: punya cadangan kalau ada hal tak terduga setelah Lebaran.

Dana darurat nggak harus besar-besar amat. Cukup cukup untuk nutupin pengeluaran 3-6 bulan. Tapi kalau sudah ada, rasanya jauh lebih tenang.

5. Lengkapi Perlindungan Finansial

Tabungan penting, tapi nggak cukup kalau menghadapi risiko besar. Sakit mendadak, kecelakaan, atau kondisi kritis bisa bikin tabungan ludes dalam sekejap. Untuk itu, lengkapi strategi keuangan dengan perlindungan.

Misalnya dengan asuransi syariah yang sesuai prinsip tolong-menolong. Ini bukan soal takut, tapi antisipasi. Supaya kalau ada risiko, keluarga tetap bisa tenang secara finansial.

Kenapa Penting Atur THR Sejak Awal?

Banyak yang mengabaikan perencanaan karena anggap THR cuma “uang bonus”. Tapi faktanya, THR bisa jadi salah satu pemasukan terbesar dalam setahun. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya bisa dirasakan jauh setelah Lebaran.

Bayangkan kalau THR dialokasikan untuk hal-hal produktif. Bukan cuma bayar utang, tapi juga bangun tabungan dan lindungi masa depan. Ini cara cerdas manfaatin THR yang datangnya cuma sekali dalam setahun.

Tips Tambahan Biar THR Makin Produktif

Selain lima strategi di atas, ada beberapa hal kecil yang bisa bantu THR lebih maksimal:

  • Hindari belanja impulsif. Bikin daftar belanja sebelum Lebaran.
  • Gunakan cash atau dompet digital terpisah khusus THR, biar nggak kecampur dengan gaji.
  • Evaluasi pengeluaran setelah Lebaran, catat mana yang perlu dikurangi.
  • Ajak keluarga diskusi soal penggunaan THR, supaya semua paham dan komitmen sama rencana.

Data Perbandingan Alokasi THR

Berikut contoh pembagian THR berdasarkan skenario keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah dan menengah ke atas:

Keluarga Menengah Bawah Keluarga Menengah Atas
Zakat & Sedekah 10% 10%
Pelunasan Utang 15% 10%
Kebutuhan Lebaran 50% 45%
Tabungan/Dana Darurat 15% 20%
Perlindungan Keuangan 10% 15%

Catatan: Persentase bisa disesuaikan dengan kondisi finansial dan prioritas keluarga.

Disclaimer

Angka dan persentase di atas bersifat estimasi dan bisa berbeda tergantung situasi keuangan individu. Zakat fitrah dan harga kebutuhan Lebaran juga bisa berubah tiap tahun. Pastikan selalu cek informasi terbaru dan konsultasi dengan ahli keuangan bila diperlukan.

THR memang hadir setahun sekali, tapi pengaruhnya bisa berlangsung lama. Kalau dikelola dengan tepat, bukan cuma Lebaran yang cerah, masa depan juga jadi lebih tenang. Jangan sampai uang THR cuma numpang lewat. Mulailah dari sekarang, atur sejak awal, dan rasakan bedanya.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.