Platform Steam yang dikenal sebagai toko game PC terbesar di dunia akhirnya mulai memperluas sistem rating wajib ke lebih banyak negara. Langkah ini sebenarnya bukan hal baru, karena negara seperti Jerman dan Brasil sudah lebih dulu menerapkannya. Kini, Indonesia resmi masuk dalam daftar negara yang mewajibkan setiap game di Steam memiliki rating usia sesuai regulasi lokal.
Tidak banyak yang tahu bahwa sebelumnya, sistem rating di Steam bersifat opsional. Developer bisa memilih untuk menambahkan informasi rating atau tidak. Tapi seiring waktu, Valve mulai melihat pentingnya regulasi ini, terutama untuk memenuhi kebijakan pemerintah di berbagai negara. Termasuk di Indonesia, yang kini menjadi bagian dari sistem rating wajib Steam.
Mengapa Indonesia Masuk ke Sistem Rating Wajib Steam?
-
Kebijakan Regulasi Lokal
Pemerintah Indonesia mulai memperketat pengawasan terhadap konten digital, termasuk game. Dengan sistem rating wajib, diharapkan game yang beredar di platform digital seperti Steam sesuai dengan standar perlindungan anak dan remaja. -
Keselarasan dengan Negara Lain
Negara-negara seperti Jerman dan Brasil sudah lebih dulu menerapkan sistem ini. Dengan memasukkan Indonesia ke dalam sistem yang sama, Valve memastikan bahwa kebijakan global mereka tetap konsisten dan memenuhi standar internasional.
Apa Itu Steam Content Survey?
Sistem rating wajib ini didukung oleh Steam Content Survey, sebuah kuesioner internal yang wajib diisi oleh developer sebelum merilis game di Steam. Data yang dikumpulkan meliputi jenis konten, tingkat kekerasan, bahasa, dan elemen lain yang relevan dengan penilaian usia.
- Data yang dikumpulkan:
- Tingkat kekerasan
- Konten dewasa
- Penggunaan bahasa kasar
- Tema sensitif seperti judi atau narkoba
Dengan data ini, Steam bisa secara otomatis menghasilkan rating usia yang sesuai dengan regulasi tiap negara, termasuk Indonesia.
Apakah Gamer Perlu Khawatir?
Tidak semua gamer merasa nyaman dengan kebijakan baru ini. Di negara lain, penerapan sistem rating wajib terkadang membuat sejumlah game hilang dari toko digital. Terutama game lama atau karya developer kecil yang tidak aktif lagi.
Namun, Valve telah memberikan penjelasan bahwa untuk kasus Indonesia, sebagian besar game lama sudah memiliki cukup data untuk langsung diberi rating secara otomatis. Ini berarti gamer tidak perlu khawatir kehilangan akses ke game favorit mereka hanya karena tidak memiliki rating manual.
Dampak Terhadap Developer dan Gamer
-
Developer Kecil Bisa Tertekan
Bagi developer indie atau kecil, mengisi data rating bisa menjadi tambahan beban. Apalagi jika game mereka tidak memiliki tim legal atau komunikasi dengan Valve. -
Gamer Bisa Kehilangan Akses ke Game Tertentu
Jika suatu game tidak memiliki rating dan tidak diisi datanya, maka game tersebut bisa saja tidak tampil di toko Steam untuk wilayah tertentu, termasuk Indonesia. -
Perlindungan Anak dan Remaja Meningkat
Di sisi positif, sistem ini membantu memfilter konten yang tidak sesuai untuk anak-anak. Sehingga orang tua bisa lebih tenang membiarkan anak bermain game di Steam.
Perbandingan Sistem Rating di Beberapa Negara
| Negara | Status Rating Wajib | Sumber Rating | Dampak terhadap Game |
|---|---|---|---|
| Jerman | Ya | USK (Unterhaltungssoftware Selbstkontrolle) | Banyak game lama hilang |
| Brasil | Ya | ClassInd | Game tanpa rating disembunyikan |
| Indonesia | Ya (baru-baru ini) | Lembaga Ecert atau sistem otomatis | Mayoritas game lama aman |
Tips untuk Developer dan Gamer
-
Untuk Developer
- Pastikan mengisi data rating dengan benar saat merilis game.
- Jika game lama, periksa apakah sudah memiliki rating otomatis.
- Gunakan sistem lokal untuk mempercepat proses sertifikasi.
-
Untuk Gamer
- Cek apakah game favorit sudah memiliki rating.
- Jika tidak, mungkin game tersebut sedang dalam proses verifikasi.
- Jangan panik jika game hilang sementara, bisa jadi hanya masalah teknis.
Penutup
Keputusan Valve memasukkan Indonesia ke dalam sistem rating wajib Steam sebenarnya adalah langkah yang wajar mengingat semakin ketatnya regulasi digital di berbagai negara. Meski ada kekhawatiran dari sebagian gamer, langkah ini bisa menjadi peluang untuk menciptakan ekosistem game yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Tentu saja, selama proses transisi masih berjalan, beberapa ketidakteraturan bisa saja terjadi. Tapi dengan sistem otomatis dan dukungan data yang cukup, dampak negatif bisa diminimalkan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Valve atau pemerintah terkait. Data dan regulasi bisa berbeda tergantung waktu dan kondisi lokal.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













