Momen Lebaran 2026 diprediksi bakal jadi angin segar buat sektor otomotif, khususnya di segmen mobil bekas. Permintaan kendaraan biasanya melonjak jelang lebaran, karena banyak orang butuh mobil untuk mudik atau liburan keluarga. Nah, karena stok mobil baru yang masih terbatas, pembiayaan mobil bekas pun berpotensi ikut naik daun.
Jodjana Jody, praktisi sekaligus pengamat industri pembiayaan, mengatakan kalau momen ini selalu ditunggu oleh perusahaan multifinance. Tapi, meski peluangnya besar, bukan berarti jalan mulus. Multifinance saat ini masih cukup selektif dalam menyalurkan kredit, terutama karena Non-Performing Loan (NPL) atau tunggakan kredit belum sepenuhnya pulih.
“Permintaan mobil bekas tetap tinggi, tapi strategi pembiayaan masih hati-hati. Mayoritas pembeli mobil bekas memang pakai kredit, jadi risiko harus dikelola dengan baik,” ujar Jodjana.
Permintaan Mobil Bekas Naik Pasca-Pandemi
Setelah pandemi, pola konsumsi masyarakat berubah. Dulu, pasar mobil bekas sekitar 1,5 kali lipat dari mobil baru. Sekarang, rasionya sudah mencapai dua kali lipat. Artinya, lebih banyak orang yang memilih mobil bekas daripada baru, dan ini membuka peluang besar buat industri pembiayaan.
Bisnis pembiayaan mobil bekas pun mulai berkembang pesat. Tapi, bukan berarti semua bisa langsung disetujui. Multifinance makin selektif karena harus menjaga kualitas portofolio kredit. Apalagi, kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil bikin risiko kredit makin tinggi.
Tantangan di Balik Peluang
Meski permintaan tinggi, bukan berarti semua calon pembeli bisa langsung dapat kredit. Ada beberapa tantangan yang bikin multifinance makin hati-hati.
1. Kondisi Ekonomi Global yang Tidak Menentu
Konflik Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, bisa berdampak pada stabilitas energi dunia. Kalau konflik ini berlarut-larut, risiko inflasi global naik. Inflasi yang tinggi biasanya diikuti kenaikan suku bunga, termasuk suku bunga kredit konsumen.
“Kalau bunga kredit naik, daya beli masyarakat juga ikutan tergerus. Ini tantangan besar buat multifinance,” ucap Jodjana.
2. Kualitas Portofolio Kredit yang Masih Rentan
NPF atau kredit macet di sektor otomotif belum pulih total. Banyak perusahaan pembiayaan masih waspada dan memilih menahan diri agar tidak terlalu agresif dalam menyalurkan kredit. Selektivitas ini penting buat menjaga kesehatan finansial perusahaan.
3. Risiko Mobil Bekas yang Sulit Dinilai
Mobil bekas punya risiko tersendiri. Tidak semua mobil bekas dalam kondisi baik, dan proses penilaian pun butuh ketelitian. Kalau salah nilai, bisa jadi kerugian buat perusahaan pembiayaan. Makanya, banyak multifinance yang mewajibkan inspeksi kendaraan sebelum menyetujui kredit.
Syarat dan Ketentuan Kredit Mobil Bekas
Meski selektif, bukan berarti mustahil buat dapet kredit mobil bekas. Tapi, ada beberapa syarat yang umumnya diterapkan oleh multifinance.
1. Usia Kendaraan Maksimal 7 Tahun
Sebagian besar multifinance menetapkan batas usia mobil bekas maksimal 7 tahun dari tahun pembuatan. Ini untuk memastikan mobil masih dalam kondisi layak pakai dan memiliki nilai jual yang stabil.
2. Usia Pemohon Maksimal 60 Tahun
Biasanya, calon peminjam harus berusia maksimal 60 tahun saat masa akhir pinjaman. Ini supaya risiko kredit lebih terkendali, karena usia muda cenderung lebih produktif dan punya penghasilan tetap.
3. Minimal Penghasilan Rp3 Juta per Bulan
Penghasilan bulanan minimal yang biasa disyaratkan adalah Rp3 juta. Tapi, beberapa perusahaan bisa lebih fleksibel tergantung profesi dan riwayat kredit.
4. Uang Muka (Down Payment) Minimal 30%
Uang muka atau DP minimal yang disyaratkan biasanya sekitar 30% dari harga mobil. Semakin besar DP yang diberikan, semakin kecil risiko kredit dan semakin tinggi kemungkinan pengajuan disetujui.
Tips Dapetin Kredit Mobil Bekas yang Disetujui
Kalau lagi butuh kredit mobil bekas, ada beberapa tips yang bisa dicoba biar pengajuan lebih gampang disetujui.
1. Siapkan Dokumen dengan Rapi
Dokumen yang lengkap dan rapi jadi kunci utama. Biasanya yang dibutuhkan antara lain KTP, NPWP, slip gaji, dan rekening koran 3 bulan terakhir. Semakin lengkap dokumennya, proses pengajuan makin cepat.
2. Pilih Mobil Bekas dari Dealer Resmi
Mobil bekas dari dealer resmi biasanya lebih dipercaya oleh multifinance. Karena sudah melalui proses inspeksi dan punya garansi, risiko kreditnya lebih kecil.
3. Cek Riwayat Kredit di BI Checking
Sebelum mengajukan, pastikan riwayat kredit di Bank Indonesia (BI Checking) bersih. Kalau ada tunggakan atau catatan buruk, kemungkinan pengajuan ditolak sangat tinggi.
4. Ajukan ke Lebih dari Satu Perusahaan
Jangan hanya mengandalkan satu multifinance. Coba ajukan ke beberapa perusahaan sekaligus. Ini bisa memperbesar peluang pengajuan disetujui.
Perbandingan Suku Bunga Kredit Mobil Bekas
Saat ini, suku bunga kredit mobil bekas bervariasi tergantung perusahaan pembiayaan. Berikut perbandingannya:
| Perusahaan Pembiayaan | Suku Bunga per Tahun | Tenor Maksimal | DP Minimal |
|---|---|---|---|
| PT Astra Sedaya | 8,5% – 11% | 6 Tahun | 30% |
| PT Mandala Multifinance | 9% – 12% | 5 Tahun | 30% |
| PT FIFGROUP | 8% – 10,5% | 6 Tahun | 25% |
| PT BAF | 9,5% – 11,5% | 5 Tahun | 30% |
Catatan: Data di atas bersifat estimasi dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.
Kesimpulan
Momen Lebaran 2026 memang jadi peluang besar buat pembiayaan mobil bekas. Permintaan tinggi, tapi tetap saja multifinance mesti selektif karena risiko ekonomi global dan kondisi kredit yang belum sepenuhnya pulih. Buat calon pembeli, persiapkan dokumen dengan baik, pilih mobil dari sumber terpercaya, dan ajukan ke beberapa perusahaan biar peluang disetujui makin besar.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data suku bunga, syarat kredit, dan kebijakan multifinance bisa berbeda tergantung kondisi terkini.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













