Ilustrasi. | Foto: Bank Jago
Bank Jago Syariah mencatat pencapaian penting menjelang akhir 2025. Jumlah nasabahnya mendekati angka 2,4 juta, tumbuh 16,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa layanan keuangan digital berbasis syariah mulai menarik perhatian lebih banyak, meski tantangan literasi dan inklusi keuangan masih menjadi catatan.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi di mana literasi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 43,42 persen, sementara tingkat inklusinya masih di angka 13,41 persen. Artinya, masih banyak potensi yang bisa digali, terutama oleh pelaku industri keuangan syariah yang berbasis digital.
Peningkatan Kepercayaan Masyarakat
Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah nasabah mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang mudah dan inovatif. Menurutnya, kepercayaan ini tidak datang begitu saja, tapi dibangun melalui pengalaman pengguna yang nyaman dan transparan.
Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, juga menilai bahwa digitalisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah. Ia menyebut bahwa literasi dan inklusi yang masih rendah justru menjadi peluang besar bagi bank digital seperti Jago Syariah.
Fitur Unggulan yang Mendukung Pertumbuhan
Salah satu kekuatan Bank Jago Syariah adalah fitur perencanaan berbasis tujuan atau goal-based saving. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mengatur kebutuhan finansial mereka dengan lebih terstruktur. Banyak nasabah memanfaatkannya untuk perencanaan ibadah, terutama haji dan umrah.
Lebih dari 40 ribu nasabah telah menggunakan fitur ini untuk menabung ibadah. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan keuangan syariah tidak hanya mudah, tapi juga relevan dengan kebutuhan spiritual masyarakat.
Pola Transaksi Khas di Bulan Ramadan
Selama Ramadan, Bank Jago Syariah mencatat pola transaksi yang unik. Lebih dari 68 persen nasabah melakukan pembayaran zakat dan sedekah antara subuh hingga dhuha. Sementara 53 persen dari transaksi sedekah dialokasikan untuk anak yatim piatu melalui fitur donasi di aplikasi.
Ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya membuat transaksi lebih efisien, tapi juga membantu pengguna untuk menjalankan kewajiban keuangan dengan lebih baik dan tepat waktu.
Kontribusi Sektor Halal pada Ekonomi Nasional
Dari sisi makro, sektor halal value chain memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional. Pada kuartal III/2025, kontribusinya mencapai 27,34 persen atau setara Rp4.832 triliun. Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 26,53 persen atau Rp4.368 triliun.
Pertumbuhan sektor halal ini menjadi salah satu faktor pendorong bagi perkembangan bisnis keuangan syariah. Bank digital seperti Jago Syariah pun ikut merasakan manfaatnya, dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Strategi Jago Syariah dalam Menarik Nasabah Baru
-
Pengembangan Fitur Digital yang Relevan
Bank Jago Syariah terus mengembangkan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, seperti perencanaan ibadah dan donasi berbasis aplikasi. -
Edukasi Keuangan yang Terintegrasi
Melalui berbagai kampanye dan fitur edukasi di aplikasi, bank ini membantu meningkatkan literasi keuangan pengguna secara perlahan namun konsisten. -
Kolaborasi dengan Komunitas dan Lembaga Keuangan
Kolaborasi ini memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk syariah. -
Peningkatan Aksesibilitas Layanan
Dengan sistem yang ramah pengguna dan proses registrasi yang mudah, nasabah baru bisa bergabung dengan cepat tanpa hambatan teknis. -
Pemanfaatan Data untuk Personalisasi Layanan
Bank ini menggunakan data pengguna untuk memberikan rekomendasi produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu.
Perbandingan Pertumbuhan Nasabah Jago Syariah
| Tahun | Jumlah Nasabah | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| 2023 | 1,7 juta | – |
| 2024 | 2,1 juta | 23,5% |
| 2025 | 2,4 juta | 16,5% |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski pertumbuhan nasabah terus positif, tantangan tetap ada. Literasi keuangan syariah yang masih rendah menjadi salah satu hambatan utama. Namun, hal ini juga menjadi peluang besar bagi bank digital untuk berkontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan.
Digitalisasi memberi ruang besar untuk menyampaikan edukasi secara efektif dan menyenangkan. Jika dilakukan dengan konsisten, edukasi ini bisa menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
Kesimpulan
Pencapaian 2,4 juta nasabah oleh Bank Jago Syariah pada akhir 2025 adalah cerminan dari semakin tingginya minat masyarakat terhadap keuangan syariah yang mudah diakses. Dengan fitur digital yang relevan dan pendekatan yang humanis, bank ini berhasil menarik berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Namun, perjalanan masih panjang. Masih banyak potensi yang bisa digali, terutama dalam hal edukasi dan inklusi keuangan. Dengan terus berinovasi dan menjaga prinsip syariah, Bank Jago Syariah punya peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi salah satu pemain utama di industri keuangan digital Indonesia.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan internal perusahaan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













