Hasan Fawzi resmi menjadi salah satu kandidat yang lolos seleksi administratif Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nama Hasan mulai ramai dibahas publik setelah ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menggantikan Inarno Djajadi yang sebelumnya mundur dari jabatannya.
Sebelumnya, Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK. Pengalamannya yang luas di sektor jasa keuangan menjadikannya figur yang dianggap mampu membawa OJK melalui tantangan regulasi dan pengawasan di tengah dinamika pasar modal nasional.
Profil Singkat Hasan Fawzi
Hasan Fawzi lahir di Purwakarta pada 27 April 1970. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Teknik di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1993. Di masa kuliahnya, Hasan dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki ketertarikan besar pada bidang teknologi serta sistem informasi.
Setelah lulus, Hasan melanjutkan pendidikan pascasarjana di luar negeri. Ia meraih gelar Master of Business Administration dari Université Pierre Mendès France Grenoble, Prancis. Pada 2008, Hasan menambah gelar akademiknya dengan meraih Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Karier Panjang di Industri Jasa Keuangan
-
PT Kliring Depositori Efek Indonesia (1993–1997)
Hasan memulai karier profesionalnya di PT Kliring Depositori Efek Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem, di mana ia berperan penting dalam pengembangan infrastruktur teknologi di industri jasa keuangan. -
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (1997–2008)
Di perusahaan ini, Hasan menjabat sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi. Selama lebih dari satu dekade, ia membantu memperkuat sistem kliring dan penjaminan efek di pasar modal Indonesia. -
PT Penilai Harga Efek Indonesia (2008–2012)
Hasan kemudian dipercaya menjadi Direktur di PT Penilai Harga Efek Indonesia. Ia membantu memastikan transparansi harga efek dan memberikan informasi akurat kepada pelaku pasar. -
Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (2012–2018)
Dalam dua periode jabatannya, Hasan memimpin transformasi operasional dan pengembangan layanan perusahaan. Ia juga memperkuat sistem pengawasan internal dan mitigasi risiko. -
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (2018–2022)
Di BEI, Hasan berperan dalam pengembangan produk pasar modal baru, termasuk instrumen derivatif dan bursa karbon. Ia juga membantu meningkatkan daya saing bursa di kancah regional. -
Komisaris Utama dan Independen (2022–2023)
Sebelum bergabung kembali ke OJK, Hasan menjabat sebagai Komisaris Utama di PT PEFINDO Biro Kredit dan Komisaris Utama serta Independen di PT RHB Sekuritas Indonesia. Ia juga menjadi Komisaris Independen di PT Merdeka Battery Materials Tbk pada 2023.
Konteks Penunjukan Hasan Fawzi di OJK
Penunjukan Hasan Fawzi sebagai KE PMDK OJK terjadi dalam konteks kritis. Pengunduran diri sejumlah pejabat OJK menyusul evaluasi tajam dari MSCI terhadap pasar modal Indonesia menjadi titik balik penting. MSCI memutuskan untuk membekukan saham Indonesia dari rebalancing indeks Februari hingga Maret 2026.
Tabel berikut menunjukkan posisi kritis pasar modal Indonesia akibat keputusan MSCI:
| Indikator | Sebelum Keputusan MSCI | Pasca Keputusan MSCI |
|---|---|---|
| Status Pasar | Emerging Market | Terancam turun ke Frontier Market |
| Rebalancing Indeks | Terdaftar aktif | Dibekukan sementara |
| Deadline Perbaikan | – | Mei 2026 |
| Fokus Utama | Transparansi data dan free float | Peningkatan metodologi dan governance |
Hasan Fawzi diharapkan mampu memimpin perbaikan struktural dalam pengawasan pasar modal. Perannya di OJK akan sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan reputasi sektor jasa keuangan nasional.
Tantangan yang Dihadapi Hasan Fawzi
-
Meningkatkan Transparansi Data Pasar Modal
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Hasan adalah memastikan data pasar modal Indonesia memenuhi standar internasional. Ini mencakup metodologi free float dan pelaporan yang akurat. -
Memperkuat Pengawasan Bursa Karbon
Sebagai salah satu regulator bursa karbon, OJK memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi nasional. Hasan perlu memastikan pengawasan yang ketat agar pasar karbon tumbuh secara sehat. -
Menghadapi Evaluasi MSCI
Dengan tenggat waktu hingga Mei 2026, Hasan harus memimpin upaya perbaikan yang konkret agar Indonesia tidak terdegradasi dari Emerging Market ke Frontier Market. -
Mendorong Inovasi Sektor Keuangan
Pengalaman Hasan di bidang teknologi dan aset digital menjadi modal penting dalam mendorong inovasi di sektor jasa keuangan, khususnya fintech dan aset kripto.
Ekspektasi terhadap Kepemimpinan Hasan
Hasan Fawzi membawa rekam jejak yang solid di sektor jasa keuangan. Ia dikenal sebagai sosok yang detail, visioner, dan memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi pasar modal. Kepemimpinannya diharapkan bisa membawa OJK ke arah yang lebih transparan dan profesional.
Selain itu, pengalamannya di berbagai lembaga pengawas dan bursa memberikan wawasan yang luas tentang tantangan dan peluang di sektor ini. Dengan pendekatan yang strategis, Hasan memiliki potensi untuk memperkuat posisi Indonesia di mata investor global.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat terbuka dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan regulasi dan kebijakan internal OJK. Data dan posisi jabatan yang disebutkan merupakan hasil dari sumber terpercaya namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan struktural atau penyesuaian kebijakan di masa depan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













