Dinamika geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, belakangan ini kembali menjadi sorotan. Banyak pihak khawatir dampaknya akan dirasakan di berbagai sektor, termasuk keuangan dan investasi. Namun, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menegaskan bahwa portofolio pembiayaan perusahaan tetap aman dan tidak terlalu terpengaruh oleh situasi tersebut.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menjelaskan bahwa struktur pembiayaan perseroan dirancang cukup tangguh untuk menghadapi tekanan eksternal. Salah satu faktor utamanya adalah dominasi penggunaan mata uang rupiah dalam proyek-proyek yang dibiayai. Sebagian besar proyek, sekitar 75% hingga 80%, menggunakan rupiah sebagai mata uang utama, sehingga risiko fluktuasi nilai tukar asing tidak terlalu signifikan.
Strategi Pembiayaan PT SMI di Tengah Ketidakpastian Global
Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, PT SMI tetap menjaga portofolionya tetap stabil. Meski begitu, Reynaldi mengakui bahwa ada potensi risiko yang lebih dirasakan oleh pemilik proyek, terutama yang masih dalam tahap konstruksi dan membutuhkan komponen dari luar negeri.
Beberapa proyek infrastruktur masih bergantung pada impor material seperti turbin, pipa, dan peralatan teknis lainnya. Gangguan pada jalur logistik internasional, terutama transportasi laut, bisa memengaruhi ketersediaan barang tersebut. Namun, tekanan ini lebih dirasakan oleh pengelola proyek, bukan oleh PT SMI sebagai lembaga pembiayaan.
1. Dominasi Pembiayaan dalam Rupiah
Porsi besar pembiayaan PT SMI menggunakan mata uang rupiah, yang membuatnya lebih tahan terhadap fluktuasi nilai tukar asing. Dengan penggunaan rupiah mencapai 75%-80%, risiko terhadap volatilitas mata uang global bisa diminimalkan.
2. Pemantauan Terhadap Jalur Logistik Internasional
Meskipun tidak langsung terdampak, PT SMI tetap memantau perkembangan situasi geopolitik yang dapat memengaruhi jalur logistik. Apalagi beberapa proyek tetap membutuhkan material dari luar negeri, meski secara tidak langsung.
3. Fokus pada Portofolio yang Stabil
Dengan total pembiayaan unaudited per Desember 2025 mencapai Rp 94,469 triliun, PT SMI terus memastikan bahwa portofolio proyeknya tetap sehat dan tidak terlalu bergantung pada aset atau proyek yang rawan terhadap gangguan eksternal.
Rincian Portofolio Pembiayaan PT SMI per Desember 2025
| Jenis Pembiayaan | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Pembiayaan Publik | 15,570 triliun |
| Pembiayaan Korporasi | 78,899 triliun |
| Total | 94,469 triliun |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa mayoritas pembiayaan disalurkan untuk sektor korporasi. Ini menunjukkan bahwa PT SMI lebih banyak terlibat dalam proyek-proyek swasta yang umumnya memiliki struktur risiko yang lebih terukur.
Potensi Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski dampak langsung belum terlihat, ada beberapa risiko yang tetap perlu diwaspadai oleh PT SMI dan stakeholder terkait.
1. Gangguan Logistik Internasional
Jika ketegangan di Timur Tengah semakin memanas, jalur pengiriman laut yang melintasi kawasan tersebut bisa terganggu. Ini akan berdampak pada proyek-proyek yang membutuhkan material dari luar negeri.
2. Kenaikan Harga Komponen Impor
Gangguan logistik bisa menyebabkan kenaikan harga komponen yang diimpor. Ini akan memberi tekanan pada biaya proyek, yang pada akhirnya bisa memengaruhi profitabilitas.
3. Sentimen Pasar Keuangan Global
Geopolitik yang memanas juga bisa memicu volatilitas pasar keuangan global. Meski PT SMI tidak langsung terdampak, investor bisa menjadi lebih hati-hati dalam menyalurkan dana, termasuk melalui lembaga pembiayaan seperti PT SMI.
Respons PT SMI terhadap Tantangan Geopolitik
PT SMI tidak tinggal diam menghadapi situasi geopolitik yang semakin kompleks. Perusahaan terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi agar tetap resilien.
1. Diversifikasi Mata Uang dalam Pembiayaan
Meski mayoritas menggunakan rupiah, PT SMI tetap membuka ruang untuk fleksibilitas dalam mata uang tertentu, terutama untuk proyek-proyek yang memang memerlukan penggunaan mata uang asing.
2. Evaluasi Berkala terhadap Portofolio
Perusahaan melakukan evaluasi berkala terhadap portofolio proyeknya untuk memastikan tidak ada eksposur berlebih terhadap risiko geopolitik atau eksternal lainnya.
3. Sinergi dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait
PT SMI terus menjalin komunikasi erat dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi global, khususnya yang berkaitan dengan jalur logistik dan keamanan pengiriman.
Penutup
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memang menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. Namun, dengan struktur pembiayaan yang mayoritas menggunakan rupiah dan portofolio yang terus dipantau, PT SMI menunjukkan bahwa perusahaan tetap bisa menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat unaudited dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan perusahaan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













