Transaksi digital perbankan diperkirakan bakal melonjak tajam menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Lonjakan ini bukan hal yang mengejutkan, mengingat tren belanja, pembayaran, serta pengiriman dana antar keluarga selalu meningkat di kala menjelang Lebaran. Tidak hanya belanja kebutuhan pokok, masyarakat juga semakin banyak menggunakan layanan digital untuk pembayaran zakat, infak, donasi, hingga pengiriman THR.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi digital yang konsisten sepanjang tahun lalu, terutama melalui QRIS dan aplikasi mobile banking. Di bulan Januari 2026 saja, volume transaksi digital mencatatkan angka 4,79 miliar transaksi, naik 39,65% secara tahunan. Tren ini diperkirakan akan semakin tinggi saat memasuki periode Ramadan dan Idulfitri, atau yang biasa disebut RAFI.
Bank-Bank Besar Siap Hadapi Lonjakan Transaksi Digital
Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, sejumlah bank besar mulai memperkuat infrastruktur digital mereka. Mereka memprediksi lonjakan transaksi bukan hanya dari segi volume, tapi juga dari segi keamanan dan kenyamanan pengguna. Berikut beberapa bank yang sudah mempersiapkan diri menghadapi gelombang transaksi digital di masa puncak Ramadan dan Lebaran.
1. CIMB Niaga Targetkan Kenaikan 20%-30%
CIMB Niaga mencatat tren transaksi digital melalui platform OCTO mulai meningkat menjelang Ramadan. Kenaikan ini terutama datang dari aktivitas belanja rumah tangga, pengiriman dana antar keluarga, hingga transaksi e-commerce dan top-up e-wallet.
Bank ini menargetkan pertumbuhan transaksi digital sebesar 20%-30% dibandingkan bulan sebelumnya. Target ini sejalan dengan pola historis di mana lonjakan transaksi biasanya terjadi saat pembagian THR dan persiapan Lebaran.
2. BNI Catat Pertumbuhan QRIS 163% YoY
Bank Negara Indonesia (BNI) juga mencatat lonjakan transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI. Khususnya, transaksi QRIS tumbuh hingga 163% secara tahunan. Volume transaksi QRIS juga naik 121% dibanding periode yang sama tahun lalu.
BNI menargetkan seluruh transaksi digital ritel bisa tumbuh sekitar 39% selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, BNI melakukan capacity planning dan stress test agar sistem tetap stabil.
3. BTN Proyeksikan Pertumbuhan Lebih dari 15%
Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan transaksi digital lebih dari 10% secara bulanan menjelang Ramadan. Aplikasi Bale by BTN menjadi kontributor utama, terutama untuk transfer dana antar keluarga, pembayaran zakat, dan transaksi QRIS.
BTN menargetkan transaksi digital bisa tumbuh lebih dari 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk itu, bank ini memperkuat kapasitas sistem dan memperluas ekosistem merchant QRIS.
Faktor Pendorong Lonjakan Transaksi Digital
Lonjakan transaksi digital menjelang Ramadan dan Idulfitri bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang mendorong masyarakat semakin bergantung pada layanan digital saat memasuki bulan suci dan perayaan Idulfitri.
1. Kebutuhan Belanja Meningkat
Menjelang Lebaran, kebutuhan rumah tangga meningkat drastis. Masyarakat lebih banyak belanja kebutuhan pokok, pakaian, hingga perlengkapan Lebaran. Dengan semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran digital, transaksi QRIS pun ikut meningkat.
2. Pengiriman Dana dan THR Digital
Pengiriman dana antar keluarga dan THR kini semakin banyak dilakukan secara digital. Aplikasi perbankan dan e-wallet memudahkan proses ini tanpa harus repot ke bank atau mengirim uang secara fisik.
3. Zakat dan Donasi Digital
Semakin banyak lembaga amil zakat dan donasi yang menyediakan kanal digital. Hal ini membuat masyarakat lebih nyaman menyalurkan zakat dan donasi lewat aplikasi, yang tentu saja berdampak pada lonjakan transaksi digital.
Strategi Bank dalam Menghadapi Puncak Transaksi
Menghadapi lonjakan transaksi, bank-bank besar tidak tinggal diam. Mereka melakukan berbagai persiapan agar sistem tetap stabil dan pengguna tetap nyaman saat bertransaksi.
1. Penguatan Infrastruktur Teknologi
Bank seperti BNI dan BTN melakukan capacity planning dan stress test untuk memastikan sistem tetap stabil saat terjadi lonjakan transaksi. Ini penting agar tidak terjadi gangguan saat puncak aktivitas digital.
2. Ekspansi Ekosistem QRIS
BNI dan BTN terus memperluas ekosistem QRIS dengan mengaktifkan lebih banyak merchant. Mulai dari ritel, makanan dan minuman, hingga e-commerce, semua didorong untuk menerima pembayaran QRIS.
3. Monitoring dan Keamanan Intensif
Selama periode Ramadan dan Idulfitri, bank meningkatkan monitoring sistem secara intensif. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan transaksi nasabah tetap terjaga.
Tabel Perbandingan Target Transaksi Digital Bank-Bank Besar
| Bank | Target Pertumbuhan Transaksi Digital | Faktor Utama Peningkatan |
|---|---|---|
| CIMB Niaga | 20%-30% | Belanja, THR, e-commerce |
| BNI | 39% | QRIS, transfer, donasi |
| BTN | >15% | THR, zakat, belanja |
Kesimpulan
Transaksi digital perbankan memang terus mengalami pertumbuhan, terutama saat memasuki Ramadan dan Idulfitri. Bank-bank besar seperti CIMB Niaga, BNI, dan BTN sudah mempersiapkan diri dengan berbagai strategi, mulai dari penguatan infrastruktur hingga ekspansi ekosistem QRIS. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih nyaman dan aman saat bertransaksi secara digital di masa puncak Ramadan dan Lebaran 2026.
Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat proyeksi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi dan perkembangan teknologi.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













