Harga emas kembali mencuri perhatian di tengah ketegangan global yang semakin memanas. Lonjakan tajam terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, yang berujung pada tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, tokoh paling berpengaruh di Tehran. Investor langsung panik dan beralih ke aset aman, menjadikan emas sebagai pelabuhan darurat di tengah badai geopolitik.
Lonjakan ini mencatatkan rekor baru, dengan harga emas spot naik 2,1 persen ke level USD5.387,55 per ons. Tak kalah mengejutkan, kontrak berjangka emas juga melonjak 2,8 persen, menyentuh USD5.394,91. Angka-angka ini merupakan puncak tertinggi sejak akhir Januari lalu. Pasar bereaksi cepat terhadap eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Timur Tengah.
Lonjakan Permintaan Emas Dipicu Ketegangan Geopolitik
Ketika ketidakpastian global meningkat, emas selalu menjadi pilihan utama investor. Dalam situasi seperti ini, logam mulia ini dianggap sebagai pelindung nilai yang paling andal. Serangan terhadap Iran dan respons yang cepat dari Teheran semakin memperburuk suasana, membuat investor mencari aset yang minim risiko.
- Investor beralih ke aset safe haven
- Saham global anjlok, sementara harga minyak melonjak
- Emas menjadi pilihan utama karena likuiditas dan stabilitasnya
Serangan Israel ke Teheran melibatkan rudal dan jet tempur yang menargetkan infrastruktur pertahanan Iran. Tak lama setelah itu, Iran membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Teluk. Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak terpenting di dunia, pun menjadi sorotan karena risiko gangguan yang tinggi.
Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi
Lonjakan harga emas kali ini bukan sekadar reaksi pasar biasa. Ini adalah cerminan dari ketidakpastian global yang semakin dalam. Michael Brown, Strategis Riset Senior di Pepperstone, menyebut bahwa level USD5.400 per ons adalah titik penting yang perlu diwaspadai. Bahkan, ia memperkirakan emas bisa menyentuh USD6.000 per ons menjelang akhir tahun.
Berikut data harga emas dan logam mulia lainnya pada Senin, 2 Maret 2026:
| Logam Mulia | Harga per Ons | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Emas Spot | USD5.387,55 | +2,1% |
| Emas Berjangka | USD5.394,91 | +2,8% |
| Perak | USD95,15 | +1,3% |
| Platinum | USD2.396,11 | +0,3% |
Data di atas menunjukkan bahwa emas tetap menjadi yang paling dominan dalam pergerakan pasar logam mulia. Meskipun perak dan platinum juga naik, lonjakan emas jauh lebih mencolok.
Faktor Pendorong Utama Kenaikan Harga Emas
Lonjakan harga emas tidak hanya dipicu oleh konflik geopolitik. Ada beberapa faktor lain yang turut mendorong permintaan dan harga logam mulia ini. Semua elemen ini saling terkait dan menciptakan tekanan beli yang tinggi dari investor global.
1. Ketidakpastian Geopolitik
Konflik antara AS-Israel melawan Iran adalah salah satu eskalasi terbesar dalam dekade terakhir. Ketika situasi seperti ini terjadi, investor otomatis mencari aset yang aman dan stabil. Emas menjadi pilihan utama karena sejarahnya sebagai penyimpan nilai selama krisis.
2. Spekulasi Kebijakan Moneter
Investor juga memperhitungkan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve. Jika suku bunga diturunkan, nilai dolar bisa melemah. Dan ketika dolar melemah, harga emas biasanya bergerak ke arah yang berlawanan—naik.
3. Pembelian Masif oleh Bank Sentral
Bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka. Ini memberikan dukungan fundamental yang kuat bagi harga emas. Permintaan ritel yang tinggi juga turut memperkuat tren positif ini.
Proyeksi Harga Emas di Tengah Ketegangan Global
Michael Brown dari Pepperstone memperkirakan bahwa emas bisa mencapai USD6.000 per ons menjelang akhir tahun. Angka ini didasarkan pada kombinasi faktor: eskalasi konflik, ekspektasi pelonggaran moneter, dan permintaan global yang terus meningkat.
Namun, proyeksi ini bukan tanpa risiko. Jika ketegangan mereda atau kebijakan AS berubah secara mendadak, harga emas bisa mengalami koreksi tajam. Investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
Emas sebagai Aset Refugia di Era Ketidakpastian
Emas selalu memiliki peran penting dalam portofolio investasi, terutama saat dunia dilanda ketidakpastian. Dalam konteks saat ini, logam mulia ini bukan hanya komoditas, tapi juga simbol stabilitas di tengah gejolak politik dan ekonomi global.
Dengan lonjakan permintaan yang terus terjadi, emas terbukti kembali menjadi pelabuhan aman yang paling dicari. Apalagi jika dibandingkan dengan aset lain yang lebih rentan terhadap risiko geopolitik.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk kebijakan moneter, fluktuasi nilai tukar, dan perkembangan geopolitik. Data dan prediksi dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Investasi dalam emas atau logam mulia lainnya mengandung risiko, dan pembaca disarankan untuk melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













