Nasional

Saham-saham Amerika Serikat Anjlok Akibat Lonjakan Inflasi Perdagangan Besar

Herdi Alif Al Hikam
×

Saham-saham Amerika Serikat Anjlok Akibat Lonjakan Inflasi Perdagangan Besar

Sebarkan artikel ini
Saham-saham Amerika Serikat Anjlok Akibat Lonjakan Inflasi Perdagangan Besar

Ilustrasi. Foto: Xinhua/Liu Yanan.

Saham-saham di Wall Street terperosok pada akhir pekan lalu. Penyebab utamanya adalah data inflasi grosir Amerika Serikat yang naik lebih tinggi dari ekspektasi. Lonjakan tersebut memicu kembali kekhawatiran investor terkait prospek ekonomi global dan langkah kebijakan bank sentral AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tajam 521,28 poin atau 1,05 persen, menutup di angka 48.977,92. Sementara itu, juga tergelincir 29,98 poin atau 0,43 persen menjadi 6.878,88. Nasdaq Composite tidak kalah terpuruk, anjlok 210,17 poin atau 0,92 persen ke level 22.668,21.

Inflasi Grosir Naik Lebih Dari Perkiraan

Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa indeks harga produsen inti (PPI) naik 0,8 persen secara bulanan pada Januari 2026. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan sebesar 0,3 persen. Bulan Desember sebelumnya mencatat kenaikan 0,6 persen.

Kenaikan inflasi ini didorong terutama oleh sektor jasa. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan mulai membebankan biaya tambahan kepada konsumen untuk menjaga margin keuntungan mereka.

1. Sektor Jasa Jadi Penyumbang Utama Inflasi

Sektor jasa mencatat kenaikan harga yang cukup signifikan. Ini menunjukkan bahwa permintaan akan layanan masih tinggi, meski tekanan biaya mulai dirasakan oleh pelaku usaha.

2. Harga Energi dan Makanan Tak Termasuk

Indeks PPI inti tidak memasukkan komponen harga energi dan makanan. Artinya, kenaikan 0,8 persen ini terjadi meski harga dua komoditas volatil tersebut tidak dihitung.

Dampak pada Pasar Saham dan Sentimen Investor

Lonjakan inflasi ini langsung memicu tekanan pada . Investor kembali khawatir bahwa akan mempertahankan sikap hawkish alias agresif dalam mengendalikan suku bunga.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir negatif. Sektor dan keuangan menjadi paling terpuruk, masing-masing turun 2,17 persen dan 1,99 persen.

3. Sektor Kesehatan dan Energi Justru Naik

Meski pasar secara umum melemah, sektor kesehatan dan energi justru mencatat kenaikan. Kesehatan naik 1,77 persen, sementara energi naik 1,68 persen.

4. Saham Teknologi Terus Dibayangi Ketidakpastian

Sektor teknologi masih menjadi sorotan karena risiko disruptif dari perkembangan kecerdasan buatan. Investor khawatir teknologi ini akan menggusur tenaga kerja dan mengubah struktur industri secara drastis.

Salah satu contoh adalah pengumuman dari perusahaan fintech Block yang berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Lebih dari 4.000 karyawan terancam kehilangan pekerjaan, atau hampir separuh dari total tenaga kerja perusahaan.

Pergerakan Saham Perusahaan Besar

Tidak semua saham ikut terperosok. Beberapa perusahaan justru mencatat kenaikan harga saham yang cukup mencolok.

5. Netflix Loncat 13,75 Persen

Netflix mencatat lonjakan harga saham sebesar 13,75 persen. Ini terjadi setelah perusahaan secara resmi menghentikan upaya akuisisi terhadap Warner Bros Discovery. Langkah ini membuka peluang bagi tawaran dari Paramount Skydance yang didukung Oracle.

6. Dell Technologies Melesat 22 Persen

Dell Technologies juga mencatat kenaikan yang sangat tajam, hampir 22 persen. Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan mengeluarkan laporan pendapatan yang melebihi ekspektasi pasar.

7. CoreWeate Anjlok 18,51 Persen

Sebaliknya, CoreWeave justru anjlok tajam sebesar 18,51 persen. Penyebabnya adalah panduan pendapatan triwulanan yang jauh di bawah harapan investor.

Tabel Pergerakan Indeks Saham Utama

Berikut adalah pergerakan indeks saham utama di Wall Street pada akhir pekan lalu:

Indeks Saham Perubahan Poin Persentase (%) Penutupan
Dow Jones -521,28 -1,05 48.977,92
S&P 500 -29,98 -0,43 6.878,88
Nasdaq Composite -210,17 -0,92 22.668,21

Tabel Pergerakan Saham Perusahaan Utama

Berikut adalah pergerakan saham beberapa perusahaan besar:

Perusahaan Perubahan Harga Saham (%)
Netflix +13,75
Dell Technologies +22,00
CoreWeave -18,51
Block Data tidak tersedia

Risiko Makroekonomi yang Terus Mengintai

Lonjakan inflasi grosir ini menjadi pengingat bahwa tekanan harga belum sepenuhnya reda. Investor kembali memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama dari yang diperkirakan.

8. Harapan Pemotongan Suku Bunga Mulai Buyar

Sebelumnya, pasar berharap akan mulai menurunkan suku bunga pada pertengahan tahun ini. Namun, data PPI yang lebih tinggi dari ekspektasi membuat harapan tersebut mulai buyar.

9. Kekhawatiran Terhadap AI dan Dampaknya pada Tenaga Kerja

Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, kini menjadi ancaman tersendiri bagi pasar saham. Investor mulai memperhitungkan risiko PHK massal dan pergeseran struktur industri akibat otomatisasi.

Sektor yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua sektor akan terdampak sama. Beberapa sektor justru bisa menjadi peluang di tengah ketidakpastian ini.

10. Sektor Kesehatan dan Energi Tetap Menarik

Sektor kesehatan dan energi terbukti lebih tahan terhadap tekanan pasar. Keduanya bisa menjadi pilihan investor yang mencari safe haven di tengah volatilitas.

11. Teknologi Harus Beradaptasi Cepat

Sektor teknologi harus terus beradaptasi dengan perkembangan AI. Perusahaan yang gagal melakukannya berisiko kehilangan daya saing dan nilai pasar.

Penutup

Kenaikan inflasi grosir AS yang melampaui ekspektasi kembali memicu tekanan di pasar saham. Investor kini harus kembali waspada terhadap risiko makroekonomi dan dampak disruptif teknologi.

Pergerakan saham yang terjadi menunjukkan bahwa tidak semua sektor sama-sama terdampak. sektor dan perusahaan yang tepat menjadi kunci dalam menjaga portofolio tetap stabil.

Disclaimer: Data dan angka dalam ini bersifat terbatas pada informasi yang tersedia hingga Februari 2026. Perubahan kondisi makroekonomi, kebijakan , dan dinamika pasar dapat memengaruhi situasi secara signifikan.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.