PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF), atau lebih dikenal sebagai WOM Finance, kembali menggebrak pasar modal dengan penerbitan obligasi senilai Rp1,5 triliun. Ini bukan langkah biasa, melainkan bagian dari strategi penggalangan dana yang ambisius, dengan target total dana terkumpul mencapai Rp5 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan.
Langkah ini menunjukkan bahwa WOM Finance terus memperkuat posisinya di sektor pembiayaan kendaraan bermotor. Emiten yang fokus pada layanan pembiayaan konsumen ini memang kerap menjadi sorotan, terutama dalam hal pertumbuhan portofolio pembiayaan yang konsisten.
Rincian Obligasi WOM Finance Tahap III Tahun 2026
Penerbitan obligasi kali ini merupakan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap III Tahun 2026. Dalam peluncurannya, perusahaan menawarkan dua seri obligasi, masing-masing dengan karakteristik berbeda. Keduanya memiliki nilai nominal 100% dari pokok obligasi.
1. Obligasi Seri A
Seri A menawarkan jumlah pokok sebesar Rp1,27 triliun. Obligasi ini memberikan tingkat bunga tetap sebesar 4,95% per tahun. Jangka waktunya tergolong pendek, yakni 370 hari kalender. Pembayaran pokok dan bunga dilakukan sekaligus saat jatuh tempo.
2. Obligasi Seri B
Untuk Seri B, jumlah pokok yang ditawarkan lebih kecil, yaitu Rp230 miliar. Namun, tingkat bunga yang ditawarkan sedikit lebih tinggi, yakni 5,50% per tahun. Obligasi ini memiliki jangka waktu tiga tahun, menjadikannya pilihan menarik bagi investor jangka panjang.
Jadwal Penawaran dan Pelaksanaan
Penerbitan obligasi ini memiliki rangkaian jadwal yang perlu diperhatikan oleh calon investor. Mulai dari masa penawaran hingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia, semua proses dirancang agar berjalan transparan dan terstruktur.
- Masa Penawaran Umum: 23–25 Februari 2026
- Tanggal Penjatahan: 27 Februari 2026
- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan (Emisi): 3 Maret 2026
- Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik: 3 Maret 2026
- Tanggal Pencatatan di BEI: 4 Maret 2026
Pembayaran bunga obligasi pertama kali dilakukan pada 3 Juni 2026. Sementara itu, jatuh tempo obligasi Seri A adalah 13 Maret 2027, dan Seri B pada 3 Maret 2029.
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Obligasi
Dana yang terkumpul dari hasil penerbitan obligasi ini tidak akan disimpan begitu saja. WOM Finance berencana menggunakan dana tersebut sebagai modal kerja pembiayaan. Tujuannya untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional perusahaan, antara lain:
- Pembiayaan investasi
- Pembiayaan modal kerja
- Pembiayaan multiguna
- Pembiayaan syariah
Langkah ini menunjukkan bahwa WOM Finance terus memperluas layanan dan produk pembiayaannya, tidak hanya berfokus pada segmen otomotif semata.
Peringkat Obligasi oleh Pefindo
Sebagai tambahan informasi, WOM Finance memperoleh peringkat idAAA untuk periode 2 Februari 2026 hingga 1 Februari 2027. Peringkat ini dikeluarkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), lembaga pemeringkat kredibilitas surat utang terkemuka di Tanah Air.
Peringkat idAAA merupakan penilaian tertinggi, yang mencerminkan kualitas kredit yang sangat baik dan risiko default yang sangat rendah. Ini tentu menjadi nilai tambah bagi WOM Finance di mata investor.
Mengapa Obligasi Ini Layak Diperhatikan?
Bagi investor, obligasi ini menawarkan kombinasi menarik antara imbal hasil (yield) yang kompetitif dan risiko yang relatif rendah. Terlebih lagi, dengan peringkat tertinggi dari Pefindo, investor bisa lebih tenang menempatkan dana.
Selain itu, pilihan dua seri dengan tenor berbeda memungkinkan investor untuk menyesuaikan pilihan investasi sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing. Seri A cocok untuk investor yang mencari return dalam jangka pendek, sementara Seri B lebih ideal untuk portofolio jangka panjang.
Disclaimer
Jadwal dan informasi terkait obligasi ini bersifat sesuai dengan data yang tersedia hingga Februari 2026. Informasi lebih lanjut dapat berubah seiring dengan regulasi pasar modal dan kebijakan internal perusahaan. Investor disarankan untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Bursa Efek Indonesia dan WOM Finance.
Langkah WOM Finance menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun adalah cerminan dari pertumbuhan bisnis yang solid dan strategi pendanaan yang matang. Bagi investor, ini adalah peluang untuk turut serta dalam perjalanan pertumbuhan perusahaan yang telah terbukti konsisten di industri pembiayaan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.









