Investasi

WOM Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 9,35% Menuju Rp5,94 Triliun di 2025

Herdi Alif Al Hikam
×

WOM Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 9,35% Menuju Rp5,94 Triliun di 2025

Sebarkan artikel ini
WOM Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 9,35% Menuju Rp5,94 Triliun di 2025

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau lebih dikenal sebagai WOM Finance mencatatkan pencapaian penting di tahun 2025. Perusahaan berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun, naik 9,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Selain pertumbuhan pembiayaan, WOM Finance juga melaporkan total aset menjadi Rp7,37 triliun, naik 6,08% secara tahunan. Total ekuitas mencapai Rp1,98 triliun dengan pertumbuhan 4,81%. Sementara laba bersih yang tercatat sebesar Rp142,55 miliar menopang ROA sebesar 2,41% dan ROE 7,45%. Ini semua menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan tetap dan menjanjikan.

Kinerja Keuangan WOM Finance di Tahun 2025

Pertumbuhan WOM Finance tidak hanya terlihat dari sisi pembiayaan. Struktur keuangan perusahaan juga semakin kuat berkat strategi pendanaan yang matang. Dalam upaya memperkuat posisi keuangan, WOM Finance melakukan beberapa penting sepanjang tahun lalu.

1. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,50 triliun. Obligasi ini diterbitkan melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan likuiditas dan pendanaan jangka panjang.

2. Pengadaan Fasilitas Pinjaman Kredit

Selain obligasi, perusahaan juga berhasil memperoleh fasilitas pinjaman kredit dari sejumlah bank sebesar Rp1,65 triliun. Dengan kombinasi pendanaan ini, WOM Finance mampu memperkuat struktur modalnya dan mendukung secara berkelanjutan.

Kualitas Pembiayaan Tetap Terjaga

Meskipun volume pembiayaan meningkat, WOM Finance tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaannya. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,17%, sedangkan NPF net hanya 0,95%. Angka ini menunjukkan bahwa risiko kredit yang ditanggung masih berada dalam batas wajar dan terkendali.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyebut bahwa pengelolaan risiko yang disiplin menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pembiayaan. Strategi bisnis yang tepat juga turut mendukung perusahaan di .

Strategi Bisnis yang Adaptif

Di tengah persaingan yang semakin ketat, WOM Finance tidak tinggal diam. Perusahaan terus mengembangkan layanan untuk meningkatkan dan kenyamanan pengguna. Selain itu, ekspansi bisnis dilakukan secara selektif di wilayah-wilayah dengan potensi tinggi.

Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menambahkan bahwa adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen menjadi fokus utama. Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat, perusahaan optimistis bisa mempertahankan kinerja positif di tahun-tahun mendatang.

Rincian Kinerja Keuangan WOM Finance 2025

Berikut adalah rincian kinerja keuangan WOM Finance sepanjang tahun 2025:

Indikator Nilai Pertumbuhan YoY
Pembiayaan Baru Rp5,94 triliun 9,35%
Total Aset Rp7,37 triliun 6,08%
Total Ekuitas Rp1,98 triliun 4,81%
Laba Bersih Rp142,55 miliar
ROA 2,41%
ROE 7,45%
NPF Gross 2,17%
NPF Net 0,95%

Fokus ke Pengembangan Layanan Digital

WOM Finance terus mengembangkan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan. Platform digital yang user-friendly dan aman menjadi salah satu andalan untuk menjangkau lebih banyak nasabah, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.

Dengan digitalisasi, proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih cepat dan transparan. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Optimisme di Tahun-Tahun Mendatang

WOM Finance optimistis mempertahankan momentum positif di tahun-tahun mendatang. Fokus pada peningkatan kualitas pembiayaan, efisiensi biaya, dan penguatan jaringan bisnis menjadi pilar utama dalam menjaga daya saing perusahaan.

Strategi jangka panjang yang telah dirancang secara matang diharapkan bisa terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko, WOM Finance siap menjadi pemain utama di industri pembiayaan nasional.

Disclaimer

yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) per 31 Desember 2025. Angka-angka dan persentase dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.