Perbankan

Perolehan Laba Bersih CIMB Niaga Tembus 2,3 Triliun Rupiah Sepanjang Kuartal I 2026

Fadhly Ramadan
×

Perolehan Laba Bersih CIMB Niaga Tembus 2,3 Triliun Rupiah Sepanjang Kuartal I 2026

Sebarkan artikel ini
Perolehan Laba Bersih CIMB Niaga Tembus 2,3 Triliun Rupiah Sepanjang Kuartal I 2026

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengawali tahun 2026 dengan catatan performa keuangan yang impresif. Laba sebelum pajak konsolidasi yang belum diaudit tercatat mencapai Rp2,3 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Pencapaian tersebut mencerminkan stabilitas fundamental di tengah dinamika yang menantang. Angka laba ini turut menghasilkan earnings per share atau laba per saham sebesar Rp70,20 bagi para pemegang saham.

Kekuatan Fundamental dan Pertumbuhan Pendapatan

Kinerja positif yang dibukukan CIMB Niaga tidak terlepas dari strategi pengelolaan biaya yang disiplin. Fokus pada pertumbuhan yang selektif menjadi kunci utama dalam menjaga perseroan tetap berada di level yang sehat.

Manajemen menegaskan bahwa dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada nasabah menjadi pendorong utama. Strategi ini berhasil menjaga stabilitas pendapatan serta memperkuat fee-based income perusahaan secara konsisten.

Berikut adalah ringkasan performa utama CIMB Niaga pada kuartal I/2026:

  • Laba sebelum pajak: Rp2,3 triliun.
  • Earnings per share: Rp70,20.
  • Total Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp260,1 triliun.
  • Rasio CASA: 73,9 persen.
  • Total kredit/pembiayaan: Rp235,1 triliun.

Strategi Pengelolaan Dana dan Kredit

Keberhasilan dalam meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi salah satu sorotan utama dalam laporan keuangan kuartal pertama ini. Pertumbuhan DPK sebesar 2,3 persen secara tahunan didorong oleh peningkatan signifikan pada dana murah atau Current Account Savings Account (CASA).

Peningkatan CASA sebesar 12,2 persen secara tahunan membawa rasio CASA ke level tertinggi, yakni 73,9 persen. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam menjaga bunga bersih di tengah persaingan perbankan yang ketat.

Untuk memahami lebih dalam mengenai kontribusi segmen kredit, berikut adalah rincian pertumbuhan pembiayaan berdasarkan sektor:

Segmen Kredit Pertumbuhan (yoy)
Corporate Banking 4,8 persen
Kecil Menengah (UKM) 1,2 persen
Consumer Banking 0,2 persen
Kredit Pemilikan Mobil (KPM) 4,0 persen

Data di atas menunjukkan bahwa sektor korporasi menjadi penggerak utama dalam penyaluran kredit. Sementara itu, segmen ritel, khususnya kredit pemilikan mobil, juga menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Peran Strategis Unit Usaha Syariah

CIMB Niaga Syariah terus memperkokoh posisinya sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) terbesar di Indonesia. Fokus pada pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional menjadi prioritas dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan jaringan komunitas dan kemitraan syariah yang lebih luas. Hasilnya, struktur pendanaan syariah menjadi lebih tangguh dengan dukungan dana murah yang terus meningkat.

Berikut adalah capaian operasional CIMB Niaga Syariah per 31 Maret 2026:

  1. Total pembiayaan mencapai Rp52,9 triliun.
  2. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp45,0 triliun.
  3. Penguatan basis pendanaan melalui jaringan komunitas.
  4. Perluasan ekosistem keuangan syariah secara nasional.

Fokus Masa Depan dan Kualitas Aset

Ke depan, perseroan berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas aset dengan sangat hati-hati. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dipastikan tetap berada di bawah rata-rata industri .

Biaya kredit atau Cost of Credit juga dijaga dengan ketat di bawah satu persen. Langkah ini diambil untuk memastikan ketahanan portofolio tetap terjaga meski kondisi ekonomi global mengalami fluktuasi.

Bisnis wealth management juga menjadi pilar dalam diversifikasi pendapatan. Peningkatan rata-rata assets under management per nasabah menunjukkan kepercayaan tinggi dari segmen Preferred dan Private Wealth.

Prioritas strategis yang akan dijalankan meliputi:

  • Mempercepat inisiatif digital untuk meningkatkan pengalaman nasabah.
  • Memperkuat pendapatan inti melalui pertumbuhan fee-based income.
  • Menjaga margin bunga melalui disiplin pendanaan yang kuat.
  • Menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis tahun 2026 didasarkan pada permodalan yang kuat. Dengan fondasi yang kokoh, CIMB Niaga siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus berkontribusi pada ketahanan ekonomi Indonesia secara lebih luas.

Seluruh data keuangan yang disajikan dalam artikel ini merupakan angka unaudited atau belum diaudit. Informasi terkait kinerja perusahaan dapat mengalami perubahan seiring dengan proses audit resmi dan pelaporan berkala di masa mendatang. Pembaca disarankan untuk merujuk pada laporan resmi yang diterbitkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk melalui kanal informasi publik yang sah.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.