Sektor pariwisata dan UMKM di Jawa Barat kini mendapatkan dukungan perlindungan yang lebih komprehensif melalui kolaborasi strategis antara PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dengan Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPD PUTRI) Jawa Barat. Langkah ini menjadi angin segar bagi pelaku industri kreatif dan pengelola destinasi wisata dalam memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika ekonomi daerah.
Sinergi Strategis Askrindo dan DPD PUTRI Jawa Barat
Jawa Barat telah lama dikenal sebagai salah satu pusat destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan ekosistem UMKM yang sangat dinamis. Pertumbuhan sektor ini menuntut adanya sistem proteksi yang memadai untuk memitigasi berbagai risiko operasional yang mungkin terjadi di lapangan.
Penandatanganan nota kesepahaman antara Askrindo Regional Office II Bandung dan DPD PUTRI Jawa Barat menjadi tonggak penting dalam menghadirkan solusi asuransi yang relevan. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan rasa aman bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai taman rekreasi di wilayah tersebut.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam memperluas jangkauan layanan asuransi umum. Perlindungan yang optimal diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Produk Asuransi untuk Sektor Pariwisata
Terdapat beberapa instrumen perlindungan yang disiapkan untuk mendukung operasional bisnis pariwisata dan UMKM. Berikut adalah rincian produk asuransi utama yang ditawarkan dalam kerja sama tersebut:
1. Personal Accident (PA) Wisata
Produk ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan bagi wisatawan selama melakukan aktivitas di lokasi rekreasi. Jaminan ini mencakup risiko kecelakaan diri yang mungkin terjadi selama masa kunjungan.
2. Property All Risk (PAR)
Perlindungan ini ditujukan bagi aset fisik tempat wisata atau gerai UMKM. Risiko kerusakan properti akibat kebakaran, bencana alam, atau kejadian tak terduga lainnya dapat diminimalisir dengan skema ini.
3. Public Liability (PL)
Produk ini memberikan jaminan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. Hal ini sangat krusial bagi pengelola taman rekreasi untuk menanggung risiko cedera atau kerugian yang dialami pengunjung akibat aktivitas operasional.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai cakupan perlindungan yang ditawarkan, berikut adalah tabel perbandingan fungsi dari masing-masing produk asuransi tersebut:
| Jenis Produk | Fokus Perlindungan | Target Pengguna |
|---|---|---|
| Personal Accident | Keselamatan diri individu | Wisatawan |
| Property All Risk | Aset fisik dan bangunan | Pengelola wisata & UMKM |
| Public Liability | Tanggung jawab hukum | Pengelola tempat rekreasi |
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa setiap produk memiliki peran spesifik dalam menjaga keberlangsungan bisnis pariwisata. Dengan adanya proteksi yang terukur, pengelola tempat wisata dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan tanpa harus khawatir berlebihan terhadap risiko finansial yang tidak terduga.
Potensi Ekonomi dan Proyeksi Masa Depan
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren positif pada sektor pariwisata Jawa Barat sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 18,53 juta perjalanan wisatawan nusantara terjadi pada bulan Desember 2025 saja, yang membuktikan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi lokal.
Secara akumulatif, total perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat selama periode Januari hingga Desember 2025 mencapai angka 211,76 juta perjalanan. Angka fantastis ini menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata memiliki daya beli dan perputaran uang yang sangat besar.
Melihat potensi tersebut, Askrindo berencana untuk terus memperluas cakupan layanan ke produk keuangan lainnya. Pengembangan ini bertujuan agar ekosistem UMKM dan pariwisata mendapatkan dukungan finansial yang lebih holistik di masa depan.
Tahapan Pengembangan Layanan Lanjutan
- Penilaian kebutuhan spesifik pelaku UMKM di lokasi wisata.
- Integrasi produk Surety Bond untuk mendukung proyek pembangunan fasilitas wisata.
- Implementasi Kontra Bank Garansi guna memperkuat modal kerja pelaku usaha.
- Penyediaan Asuransi Kredit untuk mempermudah akses permodalan bagi UMKM mitra.
Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada penyediaan asuransi umum saja. Askrindo berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang berkembang seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di Jawa Barat.
Sinergi antara BUMN dan asosiasi pelaku usaha ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang sehat. Dengan adanya jaminan perlindungan yang jelas, kepercayaan wisatawan dan pelaku bisnis terhadap destinasi wisata di Jawa Barat akan semakin meningkat.
Keberhasilan implementasi kerja sama ini akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan serupa di wilayah lain. Fokus utama tetap pada pemberdayaan UMKM agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
Disclaimer: Data dan informasi yang tercantum dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan perusahaan serta kondisi pasar terkini. Keputusan terkait penggunaan produk asuransi sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan pihak penyedia layanan untuk mendapatkan detail teknis yang akurat.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













