Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Klasifikasi desil yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Tapi ternyata, nggak semua desil berhak menerima bantuan ini. Ada beberapa kelompok masyarakat yang secara resmi tidak masuk dalam daftar penerima bansos pemerintah. Penasaran siapa saja mereka?
Desil sendiri adalah pengelompokan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga. Semakin rendah nomor desilnya, semakin besar kemungkinan keluarga tersebut untuk mendapat bantuan dari pemerintah. Sebaliknya, desil tertinggi dianggap sudah mampu secara ekonomi dan tidak memenuhi kriteria sebagai penerima bansos.
Kelompok Desil yang Tidak Mendapat Bansos
Dalam sistem yang digunakan oleh Kemensos, desil dibagi menjadi sepuluh kelompok. Namun, hanya sebagian dari mereka yang berhak menerima bantuan. Yang lainnya, terutama yang berada di desil 6 hingga 10, dianggap tidak memenuhi syarat.
1. Desil 6 ke Atas
Desil 6 hingga 10 merupakan kelompok masyarakat yang dianggap sudah memiliki kesejahteraan ekonomi cukup hingga tinggi. Mereka tidak termasuk dalam kategori rentan atau miskin, sehingga tidak mendapat bansos dari pemerintah.
2. Desil 5 (Bergeser dari Prioritas Utama)
Desil 5 memang masih bisa mendapat bansos, tapi bukan sebagai prioritas utama. Artinya, jika anggaran terbatas, kelompok ini akan menjadi yang paling akhir untuk mendapat bantuan.
Pengelompokan Desil Lengkap
Agar lebih jelas, berikut adalah pembagian desil dari 1 hingga 10 beserta kategorinya:
| No. Desil | Kategori |
|---|---|
| 1 | Sangat miskin |
| 2 | Rentan miskin |
| 3-4 | Hampir miskin |
| 5-6 | Kelas menengah |
| 7-9 | Menengah ke atas |
| 10 | Paling sejahtera |
Desil 1 hingga 4 adalah kelompok utama yang menjadi sasaran program bansos. Sedangkan desil 5 ke atas mulai dianggap mampu, meskipun ada pengecualian tertentu tergantung kondisi lokal dan kebijakan daerah.
Program Bansos untuk Desil Prioritas
Bagi keluarga yang masuk dalam desil 1 hingga 4, ada beberapa program bantuan yang bisa diterima, antara lain:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Program Sembako (BPNT)
- Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
- Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)
- Bansos lain dari Kemensos
Program-program ini dirancang untuk membantu kebutuhan dasar, seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan keluarga.
Cara Mengecek Desil Secara Online
Masyarakat yang ingin tahu apakah keluarganya termasuk dalam desil penerima bansos bisa mengeceknya secara mandiri. Ada dua cara utama yang bisa dilakukan, yaitu melalui situs web resmi atau aplikasi mobile.
1. Melalui Google
Langkah pertama adalah membuka aplikasi Google di perangkat apa pun. Lalu, ketik alamat berikut di kolom pencarian:
https://cekbansos.kemensos.go.id
Setelah itu, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di KTP. Jangan lupa isi kode Captcha yang muncul. Jika kode terlalu sulit dibaca, klik ikon refresh untuk mendapatkan kode baru.
Klik tombol “Cari Data” dan tunggu beberapa saat. Sistem akan menampilkan informasi mengenai desil, jenis bansos yang berhak diterima, serta status pencairan bantuan.
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Alternatif lain adalah dengan mengunduh aplikasi resmi dari Kemensos. Aplikasi ini tersedia di PlayStore untuk pengguna Android dan AppStore untuk pengguna iOS.
Setelah diunduh, buka aplikasi dan lakukan login. Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu dengan mengisi data diri lengkap, termasuk NIK. Setelah berhasil masuk, pengguna bisa mengakses menu profil untuk melihat kategori desil dan informasi bansos terkait.
Pentingnya Mengetahui Status Desil
Mengetahui desil bukan cuma soal tahu apakah berhak dapat bansos atau tidak. Ini juga membantu masyarakat memahami posisi ekonomi keluarga dan mempersiapkan langkah selanjutnya, baik itu mengajukan bantuan atau mengikuti program pemberdayaan.
Bagi yang ternyata tidak masuk dalam daftar penerima bansos, ada baiknya mencari tahu program lain yang tersedia di tingkat daerah. Kadang, pemerintah daerah juga memiliki program bantuan sosial tambahan yang tidak terintegrasi dengan sistem Kemensos.
Disclaimer
Data desil dan penerima bansos bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan hasil survei terbaru. Informasi yang didapat melalui situs atau aplikasi resmi hanya berlaku pada periode tertentu dan belum tentu mencerminkan kondisi terkini. Disarankan untuk rutin mengecek ulang informasi secara berkala.
Jika merasa layak menerima bansos namun tidak muncul dalam data, masyarakat bisa menghubungi fasilitator desa atau kantor Kemensos terdekat untuk verifikasi lebih lanjut.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













