Finansial

Budi Gadai Indonesia Ungkapkan Data Terbaru 2026, Porsi Barang Gadai yang Tak Ditebus Nasabah Masih Relatif Kecil

Retno Ayuningrum
×

Budi Gadai Indonesia Ungkapkan Data Terbaru 2026, Porsi Barang Gadai yang Tak Ditebus Nasabah Masih Relatif Kecil

Sebarkan artikel ini
Budi Gadai Indonesia Ungkapkan Data Terbaru 2026, Porsi Barang Gadai yang Tak Ditebus Nasabah Masih Relatif Kecil

swasta PT Indonesia mencatat bahwa porsi barang yang tidak ditebus nasabah relatif kecil. Hingga Maret 2026, hanya sekitar 17,12% dari total barang yang digadaikan yang akhirnya tidak ditebus dan dijual kembali. Mayoritas barang yang tidak ditebus berasal dari elektronik seperti laptop dan gadget.

Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, menjelaskan bahwa tren ini tidak jauh berbeda dibanding periode sebelumnya. Meski demikian, barang yang tidak ditebus tetap menjadi bagian dari pendapatan perusahaan, meski bukan sumber utama. Pendapatan utama masih berasal dari bunga dan biaya administrasi yang dikenakan di awal pinjaman.

Dinamika Barang Gadai yang Tidak Ditebus

Pada dasarnya, pergadaian bukan hanya soal pinjaman, tapi juga risiko dan keuntungan dari barang jaminan. Banyak orang menggadaikan barang berharga mereka untuk mendapatkan dana cepat, namun tidak semua kembali untuk menebusnya. Barang-barang yang tidak ditebus kemudian dilelang atau dijual kembali oleh perusahaan.

1. Kategori Barang yang Sering Tidak Ditebus

Barang elektronik menjadi kategori yang paling banyak tidak ditebus oleh nasabah. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti yang rendah dibandingkan kebutuhan dana, atau karena barang sudah tidak relevan lagi (misalnya gadget generasi lama).

2. Proporsi Barang yang Dilelang

Hingga Maret 2026, proporsi barang yang dilelang mencapai 17,12% dari total barang yang digadaikan. Angka ini sejalan dengan proporsi barang yang tidak ditebus, karena keduanya saling terkait. Barang yang dilelang memberikan keuntungan tambahan, meski kontribusinya terbatas.

3. Keuntungan dari Lelang

Laba dari lelang hanya menyumbang sekitar % hingga 10% dari total laba perusahaan. Meskipun bukan sumber utama, keuntungan ini tetap menjadi nilai tambah karena membantu menutup biaya operasional dan risiko dari barang yang tidak laku terjual.

Sumber Pendapatan Utama Budi Gadai Indonesia

Meskipun lelang memberi tambahan keuntungan, pendapatan utama Budi Gadai Indonesia tetap berasal dari bunga dan biaya administrasi. Margin keuntungan yang diterapkan bervariasi tergantung jenis barang yang digadaikan.

1. Bunga dan Biaya Administrasi

Untuk barang elektronik, bunga yang dikenakan sebesar 5% hingga 10%, sedangkan untuk hanya sekitar 2,4%. Bunga ini dikenakan di awal pinjaman dan menjadi kontributor terbesar terhadap laba perusahaan.

2. Pendapatan dari Barang Tidak Ditebus

Barang yang tidak ditebus bisa dijual kembali, tapi keuntungannya tergantung pada harga dan kondisi barang. Tidak semua barang memberikan keuntungan besar saat dilelang, sehingga perusahaan harus selektif dalam memilih barang mana yang akan dijual.

3. Strategi Pengelolaan Risiko

Perusahaan menjaga keseimbangan antara jumlah pinjaman dan nilai barang jaminan. Ini penting untuk meminimalkan risiko kerugian jika barang tidak ditebus. Dengan begitu, meski hanya 17% barang yang tidak ditebus, dampak finansialnya tetap bisa dikelola dengan baik.

Tabel Perbandingan Pendapatan Budi Gadai Indonesia

Sumber Pendapatan Kontribusi terhadap Laba Catatan Tambahan
Bunga dan Admin (Elektronik) 5% – 10% Sumber pendapatan utama
Bunga dan Admin (Emas) 2,4% Margin lebih kecil
Lelang Barang 5% – 10% Keuntungan tambahan, tidak pasti
Barang Tidak Ditebus Tergantung kondisi pasar Risiko dan peluang sekaligus

Disclaimer: di atas berdasarkan kondisi hingga Maret 2026 dan dapat berubah seiring perkembangan bisnis dan ekonomi.

Penutup

Meskipun porsi barang yang tidak ditebus tergolong kecil, pengelolaan yang baik tetap menjadi kunci agar tidak menjadi beban finansial. Budi Gadai Indonesia terus memperbaiki sistem evaluasi barang jaminan dan strategi lelang agar tetap menguntungkan. Pendapatan utama tetap berasal dari bunga dan biaya administrasi, sedangkan lelang hanya sebagai pendukung.

Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan bisa menjaga keseimbangan antara risiko dan keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis pergadaian bukan hanya soal pinjaman, tapi juga manajemen aset dan strategi pemasaran yang solid.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.