Angka literasi keuangan syariah di Indonesia mencapai 43 persen, sebuah pencapaian yang menunjukkan semakin banyak masyarakat mulai memahami konsep keuangan halal. Namun, angka inklusi keuangan syariah masih terbilang rendah, yakni sekitar 13 persen. Artinya, meskipun banyak orang tahu, belum semua orang menggunakan produk keuangan syariah. Permata Bank mencoba menjawab tantangan ini dengan strategi yang lebih inklusif dan terjangkau.
Melalui Unit Usaha Syariah (UUS), bank ini mengusung komitmen “Syariah untuk Semua” untuk memperluas akses keuangan syariah. Tujuannya jelas: membuat produk dan layanan syariah lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan, termasuk yang sebelumnya belum pernah menggunakan layanan keuangan formal.
Mengapa Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah?
Tantangan utama dalam mendorong inklusi keuangan syariah bukan hanya soal pemahaman, tetapi juga aksesibilitas dan persepsi. Banyak orang masih menganggap produk syariah lebih rumit atau hanya untuk kalangan tertentu. Padahal, sebenarnya produk ini bisa sangat sederhana dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
1. Kurangnya Akses Fisik ke Layanan Syariah
Banyak daerah di Indonesia belum memiliki kantor cabang syariah yang memadai. Ini membuat masyarakat di wilayah terpencil merasa sulit mengakses layanan keuangan syariah secara langsung. Permata Bank menyiasati hal ini dengan memanfaatkan jaringan kantor cabang konvensional yang tersebar di lebih dari 200 lokasi, dari Aceh hingga Papua.
2. Persepsi Produk Syariah Lebih Rumit
Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa produk syariah lebih kompleks dibandingkan produk konvensional. Padahal, dengan digitalisasi, banyak produk syariah kini bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi mobile banking.
3. Minimnya Edukasi yang Tepat Sasaran
Meskipun tingkat literasi mencapai 43 persen, edukasi yang disampaikan belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern. Permata Bank mencoba menjawab ini dengan turut serta dalam acara besar seperti Hijrahfest Ramadan 2026, sebagai upaya edukasi yang lebih menyentuh dan relevan.
Strategi Permata Bank Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah
Permata Bank tidak hanya fokus pada ekspansi fisik, tetapi juga pada pendekatan digital dan edukasi yang lebih inklusif. Berikut beberapa langkah strategis yang diambil untuk mendorong inklusi keuangan syariah.
1. Memperluas Akses Melalui Cabang Konvensional
Permata Bank memungkinkan nasabah di seluruh cabang konvensional untuk mengakses layanan syariah. Ini mempercepat inklusi tanpa harus menunggu pendirian kantor cabang syariah baru.
2. Mengembangkan Aplikasi Mobile Banking PermataME
Melalui aplikasi PermataME, nasabah bisa mengakses berbagai layanan syariah, mulai dari tabungan, pembiayaan, hingga pengelolaan zakat. Ini memudahkan masyarakat modern yang lebih nyaman dengan transaksi digital.
3. Meningkatkan Literasi dengan Pendekatan yang Lebih Dekat
Permata Bank aktif berpartisipasi dalam berbagai acara keagamaan dan budaya, seperti Hijrahfest, untuk menyampaikan edukasi keuangan syariah dengan cara yang lebih relatable dan mudah dipahami.
Perbandingan Produk Keuangan Syariah dan Konvensional
Untuk memahami perbedaan dan manfaat produk syariah, berikut tabel perbandingan singkat antara produk keuangan syariah dan konvensional.
| Fitur | Produk Syariah | Produk Konvensional |
|---|---|---|
| Dasar Transaksi | Berdasarkan prinsip keadilan dan risiko bersama | Berdasarkan bunga dan keuntungan tetap |
| Keuntungan Bagi Nasabah | Mengikuti hasil usaha atau investasi | Tetap sesuai dengan bunga yang ditetapkan |
| Risiko | Dibagi bersama antara bank dan nasabah | Ditanggung sepenuhnya oleh nasabah |
| Keberagaman Produk | Tabungan, pembiayaan, pengelolaan zakat | Tabungan, deposito, pinjaman bunga |
Layanan Keuangan Syariah di Permata Bank
Permata Bank Syariah menawarkan berbagai layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial sepanjang hidup nasabah. Semua layanan ini bisa diakses secara digital dan mudah digunakan.
1. Tabungan Syariah
Produk tabungan syariah Permata memberikan keamanan dan keuntungan berupa bagi hasil yang disesuaikan dengan kinerja bank. Cocok untuk masyarakat yang ingin menyimpan dana dengan prinsip halal.
2. Pembiayaan Syariah
Permata menyediakan berbagai jenis pembiayaan seperti murabahah, ijarah, dan musyarakah yang sesuai dengan prinsip syariah. Ini menjadi alternatif bagi nasabah yang ingin menghindari bunga.
3. Pengelolaan Zakat Digital
Melalui aplikasi PermataME, nasabah bisa menyalurkan zakat dengan lebih mudah dan transparan. Ini adalah langkah nyata Permata dalam mendukung ekosistem keuangan syariah yang holistik.
Tantangan dan Peluang Ke Depan
Meski sudah banyak berbuat, tantangan inklusi keuangan syariah masih terbuka lebar. Perubahan perilaku masyarakat, infrastruktur digital yang merata, dan edukasi yang terus menerus adalah kunci utama.
Permata Bank terus berinovasi untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan pendekatan yang lebih personal dan digital, bank ini berharap bisa menjadi mitra finansial yang relevan dan inklusif bagi semua kalangan.
Kesimpulan
Inklusi keuangan syariah memang masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal akses dan persepsi. Namun, dengan strategi yang tepat seperti yang dijalankan Permata Bank, inklusi bisa terus meningkat. Kombinasi antara edukasi, teknologi, dan layanan yang mudah diakses adalah kunci suksesnya keuangan syariah di masa depan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kebijakan dan kondisi ekonomi.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













