Wirausaha perempuan di Indonesia semakin mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk BUMN besar seperti Pertamina. Melalui program PFpreneur 2026, ratusan ribu perempuan yang menjalankan usaha ultra mikro hingga kecil diberi kesempatan untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun global. Program ini tidak hanya sekadar pelatihan, tapi merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.
Tepat di Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026, sebanyak 3.489 wirausahawati dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti sosialisasi Pra-Kurasi Program PFpreneur secara daring. Peserta ini merupakan bagian dari 8.196 pendaftar yang lolos seleksi administrasi. Tahap awal ini menjadi gerbang penting sebelum mereka melangkah ke tahapan pembinaan yang lebih intensif.
Program PFpreneur: Langkah Awal Menuju Kemandirian UMKM Perempuan
Program PFpreneur dirancang sebagai bagian dari komitmen Pertamina Foundation dalam mengembangkan ekosistem pembinaan UMKM yang komprehensif. Fokus utamanya adalah pada pemberdayaan perempuan melalui pendekatan yang terintegrasi dan bertahap. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan para wirausahawati bisa tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh dan siap bersaing.
1. Tahapan Pembinaan PFpreneur 2026
Program ini terdiri dari empat tahapan utama yang dirancang untuk memperkuat fondasi usaha para peserta:
-
Pra-Kurasi
Tahap awal yang memberikan pemahaman dasar mengenai karakteristik pelanggan, value produk, dan peran sebagai founder. -
Kurasi 1
Penguatan mindset dan mental wirausaha, serta pemahaman awal tentang tata kelola usaha. -
Kurasi 2
Fokus pada strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan keuangan. -
Kurasi Final
Tahap akhir yang menyiapkan peserta untuk naik kelas ke program lanjutan seperti UMK Academy dan UMK Go Global.
2. Platform E-Learning PFseries
Setiap tahapan pembinaan dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning bernama PFseries. Peserta bisa mengakses video pembelajaran, mengerjakan tugas, serta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman. Sistem ini memungkinkan fleksibilitas dan aksesibilitas yang tinggi, cocok untuk para pelaku usaha yang sibuk.
Kurikulum yang Mendukung Pertumbuhan Usaha
Kurikulum PFpreneur dirancang secara menyeluruh, mulai dari hal-hal dasar seperti mindset wirausaha hingga strategi penjualan dan digitalisasi. Tujuannya jelas: membangun fondasi yang kuat agar usaha bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang ketat.
3. Modul Utama dalam Kurikulum PFpreneur
-
Mindset dan Mental Wirausaha
Membangun pola pikir positif dan tangguh dalam menghadapi tantangan bisnis. -
Analisis Pasar dan Konsumen
Memahami perilaku konsumen dan tren pasar agar produk lebih relevan. -
Tata Kelola SDM dan Keuangan
Pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan usaha. -
Strategi Pemasaran dan Penjualan
Teknik promosi yang efektif dan strategi penjualan yang berkelanjutan. -
Digitalisasi dan Peningkatan Kapasitas
Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Dampak Nyata dari Program PFpreneur
Sejak diluncurkan pada 2020, PFpreneur telah membina lebih dari 6.325 UMKM perempuan di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan, hingga agribisnis. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tapi juga membuka akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
4. Kisah Sukses Para Peserta PFpreneur
-
Rifera (Sumatera Selatan)
Memulai dari usaha rumahan membuat produk eco-fashion dari kulit kayu dan serat alami, kini menjadi peserta binaan Pertamina dan sukses tampil di pameran produk unggulan daerah. -
Sofyani Mirah (Yogyakarta)
Pendiri Bananania yang awalnya mengikuti PFpreneur pada 2020, kini telah menjalin kerja sama internasional dan meraih penghargaan bergengsi di bidang UMKM.
Dukungan untuk SDGs dan Kebijakan Nasional
Program PFpreneur tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha, tapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada Pilar 5 (Kesetaraan Gender) dan Pilar 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Selain itu, program ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah terkait pemberdayaan kewirausahaan.
Kesimpulan
Program PFpreneur 2026 adalah langkah nyata dalam mendorong kemandirian dan daya saing wirausaha perempuan di Indonesia. Dengan pendampingan yang terstruktur dan kurikulum yang relevan, para peserta tidak hanya belajar membangun usaha, tapi juga siap menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari data dan pernyataan resmi yang tersedia hingga April 2026. Data dan jadwal program dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan penyelenggara.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













