Portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencatat pencapaian menarik pada kuartal pertama 2026. Total portofolio ini mencapai Rp320 triliun, tumbuh 8,8% secara tahunan (year-on-year). Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Bank Mandiri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Salah satu pilar utama di balik pencapaian ini adalah Sustainable Banking. Di bawah pilar ini, Bank Mandiri berhasil menyalurkan pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun, naik 12,6% YoY. Sementara itu, pembiayaan sosial mencatatkan angka Rp153 triliun, tumbuh 5,1% secara tahunan. Kombinasi ini menjadikan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa pasar lebih dari 35% di antara tiga bank besar.
1. Pilar Sustainable Banking: Fondasi Pembiayaan Hijau
Dalam kuartal I-2026, Bank Mandiri mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun untuk sektor green building dan Rp5,2 triliun untuk pengelolaan sumber daya alam hayati. Langkah ini sejalan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan.
- Pembiayaan hijau: Rp167 triliun (↑12,6% YoY)
- Pembiayaan sosial: Rp153 triliun (↑5,1% YoY)
- Pembiayaan baru di green building: Rp3,6 triliun
- Pembiayaan baru di sektor SDA hayati: Rp5,2 triliun
2. Pendanaan Ramah Lingkungan: Green Bond Tahap II
Untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan, Bank Mandiri menerbitkan Green Bond Tahap II senilai Rp5 triliun. Dana ini dialokasikan sebesar 72% untuk sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan 28% untuk transportasi ramah lingkungan. Emiten ini memastikan bahwa dana yang terkumpul digunakan secara transparan dan sesuai prinsip keberlanjutan.
| Alokasi Green Bond | Persentase |
|---|---|
| Pengelolaan SDA hayati | 72% |
| Transportasi ramah lingkungan | 28% |
3. Sustainable Operation: Mengurangi Jejak Karbon
Bank Mandiri juga fokus pada efisiensi operasional berkelanjutan. Melalui Sustainable Operation, emisi operasional dikurangi dengan berbagai langkah seperti penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan panel surya, serta penyediaan charging station.
Perseroan juga mulai menghitung emisi Scope 3 dari perjalanan dinas dan penggunaan kertas. Digital carbon tracking turut diterapkan untuk memantau emisi secara lebih akurat dan terukur.
4. Sustainability Beyond Banking: Inklusi dan Transparansi
Pilar ketiga, Sustainability Beyond Banking, memperkuat inklusi keuangan melalui Livin’ Merchant dan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Selain itu, Bank Mandiri menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 yang mengacu pada standar pelaporan global.
Langkah strategis lainnya adalah rencana peluncuran Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel melalui fitur Livin’ Planet. Kolaborasi ini dilakukan bersama IDX Carbon, membuka peluang bagi nasabah ritel untuk berkontribusi langsung dalam pengurangan emisi.
5. Manfaat dan Dampak dari Strategi ESG
Integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam bisnis Bank Mandiri memberikan dampak positif di berbagai lini. Dari sisi lingkungan, program pembiayaan hijau dan pengurangan emisi membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Sementara dari sisi sosial, program inklusi keuangan dan TJSL memperluas akses layanan keuangan.
Dari sisi bisnis, strategi ESG ini memperkuat reputasi Bank Mandiri sebagai institusi keuangan yang bertanggung jawab. Ini juga berpotensi menarik investor yang peduli terhadap isu keberlanjutan.
6. Tantangan dan Rencana Ke Depan
Meski pencapaian Bank Mandiri sangat positif, tantangan tetap ada. Fluktuasi pasar, kebijakan baru, dan kebutuhan adaptasi teknologi bisa menjadi tantangan ke depan. Namun, dengan roadmap yang jelas dan komitmen kuat, Bank Mandiri terus berinovasi untuk menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan.
Beberapa rencana ke depan antara lain:
- Peningkatan kapasitas digital carbon tracking
- Perluasan kolaborasi dengan lembaga pengelola karbon seperti IDX Carbon
- Pengembangan produk pembiayaan hijau yang lebih inovatif
- Penguatan pendanaan berkelanjutan melalui instrumen pasar modal hijau
7. Penutup: Menjadi Contoh untuk Industri Keuangan
Dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp320 triliun, Bank Mandiri menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan bisa berjalan seiring. Pilar Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi ini.
Langkah-langkah konkret seperti penerbitan Green Bond, penggunaan kendaraan listrik, serta peluncuran SPE-GRK melalui Livin’ Planet menunjukkan komitmen nyata terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan inklusi keuangan.
Melalui pendekatan ESG yang komprehensif, Bank Mandiri tidak hanya memperkuat bisnisnya, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan nasional.
Disclaimer: Data dan pencapaian yang disebutkan dalam artikel ini bersifat terbatas hingga kuartal I-2026 dan dapat berubah seiring perkembangan kebijakan, regulasi, serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













