BRI terus memperkuat komitmen dalam mendorong keuangan berkelanjutan. Langkah ini terlihat dari penyaluran pembiayaan hijau yang mencapai Rp 93,2 triliun hingga akhir 2025. Dana tersebut disalurkan untuk mendukung kegiatan usaha berwawasan lingkungan, sekaligus memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat posisi BRI sebagai bank pelat merah yang responsif terhadap isu global, tetapi juga menjadikannya sebagai salah satu aktor penting dalam transformasi sektor keuangan nasional menuju arah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pembiayaan Hijau Jadi Fokus Utama BRI
Penyaluran dana ke Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) mencapai Rp 93,2 triliun atau sekitar 6,94% dari total portofolio kredit BRI. Angka ini menunjukkan bahwa bank yang didirikan pada tahun 1895 ini serius dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam bisnisnya.
Selain itu, BRI juga menyalurkan pembiayaan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) sebesar Rp 718,7 triliun atau sekitar 53,5% dari total pembiayaan. Kombinasi ini mencerminkan upaya seimbang antara pertumbuhan finansial dan dampak sosial yang luas.
1. Pemenuhan Regulasi OJK
BRI telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 51/POJK.03/2017. Regulasi ini menjadi dasar bagi lembaga keuangan untuk mendorong praktik keuangan berkelanjutan secara terstruktur dan terukur.
2. Penerbitan Social Bond
Untuk mendukung proyek-proyek yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, BRI menerbitkan social bond senilai Rp 5 triliun. Dana ini digunakan untuk mendanai berbagai program sosial, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
3. Climate Risk Stress Testing (CRST)
BRI melakukan analisis Climate Risk Stress Testing sesuai panduan OJK. Langkah ini penting untuk memperkuat manajemen risiko yang terkait dengan perubahan iklim, sehingga portofolio kredit tetap aman dan berkelanjutan di masa depan.
Inklusi Keuangan yang Menjangkau Luas
Hingga akhir 2025, BRI telah menjangkau lebih dari 140,5 juta nasabah. Angka ini didukung oleh penggunaan teknologi digital dan ekosistem layanan yang luas, termasuk:
- 45,93 juta pengguna super app BRImo
- 1,19 juta Agen BRILink
- 5.245 Desa BRILiaN yang telah diberdayakan
Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk menjangkau masyarakat di pelosok daerah yang sebelumnya belum terlayani dengan baik oleh sistem perbankan konvensional.
Pengakuan Global atas Komitmen Keberlanjutan
Komitmen BRI dalam mendorong keuangan berkelanjutan tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mendapat pengakuan global. Beberapa penghargaan penting yang diraih antara lain:
| Penghargaan | Pemberi | Detail |
|---|---|---|
| Peringkat A | MSCI ESG Rating | Menunjukkan kinerja ESG yang baik |
| Kategori Low Risk | Sustainalytics | Risiko ESG rendah |
| Skor CSA persentil ke-92 | S&P Global | Masuk dalam 8% perusahaan terbaik dunia |
| S&P Global Sustainability Yearbook | S&P Global | Satu-satunya perusahaan Indonesia selama 4 tahun berturut-turut |
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026–2030
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, BRI telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) periode 2026–2030. Rencana ini menjadi panduan konkret dalam implementasi prinsip keberlanjutan di seluruh aspek bisnis.
1. Peningkatan Portofolio Hijau
BRI berkomitmen untuk terus meningkatkan proporsi pembiayaan hijau dalam total portofolio kredit. Targetnya adalah mencapai 10% pada tahun 2030, dengan fokus pada sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan sampah.
2. Adopsi Standar Pelaporan Internasional
BRI mengadopsi IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan S2) untuk meningkatkan transparansi pelaporan keberlanjutan. Ini penting agar investor global dapat memahami dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnis BRI.
3. Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi utama dalam mendorong keuangan berkelanjutan. BRI terus memperkuat struktur tata kelola yang transparan dan akuntabel, sesuai dengan prinsip tata kelola terbaik di tingkat global.
Tantangan dan Peluang di Depan
Meskipun pencapaian BRI dalam keuangan berkelanjutan sudah sangat baik, tantangan ke depan tetap ada. Perubahan iklim, regulasi yang terus berkembang, dan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BRI.
Namun, dengan komitmen kuat dan strategi yang terukur, BRI diyakini mampu terus menjadi pelopor dalam transformasi sektor keuangan nasional menuju arah yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga akhir tahun 2025. Angka dan pencapaian yang disebutkan dapat berubah seiring dengan perkembangan regulasi, kondisi pasar, serta strategi perusahaan ke depan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













