Nasional

Kekayaan 5 Keluarga Konglomerat Asia Ini Capai USD275 Miliar pada 2026

Fadhly Ramadan
×

Kekayaan 5 Keluarga Konglomerat Asia Ini Capai USD275 Miliar pada 2026

Sebarkan artikel ini
Kekayaan 5 Keluarga Konglomerat Asia Ini Capai USD275 Miliar pada 2026

Lima keluarga konglomerat Asia kini mengontrol kekayaan hampir mencapai USD275 miliar. Angka ini mencerminkan betapa besarnya pengaruh dinasti-dinasti yang telah bertahan selama beberapa dekade, bahkan berabad-abad. Mayoritas dari mereka sudah memasuki generasi ketiga atau bahkan keempat dalam kepemimpinan bisnisnya.

Perubahan zaman tak menyurutkan laju pertumbuhan kekayaan mereka. Justru, banyak dari keluarga ini yang terus berinovasi dan memperluas sayap usaha ke sektor-sektor baru seperti teknologi, energi terbarukan, dan buatan.

1. Keluarga Ambani – India (USD89,7 Miliar)

Keluarga Ambani tetap kokoh di posisi teratas sebagai konglomerat terkaya di Asia. Dengan kekayaan mencapai USD89,7 miliar, mereka memimpin lewat Reliance Industries, perusahaan yang didirikan oleh Dhirubhai Ambani pada tahun 1950-an.

Setelah Dhirubhai wafat pada 2002, bisnis dibagi antara dua putranya: Mukesh dan Anil. Mukesh mengambil alih kendali inti perusahaan dan berhasil mengembangkan Reliance menjadi salah satu operator kilang minyak terbesar di dunia. Ia juga memimpin diversifikasi bisnis ke bidang ritel, teknologi, dan energi bersih.

Pada Februari 2026, saham Reliance melonjak 12% sepanjang tahun sebelumnya. Perusahaan juga merancang investasi infrastruktur data senilai USD110 miliar dalam tujuh tahun mendatang. Kekayaan ini juga tercermin dari kediaman pribadi Mukesh Ambani, sebuah bangunan 27 lantai yang tercatat sebagai salah satu rumah paling mahal di dunia.

2. Keluarga Kwok – Hong Kong (USD50,2 Miliar)

Kekayaan keluarga Kwok berasal dari Sun Hung Kai Properties, salah satu pengembang properti paling berpengaruh di Hong Kong. Perusahaan ini didirikan oleh Kwok Tak Seng pada tahun 1960-an dan telah melantai di bursa sejak 1972.

Kepemimpinan kemudian diwariskan kepada tiga putranya: Walter, Thomas, dan Raymond. Meski sempat terjadi konflik internal pada 2008 yang membuat Walter lengser, Raymond kini memimpin perusahaan sebagai Chairman dan Managing Director.

Pada akhir , Sun Hung Kai mencatatkan laba bersih USD1,3 miliar, naik 36,2% secara tahunan. Perusahaan berencana merilis sejumlah proyek residensial baru dalam sepuluh bulan ke depan, termasuk fase kedua dari proyek elit Cullinan Harbour di Kai Tak.

3. Keluarga Lee – Korea Selatan (USD45,5 Miliar)

Keluarga Lee mengendalikan Samsung, salah satu raksasa teknologi global. Dengan kekayaan diperkirakan USD45,5 miliar, mereka menjadi kekuatan utama di balik ekspor Korea Selatan.

Samsung didirikan oleh Lee Byung Chul pada tahun 1938. Kini, generasi ketiga mengambil alih kendali, dengan Lee Jae Yong sebagai pemimpin utama. Di bawah kepemimpinannya, Samsung fokus pada pengembangan AI dan robotik.

Jae Yong sempat terlibat dalam sengketa hukum terkait merger pada 2015, namun akhirnya mendapat pengampunan presiden pada 2022. Keluarga ini juga tengah menyelesaikan pembayaran pajak warisan senilai USD8 miliar dari harta mendiang Lee Kun Hee, dengan cicilan terakhir dijadwalkan selesai bulan ini.

4. Keluarga Chearavanont – Thailand (USD44,8 Miliar)

Perjalanan bisnis keluarga Chearavanont bermula dari sebuah toko benih sayuran yang didirikan oleh Chia Ek Chor pada tahun 1921. Kini, bisnis tersebut berubah menjadi Charoen Pokphand Group (CP Group), salah satu perusahaan agribisnis terbesar di dunia.

Kekayaan keluarga ini mencapai USD44,8 miliar, dengan portofolio yang mencakup sektor pertanian, pakan ternak, ritel, hingga telekomunikasi. CP Group memiliki saham di perusahaan besar seperti Ping An Insurance, CITIC Group, dan True Corporation.

Pada Februari 2026, anak perusahaan ritel CP Axtra menggelontorkan dana hampir USD580 juta untuk membuka 110 toko baru di Thailand, Malaysia, dan Filipina. Tak hanya itu, pada 2026, mereka juga menyelesaikan akuisisi jaringan supermarket Malaysia, The Food Purveyor, senilai USD420 juta.

5. Keluarga Zhang – Tiongkok (USD44,7 Miliar)

Keluarga Zhang membangun kekayaan mereka dari sektor tekstil dan aluminium. Zhang Shiping, pendiri, memulai dari sebuah pabrik kapas kecil pada era 1980-an dan mengembangkannya menjadi Weiqiao, salah satu produsen tekstil terbesar di dunia.

Pada tahun 1994, ia mendirikan China Hongqiao, raksasa aluminium global. Setelah meninggal pada 2019, bisnis diwariskan kepada dua anaknya: Zhang Bo yang memimpin unit aluminium dan Zhang Hongxia yang mengelola sektor tekstil.

China Hongqiao menjadi pemasok utama bagi perusahaan teknologi besar seperti Huawei, , dan produsen EV BYD. Saham perusahaan ini melonjak lebih dari 160% dalam setahun terakhir, didorong oleh lonjakan harga akibat tren AI dan pembangunan pusat data.

Perbandingan Kekayaan Kelima Keluarga Konglomerat Asia

Peringkat Nama Keluarga Negara Asal Kekayaan (USD Miliar)
1 Ambani India 89,7
2 Kwok Hong Kong 50,2
3 Lee Korea Selatan 45,5
4 Chearavanont Thailand 44,8
5 Zhang 44,7

Total kekayaan kelima keluarga: USD274,9 miliar

Dinamika Kekayaan Keluarga Konglomerat

Kekayaan kelima keluarga ini tidak hanya berasal dari satu sektor. Mereka terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tren global. Dari energi terbarukan hingga AI, dari ritel hingga properti, setiap keluarga memiliki strategi tersendiri dalam memperluas dominasi bisnis mereka.

Yang menarik, mayoritas dari mereka sudah memasuki generasi ketiga atau keempat dalam kepemimpinan. Meski begitu, semangat dan visi jangka panjang tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Disclaimer

Data dalam artikel ini bersumber dari laporan terbaru Bloomberg dan media terpercaya lainnya per April 2026. Nilai kekayaan bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung fluktuasi , ekonomi, serta kondisi makro global.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.