Nasional

Bank BUMN Dorong Inklusi Keuangan Pedagang Melalui Kemitraan dengan Koperasi Pasar Pada Tahun 2026 Ini Langkah Strategis Menggenjot Perekonomian Rakyat

Herdi Alif Al Hikam
×

Bank BUMN Dorong Inklusi Keuangan Pedagang Melalui Kemitraan dengan Koperasi Pasar Pada Tahun 2026 Ini Langkah Strategis Menggenjot Perekonomian Rakyat

Sebarkan artikel ini
Bank BUMN Dorong Inklusi Keuangan Pedagang Melalui Kemitraan dengan Koperasi Pasar Pada Tahun 2026 Ini Langkah Strategis Menggenjot Perekonomian Rakyat

Pasar tradisional masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Meski begitu, akses keuangan bagi para pedagang di sana masih terbatas. Banyak dari mereka belum tersentuh yang memadai. Perbankan pun mulai melirik potensi ini sebagai peluang ekspansi bisnis. Salah satunya adalah Bank Tabungan Negara (BTN) yang kini menggandeng Induk Pedagang Pasar (INKOPPAS) untuk membawa layanan keuangan langsung ke lapak-lapak tradisional.

Langkah ini bukan sekadar soal ekspansi. Ini adalah upaya nyata untuk mendorong keuangan dan digitalisasi di sektor pasar tradisional. BTN ingin membawa perubahan dengan menyasar ekosistem koperasi pasar yang selama ini dianggap terlalu “konvensional”. Dengan kolaborasi ini, diharapkan pedagang bisa lebih mudah mengakses layanan perbankan, mulai dari pembayaran digital hingga pembiayaan usaha.

Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inklusi Keuangan

BTN dan INKOPPAS sepakat menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh pedagang pasar. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan MoU yang berlangsung di Menara 2 BTN, Jakarta. Acara ini menandai komitmen serius dari kedua belah pihak untuk membawa transformasi digital ke pasar tradisional.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam ekosistem ekonomi kerakyatan. Melalui kemitraan ini, BTN ingin memperluas akses keuangan berbasis ekosistem yang lebih inklusif. “Kerja sama ini menjadi perseroan dalam memperluas akses keuangan berbasis ekosistem. Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan,” ujar Nixon.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk mendorong digitalisasi koperasi dan pedagang pasar. Dengan begitu, inklusi keuangan bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil yang selama ini belum terlayani dengan baik oleh sistem perbankan konvensional.

1. Layanan Perbankan Digital untuk Pedagang Pasar

BTN menghadirkan sejumlah layanan perbankan digital yang dirancang khusus untuk pedagang pasar. Salah satunya adalah pemanfaatan QRIS Bale Merchant yang memudahkan transaksi pembayaran digital. Selain itu, mesin EDC juga akan dipasang di lokasi-lokasi strategis di pasar untuk mendukung transaksi non-tunai.

Layanan ini tidak hanya mempermudah pedagang dalam menerima pembayaran, tapi juga memberikan transparansi dan keamanan dalam setiap transaksi. Dengan adanya jejak digital, pedagang bisa lebih mudah mengelola keuangan dan membangun riwayat transaksi yang baik.

2. Penyaluran Pembiayaan Produktif

BTN juga membuka akses pembiayaan bagi pedagang anggota koperasi. Salah satu bentuknya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui koperasi pasar. Selain itu, ada juga skema kredit produktif lainnya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan modal usaha pedagang.

Program ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas usaha para pedagang. Dengan akses permodalan yang lebih mudah, mereka bisa mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan.

3. Digitalisasi Pengelolaan Pasar

Selain layanan keuangan, BTN dan INKOPPAS juga berencana mendigitalisasi pengelolaan pasar. Salah satu fokusnya adalah digitalisasi retribusi pasar dan integrasi sistem pembayaran. Tujuannya agar transaksi lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.

Digitalisasi ini juga akan membantu pihak pengelola pasar dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran secara lebih akuntabel. Dengan sistem yang terintegrasi, pengawasan dan pelaporan keuangan bisa dilakukan dengan lebih mudah.

4. Pemasangan Infrastruktur Keuangan di Lokasi Pasar

BTN berkomitmen untuk memperluas infrastruktur keuangan di pasar tradisional. Salah satunya dengan memasang QRIS Bale Merchant dan mesin EDC di lokasi-lokasi strategis. Selain itu, akan dibuka Bale Agen di koperasi maupun pengelola pasar untuk memperluas layanan perbankan.

Langkah ini diambil agar pedagang dan pengunjung pasar bisa menikmati layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang. Dengan infrastruktur ini, akses ke layanan keuangan menjadi lebih mudah dan praktis.

5. Pengembangan Community Apps untuk Pedagang

BTN juga menyiapkan layanan community apps yang dirancang khusus untuk anggota koperasi dan pedagang pasar. Aplikasi ini diharapkan bisa menunjang aktivitas usaha sekaligus memperkuat berbasis komunitas.

Melalui aplikasi ini, pedagang bisa mengelola transaksi, mengakses informasi keuangan, hingga mengajukan pembiayaan secara digital. Ini adalah langkah nyata untuk membumikan teknologi keuangan di kalangan pelaku usaha kecil.

Sinergi Jangka Panjang Menuju Pasar Modern

Kemitraan antara BTN dan INKOPPAS bukan sekadar jangka pendek. Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus mengeksplorasi berbagai peluang pengembangan. Mulai dari digitalisasi koperasi hingga penyediaan layanan keuangan yang lebih komprehensif.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pasar tradisional. Sehingga, pasar tradisional bisa tetap eksis dan berkembang di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat. Dengan akses keuangan yang lebih baik, jutaan pedagang di Indonesia punya kesempatan untuk tumbuh bersama.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski memiliki potensi besar, digitalisasi pasar tradisional tidak datang tanpa tantangan. Banyak pedagang yang belum terbiasa dengan teknologi digital. menjadi kunci utama agar mereka bisa memanfaatkan layanan yang disediakan secara maksimal.

BTN dan INKOPPAS pun menyadari hal ini. Oleh karena itu, selain menyediakan infrastruktur dan layanan, mereka juga akan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi pedagang. Tujuannya agar adopsi teknologi bisa berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

Data Perbandingan: Sebelum dan Sesudah Digitalisasi

Aspek Sebelum Digitalisasi Setelah Digitalisasi
Akses Perbankan Terbatas Mudah dijangkau
Transparansi Transaksi Rendah Tinggi
Rekam Jejak Keuangan Manual Digital
Akses Pembiayaan Sulit Terbuka
Pengelolaan Pasar Rendah Tinggi

Dari tabel di atas terlihat bahwa digitalisasi membawa dampak signifikan terhadap efisiensi dan inklusi keuangan di pasar tradisional. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara perbankan dan koperasi bisa menjadi solusi jitu untuk memajukan ekonomi kerakyatan.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pihak terkait. Informasi yang disajikan didasarkan pada keterangan resmi yang dirilis pada tanggal 18 April 2026.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.