BUMD Jakarta tengah didorong untuk tidak hanya bertahan di wilayah sendiri, tapi juga berani melangkah keluar masuk kandang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan pesan kuat ini saat membuka BUMD Leaders Forum 2026 yang digelar di Candi Bentar Hall, Ancol, beberapa waktu lalu. Acara ini mengusung tema ‘Synergy For Resilience’ yang menekankan pentingnya kolaborasi dan ketangguhan BUMD dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.
Pesan Pramono cukup jelas: entitas usaha milik Pemprov DKI mesti punya daya saing yang lebih tinggi, bukan sekadar jadi pemain lokal. Dalam forum yang dihadiri para pimpinan BUMD, termasuk Sekda DKI Uus Kuswanto dan Wakil Koordinator Staf Khusus Yustinus Prastowo, ia menegaskan perlunya ekspansi yang berani ke pasar yang lebih luas. Targetnya? Meningkatkan kontribusi BUMD terhadap ekonomi Jakarta secara keseluruhan.
Mendorong Daya Saing BUMD Melalui Ekspansi
Langkah ekspansi bukan perkara yang mudah. Namun, Pramono percaya bahwa BUMD seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya memiliki potensi besar untuk bersaing di ranah yang lebih kompetitif. Untuk itu, ia menuntut pengelolaan yang lebih profesional, transparan, dan berbasis korporasi yang sehat.
Dalam konteks ini, forum tahunan ini menjadi ajang penting untuk menyelaraskan langkah dan visi bersama. Selain membahas strategi bisnis, forum juga mengupas sinergi antar-BUMD, pengembangan sistem pembiayaan, hingga optimalisasi aset produktif.
1. Akselerasi Kinerja Investasi dan Kemandirian Finansial
Salah satu fokus utama forum adalah bagaimana BUMD bisa meningkatkan kemandirian finansial. Ini dilakukan lewat creative financing dan sinergi pembiayaan, terutama dengan peran sentral Bank Jakarta. Di triwulan I/2026 saja, sudah ada tiga BUMD yang menandatangani fasilitas kredit dengan bank milik daerah ini, yakni:
- PT Bank Jakarta
- PT Perumda Dharma Jaya
- Food Station Tjipinang
Langkah ini diharapkan bisa menjadi fondasi untuk pengembangan bisnis yang lebih agresif dan berkelanjutan.
2. Optimalisasi Kinerja Investasi Melalui Sinergi Penjaminan
Selain pembiayaan, forum juga membahas pentingnya sinergi penjaminan proyek strategis. Di sini, PT Jamkrida Jakarta berperan sebagai ujung tombak dalam memberikan jaminan kredit dan proyek kepada BUMD lainnya. Dengan skema ini, risiko investasi bisa diminimalkan, sementara peluang pengembangan bisnis semakin terbuka lebar.
3. Peningkatan Produktivitas Aset Strategis
Aset-aset strategis BUMD tak boleh hanya menjadi simbol kekayaan fisik. Mereka harus bisa menghasilkan nilai tambah dan pendapatan baru. Beberapa bidang yang dikembangkan antara lain:
- Properti komersial: hotel, hunian mix-used, dan fasilitas park & ride
- Infrastruktur: pengolahan air limbah, distribusi, dan pengolahan pangan
Dengan pendekatan ini, BUMD bisa menciptakan revenue stream yang berkelanjutan, bahkan di luar aktivitas inti mereka.
Menghadapi Tantangan Eksternal Secara Bersama
Ekspansi tentu tidak bisa dilakukan tanpa persiapan matang. Apalagi, saat ini banyak tantangan eksternal yang mesti diwaspadai. Pramono menyebut dua isu besar: ketidakpastian geopolitik global dan potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan bakal terjadi antara April hingga September 2026.
Menurutnya, BUMD harus punya antisipasi dan mitigasi yang baik. Ini bukan soal pesimistis, tapi lebih ke kesiapan menghadapi gejolak yang sulit diprediksi. Dengan konsolidasi internal dan pengelolaan yang profesional, BUMD bisa jadi lebih tangguh dan siap menghadapi segala tekanan ekonomi.
Sinergi Internal Sebagai Fondasi Kuat
Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar-BUMD. Bukan cuma soal kerja sama formal, tapi juga kolaborasi operasional yang bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Misalnya, penggunaan layanan keuangan dari Bank Jakarta oleh BUMD lain, atau pemanfaatan jaminan dari Jamkrida Jakarta untuk proyek-proyek strategis.
Tidak hanya itu, forum juga membahas pentingnya membangun budaya perusahaan yang terbuka dan transparan. Ini menjadi modal penting agar BUMD bisa menarik talenta terbaik, baik dari dalam maupun luar, serta meningkatkan kepercayaan publik dan investor.
Tabel: Rencana Strategis BUMD Jakarta 2026
| Bidang | Fokus Utama | Tujuan |
|---|---|---|
| Pembiayaan | Sinergi dengan Bank Jakarta | Meningkatkan akses modal dan likuiditas |
| Penjaminan | Kolaborasi dengan Jamkrida Jakarta | Mengurangi risiko investasi dan pinjaman |
| Aset Strategis | Pengembangan properti dan infrastruktur | Menciptakan pendapatan tambahan |
Optimisme Menuju Jakarta Global City
Meski menghadapi berbagai tantangan, Pramono tetap optimistis. Ia meyakini bahwa dengan pengelolaan yang tepat, BUMD Jakarta bisa menjadi tulang punggung ekonomi ibu kota. Terlebih jika mereka mampu keluar dari zona nyaman dan mulai bermain di arena yang lebih luas.
Langkah-langkah strategis yang diambil saat ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Mereka adalah fondasi konkret untuk membangun ekosistem ekonomi Jakarta yang lebih tangguh dan berdaya saing global.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga April 2026. Perubahan kebijakan, regulasi, atau kondisi eksternal dapat memengaruhi realisasi rencana yang disebutkan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













