Finansial

Jadwal Pembayaran Dividen BBRI 2026 untuk Investor Saham yang Perlu Dicatat Sejak Awal Tahun Ini

Retno Ayuningrum
×

Jadwal Pembayaran Dividen BBRI 2026 untuk Investor Saham yang Perlu Dicatat Sejak Awal Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Jadwal Pembayaran Dividen BBRI 2026 untuk Investor Saham yang Perlu Dicatat Sejak Awal Tahun Ini

Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali membagikan dividen tunai yang cukup besar dari laba tahun buku 2025. Angka yang dibagikan mencapai Rp 52,10 triliun, atau setara dengan Rp 346 per saham. Jumlah ini sudah termasuk pembayaran dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun (Rp 137 per saham) yang dibayarkan lebih awal pada 15 Januari .

Sisa pembayaran dividen tunai yang akan diterima sebesar Rp 31,47 triliun atau Rp 209 per saham akan cair pada 8 Mei 2026 mendatang. yang ingin mendapatkan bagian dari pembagian ini perlu memperhatikan beberapa penting terkait jadwal pasar dan pembayaran.

Jadwal Dividen BBRI 2026

Menjelang pembayaran dividen tunai BRI, ada beberapa tanggal penting yang harus diperhatikan oleh investor. Tanggal-tanggal ini menentukan siapa saja yang berhak menerima pembayaran dividen dan kapan pembayaran tersebut akan cair.

1. Tanggal Cum Dividen

Tanggal cum dividen adalah masa di mana saham masih berhak mendapatkan dividen jika dibeli. Untuk pasar reguler dan negosiasi, tanggal cum dividen ditetapkan pada 20 . Sementara itu, untuk pasar tunai, tanggal cum dividen jatuh pada 22 April 2026.

2. Tanggal Ex Dividen

adalah masa di mana saham yang dibeli tidak lagi berhak atas dividen. Tanggal ex dividen untuk pasar reguler dan negosiasi adalah 21 April 2026. Sedangkan untuk pasar tunai, tanggal ex dividen ditetapkan pada 23 April 2026.

3. Recording Date

Recording date adalah tanggal penetapan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen. Untuk pembayaran tahun buku 2025, recording date ditetapkan pada 22 April 2026.

4. Tanggal Pembayaran Dividen

Pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 8 Mei 2026. Pada tanggal ini, dana akan mulai mengalir ke rekening investor baik melalui KSEI maupun secara langsung bagi pemegang saham warkat.

Mekanisme Pembayaran Dividen

Proses pembayaran dividen BRI dilakukan dengan dua metode tergantung jenis kepemilikan saham. Investor yang menyimpan sahamnya melalui penitipan kolektif akan menerima pembayaran melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dana akan masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing investor melalui perusahaan efek atau bank kustodian.

Sementara itu, pemegang saham warkat akan menerima pembayaran secara langsung ke rekening yang telah didaftarkan. Proses ini memastikan bahwa pembayaran dividen bisa dilakukan secara efisien dan tepat sasaran.

Ketentuan Pajak Dividen

Dari sisi perpajakan, dividen yang diterima oleh wajib badan dalam negeri dikecualikan dari objek pajak penghasilan. Begitu juga dengan wajib pajak orang pribadi dalam negeri, selama dividen tersebut diinvestasikan kembali di dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, jika investor tidak memenuhi syarat tersebut, maka dividen yang diterima akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Investor asing juga dikenakan pajak berdasarkan tarif yang ditetapkan dalam perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) dengan ketentuan administrasi yang harus dipenuhi.

Perbandingan Dividen BBRI Tahun-Tahun Sebelumnya

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah perbandingan dividen yang dibagikan BRI dalam beberapa tahun terakhir:

Tahun Total Dividen (Rp Triliun) Dividen per Saham (Rp) Tanggal Pembayaran
2023 32,40 215 12 Juni 2024
2024 41,20 273 15 Mei 2025
2025 52,10 346 8 Mei 2026

Dari tabel di atas, terlihat bahwa dividen BRI mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini mencerminkan kinerja bank yang terus membaik dan kemampuannya dalam menghasilkan laba yang besar.

Tips untuk Investor Pemula

Bagi investor yang baru pertama kali mengikuti pembagian dividen, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan tambahan penghasilan dari portofolio saham.

1. Pahami Tanggal Penting

Tanggal cum dividen dan ex dividen sangat penting untuk menentukan apakah saham yang dibeli masih berhak mendapatkan dividen atau tidak. Belilah saham sebelum tanggal ex dividen agar tetap mendapat hak atas pembagian dividen.

2. Perhatikan Status Rekening Investasi

Pastikan bahwa rekening investasi, terutama RDN, sudah aktif dan dapat menerima pembayaran dividen. Jika tidak, pembayaran bisa tertunda atau bahkan gagal masuk.

3. Cek Kebijakan Pajak

Pahami bagaimana dividen akan dikenakan pajak, terutama jika investor adalah orang pribadi atau berasal dari luar negeri. Hal ini penting untuk menghindari kejutan di akhir tahun atau saat pelaporan pajak.

Disclaimer

Jadwal dan jumlah dividen yang disebutkan dalam artikel ini bersifat prediktif berdasarkan informasi yang tersedia hingga April 2026. Data bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Investor disarankan untuk selalu memeriksa pengumuman resmi dari BRI atau Bursa Efek Indonesia untuk informasi terbaru dan akurat.

Investasi saham selalu memiliki risiko. Keputusan investasi sebaiknya diambil setelah mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi dan tujuan investasi jangka panjang.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.