Finansial

BTN Menjaga Cost of Fund Sekitar 3 Persen hingga 2026, Pengaruhnya pada Suku Bunga KPR Terkini

Fadhly Ramadan
×

BTN Menjaga Cost of Fund Sekitar 3 Persen hingga 2026, Pengaruhnya pada Suku Bunga KPR Terkini

Sebarkan artikel ini
BTN Menjaga Cost of Fund Sekitar 3 Persen hingga 2026, Pengaruhnya pada Suku Bunga KPR Terkini

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tengah mempertahankan cost of fund di kisaran 3%. Angka ini punya dampak langsung ke suku bunga KPR yang ditawarkan, terutama untuk jenis floating rate. Meskipun sempat turun, pergerakan bunga kredit di BTN tak serta merta mengikutinya begitu saja.

Cost of fund sendiri adalah biaya rata-rata yang dikeluarkan bank untuk menghimpun dana dari nasabah. Semakin rendah angka ini, biasanya semakin besar ruang gerak bank untuk menawarkan bunga yang lebih . Sebaliknya, jika cost of fund tinggi, maka bunga pinjaman cenderung naik.

Dinamika Cost of Fund dan Bunga KPR BTN

BTN mencatat cost of fund mereka turun dari sekitar 3,9% tahun lalu menjadi sekitar 3,1% hingga 2026. Penurunan ini memberi ruang bagi bank untuk sedikit menyesuaikan bunga KPR, khususnya pada produk dengan skema floating rate.

Namun, untuk bunga awal atau , BTN masih menawarkan suku bunga sebesar 2,65% untuk masa selama tiga tahun. Artinya, meski ada penyesuaian, bank tetap menjaga posisi kompetitif agar tetap menarik bagi calon nasabah.

1. Penetapan Bunga KPR Tidak Sepenuhnya Ikut BI Rate

Saat ini, BI Rate bukan satu-satunya penentu bunga KPR. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyampaikan bahwa benchmark tersebut hanya sebagai acuan umum. Faktor utama yang sebenarnya memengaruhi bunga adalah struktur pendanaan internal bank itu sendiri.

2. Cost of Fund Jadi Faktor Penentu Utama

Biaya dana inilah yang lebih dominan dibanding BI Rate dalam menentukan suku bunga kredit. Semakin efisien bank dalam mengelola dana, maka semakin besar peluang bunga yang ditawarkan bisa lebih ringan.

3. Penyesuaian Bunga Dilakukan Secara Selektif

BTN tidak serta merta menurunkan semua jenis bunga KPR. Hanya produk dengan skema floating rate yang mengalami penyesuaian. Untuk fixed rate, bank tetap mempertahankan level kompetitif agar tetap menarik di pasar.

Proyeksi Cost of Fund ke Depan

BTN memperkirakan cost of fund ke depan akan berada di kisaran 2,9% hingga 3,4%. Rentang ini cukup stabil dan memberi sinyal positif bagi kelanjutan penawaran bunga yang bersaing di pasar properti.

1. Stabilitas Global Jadi Kunci

Nixon menyebut bahwa ketidakpastian geopolitik masih menjadi tantangan. di pasar global bisa berdampak pada biaya dana bank, yang akhirnya memengaruhi bunga KPR.

2. Harapan pada Pertumbuhan KPR Berkelanjutan

Dengan menjaga cost of fund tetap stabil, BTN berharap dapat terus mendukung pertumbuhan KPR secara berkelanjutan. Apalagi saat ini permintaan rumah masih tinggi, terutama di segmen menengah ke bawah yang menjadi fokus utama BTN.

3. Kualitas Kredit Tetap Dijaga

Penyesuaian bunga dilakukan tanpa mengorbankan kualitas portofolio kredit. Ini penting agar risiko macet tetap terkendali, meski volume pinjaman meningkat.

Perbandingan Bunga KPR BTN dengan Bank Lain

Untuk memberi gambaran lebih jelas, berikut adalah suku bunga KPR di BTN dengan beberapa bank lain per April 2026:

Bank Fixed Rate (Tahun Pertama) Floating Rate
BTN 2,65% 9,75%
BRI 3,00% 10,00%
Mandiri 3,25% 10,25%
BCA 3,50% 10,50%

Dari tabel di atas, terlihat bahwa BTN masih menawarkan bunga yang relatif lebih ringan, terutama untuk produk fixed rate.

Tips Memilih KPR yang Sesuai

Memilih KPR bukan cuma soal bunga rendah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak bunga yang mahal di kemudian hari.

1. Pahami Jenis Suku Bunga

Ada dua jenis utama: fixed rate dan floating rate. Fixed cocok untuk yang ingin kepastian selama periode tertentu, sedangkan floating lebih fleksibel tapi bisa tergantung kondisi makro.

2. Simulasikan Cicilan dengan Skema Berbeda

Gunakan fitur simulasi KPR yang tersedia di situs bank atau aplikasi keuangan. Ini membantu memprediksi total cicilan dan bunga yang akan dibayar selama masa pinjaman.

3. Cek Biaya Tambahan

Selain bunga, ada biaya provisi, administrasi, asuransi, dan notaris. Semua ini bisa memengaruhi total beban pinjaman. Pastikan sudah dihitung sejak awal agar tidak terkejut nanti.

Geopolitik dan Dampaknya pada Bunga KPR

memang bukan hal yang bisa dikontrol oleh bank lokal. Namun, fluktuasi ini bisa berimbas pada nilai tukar rupiah, harga komoditas, bahkan BI Rate. Semua elemen ini saling terhubung dan bisa memengaruhi cost of fund.

BTN sendiri tetap optimistis karena telah menyiapkan strategi mitigasi risiko. Salah satunya dengan diversifikasi sumber dana serta pengelolaan aset yang lebih ketat.

Kesimpulan

BTN berhasil menjaga cost of fund di kisaran 3%, yang berdampak positif pada penawaran bunga KPR. Meski BI Rate turun, penyesuaian bunga dilakukan secara selektif, terutama untuk produk floating rate. Untuk nasabah, ini menjadi peluang untuk mendapatkan cicilan yang lebih ringan — selama memilih produk yang tepat dan memahami mekanisme bunga secara matang.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan internal bank maupun kondisi makro ekonomi.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.