Di tengah laju transformasi digital yang makin cepat, perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus punya bekal teknologi agar tetap eksis dan berkembang. Salah satunya lewat pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Di momentum Hari Kartini 2026, Telkom Indonesia mengambil peran penting dengan melatih 260 perempuan UMKM menjadi kreator digital. Pelatihan bertajuk “Kartini in Technology” ini digelar secara hybrid dan menyebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Tujuan utamanya jelas: memberi keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan bisnis modern. Peserta diajak belajar cara membuat konten pemasaran hingga merancang strategi komunikasi digital yang efektif. Tak hanya teori, materi disampaikan secara praktis agar bisa langsung diterapkan dalam mengembangkan usaha mereka.
Mengapa Perempuan UMKM Harus Kuasai AI?
Perempuan memiliki peran besar dalam roda perekonomian nasional. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2025 mencatat, sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan lewat teknologi berpotensi besar memicu pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Namun, tantangan datang dari percepatan digitalisasi yang menuntut peningkatan kapabilitas. Banyak pelaku UMKM masih kesulitan memanfaatkan teknologi baru, termasuk AI, untuk mendukung operasional dan pemasaran bisnis mereka. Padahal, AI bukan lagi barang mahal atau sulit dijangkau. Dengan pelatihan yang tepat, siapa pun bisa memulainya.
1. Memahami Dasar-Dasar AI untuk Bisnis
Langkah pertama dalam pelatihan Kartini in Technology adalah mengenalkan konsep dasar AI dan bagaimana penerapannya dalam dunia bisnis. Peserta diajak memahami apa itu AI, jenis-jenisnya, serta manfaat konkret yang bisa dirasakan oleh UMKM.
Misalnya, AI bisa membantu dalam personalisasi rekomendasi produk, otomatisasi layanan pelanggan, hingga analisis perilaku konsumen. Dengan pemahaman ini, peserta bisa mulai melihat peluang penggunaan AI dalam skala usaha mereka.
2. Membuat Konten Pemasaran dengan AI
Salah satu modul unggulan dalam pelatihan ini adalah pembuatan konten pemasaran menggunakan AI. Peserta belajar cara membuat caption, iklan, hingga postingan media sosial yang menarik dengan bantuan tools berbasis AI.
Tools seperti Canva AI, Copy.ai, dan HeyGen menjadi bagian dari kurikulum pelatihan. Dengan alat ini, proses kreatif bisa lebih cepat dan hasilnya tetap profesional. Ini sangat membantu para pelaku UMKM yang biasanya punya keterbatasan waktu dan SDM.
3. Meningkatkan Strategi Komunikasi Digital
Selain konten, komunikasi digital juga menjadi fokus utama. Peserta dilatih untuk membangun strategi komunikasi yang efektif di platform digital. Mulai dari memilih channel yang tepat, memetakan audiens target, hingga mengukur performa kampanye.
Dengan AI, proses analisis engagement dan optimasi konten bisa dilakukan secara otomatis. Hal ini memungkinkan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan.
Manfaat Jangka Panjang dari Pelatihan Ini
Bagi peserta, pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu. Ini adalah awal dari transformasi digital yang nyata. Setelah mengikuti program ini, banyak di antara mereka melaporkan peningkatan traffic online, penjualan, bahkan loyalitas pelanggan.
Telkom juga menyediakan akses berkelanjutan ke komunitas digital dan mentor ahli. Artinya, peserta tidak hanya belajar selama pelatihan berlangsung, tapi juga bisa terus berkembang setelahnya.
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi AI di UMKM
Meski potensi AI sangat besar, tidak sedikit pelaku UMKM yang merasa ragu. Alasan umumnya adalah kurangnya pengetahuan teknis, takut salah langkah, atau khawatir biaya yang tinggi.
Untungnya, pelatihan ini dirancang untuk menjawab semua kekhawatiran itu. Materi disampaikan secara bertahap, dimulai dari level dasar hingga aplikatif. Selain itu, sebagian besar tools AI yang dipakai bersifat gratis atau memiliki versi trial yang cukup lengkap untuk kebutuhan awal.
Tips Awal untuk Memulai dengan AI
Bagi yang ingin mencoba AI meski belum ikut pelatihan, ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan:
- Gunakan tools gratis seperti Canva AI untuk desain grafis.
- Coba platform copywriting AI seperti Rytr atau Writesonic untuk membuat caption.
- Pelajari cara kerja chatbot sederhana untuk layanan pelanggan.
- Ikuti komunitas digital lokal untuk saling berbagi pengalaman.
Peran Telkom dalam Ekosistem Digital Nasional
Sebagai BUMN yang bergerak di bidang digital, Telkom punya tanggung jawab besar dalam mempercepat inklusi digital di seluruh Indonesia. Program Kartini in Technology adalah salah satu wujud nyata dari komitmen itu.
Hery Susanto dari SGM Social Responsibility Telkom Indonesia menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan lewat teknologi adalah investasi jangka panjang. “Perempuan bukan hanya pengguna teknologi, tapi juga kreator yang bisa menghasilkan nilai tambah. Kami yakin dengan semangat ‘Bersama Jadi Bisa’, perempuan Indonesia bisa menguasai AI untuk meningkatkan daya saing bisnisnya.”
Tabel: Ringkasan Modul Pelatihan Kartini in Technology
| No | Modul | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Pengenalan AI | Dasar-dasar AI dan penerapannya di UMKM |
| 2 | Pembuatan Konten | Tools dan teknik membuat konten pemasaran dengan AI |
| 3 | Strategi Komunikasi | Merancang strategi digital communication yang efektif |
| 4 | Analisis Performa | Menggunakan AI untuk tracking dan optimasi kampanye |
| 5 | Studi Kasus | Praktik langsung dari pelaku UMKM yang telah sukses |
Kesimpulan
Pelatihan Kartini in Technology bukan sekadar perayaan hari kartini biasa. Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan kesetaraan akses dalam era digital. Dengan memberikan keterampilan AI kepada perempuan UMKM, Telkom membuka peluang baru bagi mereka untuk naik kelas dan bersaing di pasar global.
Bagi pelaku UMKM, keterlambatan mengadopsi teknologi berarti tertinggal dari kompetitor. Tapi dengan dukungan pelatihan dan komunitas yang tepat, siapa pun bisa mulai dari mana saja — asal mulai.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan perkembangan teknologi dari masing-masing platform atau penyelenggara program.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.












