Nasional

Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral yang Perlu Diketahui Tahun 2026 Ini Penjelasannya

Danang Ismail
×

Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral yang Perlu Diketahui Tahun 2026 Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral yang Perlu Diketahui Tahun 2026 Ini Penjelasannya

Ilustrasi kertas dan kartu kredit sebagai perwujudan uang kartal dan uang giral. Dalam sehari-hari, transaksi jual beli sudah jarang menggunakan uang tunai secara . Banyak orang lebih memilih metode digital yang praktis dan aman. Tapi tahukah bahwa uang yang digunakan sehari-hari terbagi dalam dua jenis utama? Uang kartal dan uang giral. Keduanya sama-sama alat tukar yang sah, tapi punya karakteristik berbeda.

Perbedaan ini dipahami karena masing-masing memiliki peran dan fungsi tersendiri dalam sistem ekonomi. Dengan memahami perbedaannya, kita bisa lebih bijak dalam memilih jenis transaksi yang tepat sesuai kebutuhan.

Apa Itu Uang Kartal?

Uang kartal adalah uang yang diterbitkan langsung oleh sentral, dalam hal ini Bank Indonesia. Bentuknya berupa uang kertas dan logam yang memiliki nilai nominal tertentu. Uang ini bersifat hukum kuat, artinya wajib diterima oleh siapa pun sebagai alat pembayaran.

Karena diterbitkan oleh otoritas moneter negara, uang kartal menjadi alat tukar yang sangat terpercaya. Tidak hanya itu, uang kartal juga menjadi dasar dari sistem nasional.

1. Diterbitkan oleh Bank Sentral

Uang kartal hanya bisa dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Ini menjadikannya alat pembayaran yang memiliki legalitas tinggi dan dijamin negara.

2. Memiliki Bentuk Fisik

Uang kartal berwujud nyata, bisa dipegang, disimpan, dan digunakan langsung dalam transaksi sehari-hari. Tidak memerlukan perantara atau instrumen tambahan.

3. Wajib Diterima Secara Hukum

Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011, uang kartal adalah alat pembayaran yang sah dan harus diterima oleh semua pihak dalam transaksi di wilayah Indonesia.

Apa Itu Uang Giral?

Berbeda dari uang kartal, uang giral tidak memiliki bentuk fisik. Uang ini berupa catatan digital atau surat berharga yang mewakili dana nasabah di bank. Contoh umumnya adalah saldo rekening tabungan, giro, atau instrumen elektronik seperti transfer antarbank.

Uang giral diciptakan oleh bank umum berdasarkan simpanan nasabah. Nilainya bisa digunakan untuk transaksi melalui berbagai instrumen, seperti cek, bilyet giro, atau aplikasi perbankan digital.

1. Diterbitkan oleh Bank Umum

Bank umum yang menerbitkan uang giral berdasarkan jumlah dana yang disimpan nasabah. Ini menjadikannya lebih fleksibel dan bergantung pada sistem perbankan.

2. Berbentuk Digital atau Surat Berharga

Uang giral tidak bisa dipegang secara fisik. Nilainya hanya terlihat dalam bentuk saldo rekening atau dokumen tertentu seperti cek dan wesel.

3. Tidak Wajib Diterima oleh Semua Pihak

Berbeda dengan uang kartal, penerima transaksi memiliki hak untuk menolak pembayaran dalam bentuk uang giral jika tidak memiliki rekening atau tidak percaya pada instrumen tersebut.

Perbandingan Uang Kartal dan Uang Giral

Aspek Uang Kartal Uang Giral
Penerbit Bank Sentral (Bank Indonesia) Bank Umum
Bentuk Fisik (kertas dan logam) Digital atau surat berharga
Legalitas Wajib diterima Tidak wajib diterima
Penggunaan Transaksi langsung Transaksi elektronik atau surat berharga
Kehilangan Lebih tinggi (bisa dicuri, rusak) Lebih rendah (dijamin sistem bank)

Kapan Uang Kartal Masih Digunakan?

Meski tren penggunaan uang digital terus meningkat, uang kartal masih memiliki peran penting. Terutama di daerah dengan akses perbankan terbatas, uang kartal menjadi pilihan utama.

Transaksi kebutuhan sehari-hari seperti belanja pasar, pembayaran transportasi umum, atau belanja kecil masih banyak yang menggunakan uang tunai. Ini karena prosesnya yang lebih sederhana dan tidak memerlukan teknologi tambahan.

Kapan Uang Giral Lebih Disukai?

Uang giral lebih populer di kalangan masyarakat perkotaan yang memiliki akses perbankan dan internet. Transaksi besar seperti pembayaran cicilan, belanja online, atau transfer antar rekening lebih mudah menggunakan uang giral.

Selain itu, keamanan dan kenyamanan menjadi nilai tambah utama. Tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, risiko kehilangan atau pencurian juga lebih kecil.

Peran Uang Kartal dan Uang Giral dalam Ekonomi Digital

Perkembangan teknologi membuat uang giral semakin dominan. Namun, uang kartal tetap dibutuhkan sebagai cadangan dan alat tukar alternatif. Keduanya saling melengkapi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Bank Indonesia terus mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan kedua jenis uang ini dalam . Termasuk dengan peluncuran uang digital Rupiah (digital rupiah) yang merupakan bentuk dari uang kartal.

Tips Memilih Jenis Uang yang Tepat

  1. Gunakan uang kartal untuk transaksi kecil sehari-hari, terutama di tempat dengan akses digital terbatas.
  2. Pilih uang giral untuk transaksi besar atau jarak jauh agar lebih aman dan efisien.
  3. Pastikan rekening dan instrumen digital selalu aman dan terverifikasi.
  4. Pahami kebijakan bank terkait biaya transfer atau administrasi uang giral.

Penutup

Uang kartal dan uang giral sama-sama memiliki peran penting dalam sistem ekonomi. Keduanya menawarkan kelebihan dan tantangan masing-masing. Memahami perbedaan ini membantu dalam membuat keputusan transaksi yang lebih tepat dan aman.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah seiring perkembangan kebijakan moneter dan teknologi. dan ketentuan terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke sumber resmi seperti Bank Indonesia atau bank terkait.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.