Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2026 resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun. Angka ini setara dengan Rp346 per saham dan mencerminkan komitmen kuat BRI dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Pertemuan yang digelar di Menara BRILiaN, Jakarta, dihadiri langsung oleh jajaran direksi dan komisaris BRI. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen ini didasari oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Laba konsolidasian BRI mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Penetapan Dividen Tunai dan Kinerja Keuangan
Keputusan pembagian dividen tunai menjadi salah satu poin penting dalam agenda RUPST 2026. Dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja BRI yang konsisten, tetapi juga menunjukkan bahwa manajemen risiko dan strategi bisnis bank tetap berjalan seimbang. Pembayaran dividen interim sebesar Rp137 per saham atau total Rp20,6 triliun telah dilakukan sebelumnya pada Januari 2026.
Selain itu, penetapan dividen ini juga memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku serta anggaran dasar BRI. Hal ini menunjukkan bahwa pembagian dividen dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan stabilitas operasional bank.
1. Kinerja Keuangan BRI Tahun 2025
BRI mencatatkan laba konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun di akhir tahun 2025. Angka ini menjadi salah satu indikator utama dalam penetapan dividen. Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. Hasil ini menunjukkan bahwa BRI tetap mampu menjaga kinerja positif meskipun berada di tengah dinamika ekonomi yang kompleks.
2. Pembagian Dividen Tunai Final
Total dividen tunai yang disetujui sebesar Rp52,1 triliun mencakup pembayaran dividen interim yang telah dilakukan sebelumnya. Dividen final ditetapkan sebesar Rp209 per saham, sehingga total dividen per saham mencapai Rp346. Pembagian ini menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan selama ini.
3. Penguatan pada Segmen UMKM
Salah satu pilar utama dalam pencapaian kinerja BRI adalah penguatan pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BRI terus memperluas jangkauan layanan pembiayaan dan inklusi keuangan bagi pelaku usaha kecil. Langkah ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi mikro, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis BRI secara keseluruhan.
4. Akselerasi Transformasi Digital
Transformasi digital menjadi salah satu fokus strategis BRI dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas layanan. Melalui digitalisasi, BRI mampu menjangkau lebih banyak nasabah, terutama di wilayah pelosok, serta meningkatkan kualitas layanan perbankan secara keseluruhan.
Agenda Lain dalam RUPST 2026
Selain pembagian dividen, RUPST juga membahas sejumlah agenda penting lainnya yang berdampak pada tata kelola perusahaan dan rencana kerja ke depan. Berikut adalah rangkuman dari agenda-agenda tersebut.
1. Pengesahan Laporan Tahunan dan Keuangan
RUPST menyetujui pengesahan laporan tahunan BRI untuk tahun buku 2025. Termasuk di dalamnya adalah laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris. Selain itu, disetujui pula laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) tahun 2025.
2. Pelunasan Tanggung Jawab Direksi dan Komisaris
Dewan Komisaris dan Direksi BRI mendapatkan pelunasan serta pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja dan dedikasi yang telah diberikan oleh jajaran pimpinan BRI.
3. Penetapan Remunerasi dan Tunjangan Tahun 2026
RUPST menyetujui wewenang untuk menetapkan gaji, honorarium, fasilitas, dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Remunerasi ini juga mencakup penghargaan atas kinerja yang dicapai selama tahun 2025.
4. Penunjukan Akuntan Publik untuk Audit 2026
Pemegang saham menyetujui penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian BRI dan laporan keuangan Program PUMK untuk tahun buku 2026. Langkah ini penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan.
5. Pendelegasian Kewenangan RJPP dan RKAP
RUPST memberikan wewenang kepada pihak yang ditunjuk untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2027 beserta perubahannya. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam pelaksanaan strategi jangka panjang BRI.
6. Realisasi Penggunaan Dana Obligasi Berkelanjutan
RUPST melaporkan realisasi penggunaan dana dari Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I dan II tahun 2025 dan 2026. Dana ini digunakan sesuai dengan ketentuan dalam POJK No. 30/POJK.04/2015, yang bertujuan mendukung proyek-proyek berdampak sosial.
7. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
Sebagai penutup agenda, RUPST menyetujui perubahan anggaran dasar BRI. Perubahan ini terkait dengan reklasifikasi saham Seri B milik negara menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas UU BUMN.
Kontribusi BRI dalam Pembangunan Nasional
Sebagai bank pelat merah, BRI terus berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Dividen yang dibagikan bukan hanya menjadi apresiasi bagi pemegang saham, tetapi juga bagian dari kontribusi BRI sebagai bagian dari Danantara dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan.
Melalui pendekatan yang seimbang antara pengembalian kepada pemegang saham dan penguatan fundamental bisnis, BRI menunjukkan bahwa bank ini tetap menjadi pilar penting dalam sistem perbankan nasional.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari hasil RUPST BRI Tahun 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku. Angka dividen dan kinerja keuangan merupakan data resmi yang dirilis oleh BRI dan dapat berbeda tergantung pada interpretasi dan pelaporan berikutnya.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













