Nasional

Sinergi Antara Pemerintah dan Swasta Dorong Peningkatan Ekonomi Syariah di Tahun 2026 Menuju Target Pertumbuhan 10 Persen

Fadhly Ramadan
×

Sinergi Antara Pemerintah dan Swasta Dorong Peningkatan Ekonomi Syariah di Tahun 2026 Menuju Target Pertumbuhan 10 Persen

Sebarkan artikel ini
Sinergi Antara Pemerintah dan Swasta Dorong Peningkatan Ekonomi Syariah di Tahun 2026 Menuju Target Pertumbuhan 10 Persen

Happiness Award Muzaki Teladan kembali memberi sorotan pada peran kolaborasi dalam menggerakkan ekonomi syariah. Acara Public Expose Rumah Zakat 2026 yang digelar di Jakarta menjadi ajang apresiasi sekaligus ajak kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat. Sandiaga Salahuddin Uno, pendiri Indonesia Setara, menyampaikan betapa pentingnya sinergi antarlembaga dalam mempercepat berbasis syariah.

Menurut Sandiaga, transformasi Rumah Zakat dari Dompet Sosial Ummul Quro menjadi lembaga yang lebih luas dampaknya menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi bisa mengubah skala dan manfaat program. Ia melihat potensi besar dalam sinergi yang terus dikembangkan, terutama dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Kolaborasi sebagai Fondasi Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah bukan hanya soal transaksi tanpa bunga. Ia adalah sistem yang menyeimbangkan antara nilai kemanusiaan dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci agar ekosistem ini bisa tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif.

Sandiaga menekankan bahwa muzaki teladan bukan hanya mereka yang banyak memberi zakat, tetapi juga yang mampu menciptakan berkelanjutan. Dalam konteks ini, kolaborasi menjadi jembatan antara pemberi dan penerima manfaat, sehingga tercipta siklus yang produktif.

1. Membangun Ekosistem Kolaboratif

Langkah awal dalam mendorong kolaborasi adalah dengan membangun ekosistem yang inklusif. Ekosistem ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga zakat, komunitas usaha, hingga pemerintah daerah.

  • Lembaga zakat sebagai penghubung antara muzaki dan mustahik
  • Komunitas usaha sebagai mitra pengembangan ekonomi produktif
  • Pemerintah sebagai regulator sekaligus fasilitator

2. Mengedepankan Nilai Kemanusiaan

Kolaborasi yang baik tidak hanya soal angka atau dana yang disalurkan. Ia juga harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Sandiaga menyebut bahwa kebahagiaan sejati datang dari memberi, bukan dari menerima.

Program seperti “from mustahik to muzaki” menjadi contoh bagaimana kolaborasi bisa menciptakan perubahan paradigma. Mustahik yang dulunya hanya menerima manfaat, kini bisa menjadi kontributor bagi sesama.

3. Mengintegrasikan Teknologi dan Inovasi

Dalam era digital, kolaborasi juga perlu didukung oleh teknologi. Penggunaan aplikasi zakat, sistem transparansi real-time, dan digitalisasi program menjadi bagian dari yang bisa mempercepat distribusi manfaat.

Peran Rumah Zakat dalam Mendorong Sinergi

Rumah Zakat tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat. Ia juga menjadi garda depan dalam mendorong sinergi antara berbagai elemen masyarakat. Dalam acara Public Expose 2026, berbagai program unggulan ditampilkan sebagai bentuk transparansi dan ajakan kolaborasi.

1. Program Kewirausahaan Produktif

Program ini dirancang untuk membantu mustahik agar bisa mandiri secara ekonomi. Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses modal, peserta dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan .

2. Desa Emas: Model Desa Mandiri Berbasis Zakat

Desa Emas adalah konsep pengembangan desa mandiri dengan pendanaan dari zakat, infak, dan sedekah. Program ini menggabungkan prinsip ekonomi syariah dengan pembangunan berkelanjutan.

3. Rocket Youth Entrepreneurship

Inisiatif ini menargetkan generasi muda untuk terlibat langsung dalam ekosistem kewirausahaan. Melalui pendampingan mentor dan akses pendanaan, para pemuda diajak untuk menciptakan solusi ekonomi berbasis syariah.

Tantangan dan Peluang dalam Kolaborasi Ekonomi Syariah

Meski potensi kolaborasi sangat besar, tidak sedikit tantangan yang muncul. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam zakat.

Namun, tantangan ini justru menjadi peluang untuk memperkuat sinergi. Dengan kolaborasi yang baik, setiap lembaga bisa saling melengkapi dan memperkuat sistem pengawasan serta distribusi manfaat.

1. Meningkatkan Literasi Zakat

Literasi menjadi fondasi penting agar masyarakat memahami betapa pentingnya zakat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga alat untuk membangun ekonomi yang adil.

2. Membangun Kepercayaan

Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci membangun kepercayaan. Lembaga yang terlibat dalam kolaborasi harus bisa menunjukkan bahwa setiap rupiah yang disalurkan memberi dampak nyata.

3. Mendorong Regulasi yang Mendukung

Pemerintah juga memiliki peran penting dalam menciptakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah. Regulasi yang jelas dan mendukung akan mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam kolaborasi.

Sinergi Masa Depan: Dari Mustahik ke Muzaki

Salah satu pesan kuat yang disampaikan Sandiaga adalah pentingnya siklus kemanfaatan yang berkelanjutan. Ia percaya bahwa mustahik yang tepat sasaran bisa menjadi muzaki di masa depan.

Program “from mustahik to muzaki” menjadi simbol dari siklus ini. Dengan pendampingan dan kolaborasi yang tepat, penerima manfaat bisa naik kelas secara ekonomi dan berkontribusi kembali bagi sesama.

Tabel: Perbandingan Program Kolaborasi Ekonomi Syariah

Program Fokus Mitra Utama Dampak
Kewirausahaan Produktif Pemberdayaan ekonomi mustahik Rumah Zakat, komunitas usaha Meningkatkan pendapatan peserta
Desa Emas Pengembangan desa mandiri Pemerintah daerah, lembaga zakat Meningkatkan warga desa
Rocket Youth Entrepreneurship Pengembangan wirausaha muda Yayasan Indonesia Setara, komunitas startup Mendorong inovasi dan lapangan kerja

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga April 2026. Perkembangan program, regulasi, dan kondisi ekonomi syariah dapat berubah seiring waktu. Kolaborasi yang disebutkan merupakan hasil dari sinergi yang terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan akan mengalami penyesuaian di masa depan.

Penutup

Kolaborasi bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Dengan sinergi yang tepat, nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan bisa tersebar lebih luas. Langkah kecil dari setiap pihak, jika digandeng dengan visi yang sama, bisa menjadi kekuatan besar untuk perubahan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.